
"Hey Lion, kalau tidak bangun kita akan ketinggalan kereta loh."
Saat aku membuka mata aku melihat bahwa Rion telah menatapku dari jarak sangat dekat.
"Aku sepertinya tidur cukup lama."
"Uum, semua orang telah kelelahan tapi kita harus segera pergi."
"Kau benar."
Aku melirik ke arah rajang di mana kedua rekanku yang lain tidur dan mereka saling menindih satu sama lain dengan posisi kacau balau.
Lebih baik segera membangunkan mereka.
Kereta pedagang mulai berjalan kembali di mana kami berada di belakang kereta muatan, dari sini aku bisa melihat semua pemandangan yang kami lewati.
Beberapa anak kecil melambai ke arah kami dan aku pun membalas mereka.
Ini pemandangan yang damai yang jarang aku lihat.
Beristirahat dan melanjutkan perjalanan itulah yang kami lakukan hingga setelah tiga hari kami tiba di ibukota, dari sini kami memiliki tujuan berbeda karena itu kami berpisah dengan karavan pedagang dan pergi ke sebuah bangunan yang dijadikan sebagai penjualan budak.
Kualitas budak di sini sangatlah terbilang tinggi terlebih semuanya adalah budak yang biasa dibeli oleh para bangsawan, dua elf dengan gaun terusan menyambut kami.
Satunya memiliki mata berwarna biru dengan rambut pirang layaknya artis cantik yang biasa kau temui di film-film Hollywood sementara satunya lagi yang tak kalah cantik memiliki rambut hitam dengan mata coklat yang mempesona.
Elf dengan rambut pirang atau perak hal biasa, tapi dengan rambut hitam... itu sesuatu yang jarang ditemui, kendati demikian mereka sangat mempesona.
Rion yang menyaksikan dalam wujud elfnya tampak memeluk keduanya hingga keduanya kehilangan kata-kata.
"Anu?
"Bukan apa-apa, aku sangat senang bahwa kalian masih hidup."
"Apa kita saling mengenal sebelumnya?" tanya si cantik berambut hitam.
"Kurasa tidak."
__ADS_1
"Dia sangat senang saat tahu ada elf lain sepertinya," aku memotong pembicaraan agar kedua elf ini tidak merasa tidak nyaman.
"Begitu."
Kami memperkenalkan diri.
Singkatnya.
Elf berambut pirang bernama Frisella sedangkan elf berambut hitam Laina.
"Kalian ingin membeli kami berdua? Apa kau memiliki ketertarikan untuk meniduri ras Elf."
"Yah, kenapa kau berfikir begitu?"
"Bukannya alasan itu wajar jika pria datang untuk membeli budak."
Kurasa reputasiku hancur dalam sekejap.
Banyak alasan yang membuatku datang kemari tapi satu hal yang penting aku ingin mengambil kekuatan Rion dari gadis bernama Misa.
"Alamak, apa kita kedatangan pembeli baru .. izinkan aku memperkenalkan diri namaku Jones, apa yang bisa kubantu?"
Aku menunjuk ke arah ketiga wanita di depanku.
"Berikan ketiganya padaku."
"Kau benar-benar serahkan, mereka kualitas tinggi di sini... tapi silahkan masuk, kita bisa membicarakannya di dalam."
Aku mengangguk atas usulan tersebut.
Kecuali aku yang duduk di sofa bersama Jones, semua orang memilih untuk berdiri.
"Banyak orang yang datang kemari untuk membeli Frisella maupun Laina, akan tetapi uang mereka tidak cukup untuk membelinya... sementara untuk Misa dia memiliki banyak keterampilan selain mengurusi rumah tangga dia juga ahli dalam bertarung, sudah jelas ia lebih mahal dari keduanya... Apa setelah mendengar ini tuan masih mau membeli mereka? Kulihat sepertinya Anda sangat menyukai elf."
Aku tidak tahu harus bilang apa tapi sedikit berbohong kurasa tidak masalah.
"Aku ini pria nafsuan aku selalu tertarik pada wanita elf dan juga wanita berdada besar seperti ketiganya, akan lebih menyenangkan jika aku memiliki mereka di tanganku."
__ADS_1
"Anda sangat jujur dengan keinginan tuan, namun sayangnya mereka sudah ada yang akan membelinya, dia adalah pangeran dari kerajaan negeri ini.. jadi itu sulit jika aku melepaskannya padamu, dia akan datang kemari lagi sebulan dari sekarang."
Mereka hanya akan dijadikan sebagai bahan pelampiasan. Dunia kerajaan terkadang memiliki sisi gelap juga.
Aku melepaskan topengku hingga semua orang terdiam.
"Kau sedang mencoba membuatku dan pangeran itu untuk bersaing."
"Tuan cepat sekali mengerti, bagiku entah Anda atau pangeran tersebut siapapun yang menang akan menjadi keuntungan luar biasa bagiku. Jujur saja hanya mereka saja budak yang masih kumiliki sekarang, dengan uang yang kuterima aku akan berhenti berbisnis dan hidup santai dengan keluargaku.
"Kau memiliki keluarga rupanya?"
"Istriku ada sepuluh loh."
"Kehidupan yang menyenangkan."
"Tuan juga sepertinya akan sepertiku, lihat kedua elf dan Misa sepertinya tertarik dengan anda."
"Seharusnya aku tidak usah membuka topengku."
Aku kembali meletakannya di wajahku lalu melanjutkan.
"Berapa uang yang pangeran itu sepakati?"
"Sekitar 1 juta koin emas."
"Bukannya kau sangat serakah tuan penjual."
"Serakah adalah bagian dari jiwa pedagang, Anda akan mengetahuinya saat mencoba masuk dalam bisnis ini."
"Kalau begitu aku akan terima pertandingan ini, akan kukalahkan pangeran tersebut bahkan raja sekaligus."
"Ini sepertinya akan menarik, aku akan bersikap netral jadi jangan khawatir soal itu."
"Aku bisa memegang perkataanmu."
"Tentu saja, bagi pedagang janji adalah hal yang harus dijaga sampai mati."
__ADS_1