Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 399 : Sebelum Ekspedisi


__ADS_3

Kota Eldar adalah sebuah kota luas tanpa terikat kerajaan ataupun negera tertentu, berdiri di ujung Utara benua, kota ini memiliki luas 4 hektar di sebelah kiri dari kekaisaran yang telah dijatuhkan jika kau melihat peta benua manusia keseluruhannya.


Kota ini adalah kota bebas bagi para petualang, untuk pembangunan sendiri diambil dari uang pajak para petualang selama satu tahun sekali, semuanya hampir diurusi oleh pihak guild sebagai pusat pemerintahan.


Setengah dari wilayah digunakan sebagai ladang dan sisanya adalah kota, ini mungkin kota terbesar yang dibuat umat manusia sejauh ini, saat kami menyusuri jalanan utama menuju guild beberapa orang dengan senang menyapa kami.


"Apa? Kalian dari luar kota kah, kau pasti akan menyukai tinggal di sini.. pastikan untuk tidak berbuat onar karena kami memberikan hukuman berat untuk orang seperti itu."


"Baiklah, akan kuingat itu."


"Semoga harimu menyenangkan."


Dibanding sapaan perkataannya lebih ke arah sebuah peringatan, tak masalah karenanya kota ini terasa lebih damai.


Harty melirik ke sana kemari dan berhenti di depan sebuah kios yang menawarkan beberapa sate panggang.


"Ayah berikan aku ini?"


"Aku bukan ayahmu," kataku demikian.


"Lihat kan, aku anak yang tidak diakui tolong tambahin dagingnya secara gratis."


"Berhentilah menipu orang lain, tidak...kami bukan keluarga, tolong pesan semuanya aku akan membayarnya."


"Te-terima kasih."


Hampir seluruhnya dimakan Harty sementara kami hanya makan secukupnya.


"Bagaimana rasanya Valentine apa kau menyukainya?"

__ADS_1


"Ini memang penuh dengan lemak tapi rasanya sangat enak."


"Kita bisa membelinya lagi nanti, bagaimana dengan Livia?"


"Enak tuan, benar-benar empuk."


"Syukurlah kalau begitu."


"Tunggu Lion, kau belum bertanya padaku?"


"Apapun yang kau makan pasti enak bukan."


"Aku benci orang yang mengetahui isi pikiranku."


Tidak ada yang tidak tahu apa yang dipikirkan Harty.


Dia orang yang mudah ditebak kurasa. Di guild receptionis hanya bisa tersenyum ragu saat melihat bahwa levelku hanya berada di level satu, untuk Harty, Livia dan juga Valentine mereka dilevel pertengahan yang menjanjikan seseorang untuk diajak berada di satu party terkenal.


"Tak masalah aku yakin dalam waktu singkat levelmu akan naik."


Itu jelas mustahil, sampai kapanpun tulisan levelku hanya akan satu, aku senang itu bisa menyembunyikan kekuatanku yang sesungguhnya namun di sisi lain terasa sedih juga jika banyak orang yang tak peduli padaku."


Seorang menepuk punggungku hingga aku menoleh dan menemukan seorang pria sepantaran berdiri bersama anggota partynya yang terdiri dari Tank, Arc Priest dan Sword Master sementara dirinya adalah Thief.


Itu adalah job yang lumrah ada di guild.


"Jangan khawatir aku yakin kau ini lebih kuat dari level satu."


"Tolong jangan mengasihaniku."

__ADS_1


Dia tertawa.


"Namaku Dalius, yang ini Farinda, Theo dan juga Siel."


Tank \= Theo.


Arc Priest \= Farida.


Sword Master \= Siel.


Thief \= Dalius.


"Namaku Lion."


"Begitu."


"Dalius," panggil Siel.


"Ah benar, kami akan pergi ke Labirin Besar, lain kali mari mengobrol."


"Tentu."


Aku hanya melihat kepergian mereka semua, petualang normal memang harusnya seperti itu.


"Ada apa suamiku?" ucap Valentine setelah keluar dari kerumunan orang-orang yang tertarik padanya.


"Bukan apa-apa, kita juga harus bersiap-siap untuk pergi ke Labirin Besar tapi kurasa kita bisa bersantai satu malam di penginapan."


"Kalau begitu aku sudah menemukan penginapan yang menjanjikan," katanya tersenyum senang.

__ADS_1


Yang dipilih Valentine adalah sebuah penginapan murah yang menyediakan pemandian air panas di dalamnya.


__ADS_2