Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 518 : Membuat Toko Untuk Ras Siren


__ADS_3

Di ruangan itu, aku, Clarisa dan Ratu Siren membahas tentang wisata air yang tempo hari telah kami bahas bersama.


Ratu Siren memanggil beberapa model pakaian renang yang tampak luar biasa dari sudut pria sepertiku.


"Mereka terlihat luar biasa bukan."


Aku dan Clarisa mengangguk mengiyakan sebelum Ratu Siren menjelaskan.


"Untuk sekarang ada sepuluh jenis pakaian renang untuk kami tawarkan pada pengunjung, mereka bisa membelinya di setiap toko yang telah disediakan dan juga alat-alat keselamatan akan dipinjamkan secara gratis juga."


Pelampung dan jaket keselamatan adalah kewajiban yang harus diberikan pada pengunjung kami.


"Untuk acara, setiap jam 10 kami akan menunjukan tarian para Siren hingga semua orang bisa menikmatinya."


"Itu menarik," jawab singkat Clarisa.


Model pakaian renang mulai meninggalkan ruangan dan kami membahas hal lainnya yang kurang.


"Area jet ski mungkin akan sangat berbahaya jadi kupikir untuk pertunjukan air seperti tarian kalian harus mempunyai tempat yang berbeda seperti bangku penonton serta kolam yang berada di tengahnya yang bisa dilihat dengan mudah."


"Ah itu pasti mengagumkan."


"Kita juga bisa menaruh wahana akuarium yang berisi berbagai macam ikan di tempat berbeda untuk diperlihatkan pada pengunjung."


"Lion, bukannya semua itu ide yang luar biasa."


"Ide ini sudah diterapkan oleh banyak orang di duniaku."


"Tetap saja itu mengagumkan"


Aku hanya meniru saja.

__ADS_1


"Dengan ini semua proposal untuk setiap bangunan bisa dibuat dengan baik, ada area hiburan, arena makan dan juga area keluarga, sekarang kita akan mulai pembangunannya."


"Oooohh."


Mereka semua berteriak senang, jika seseorang di kirim ke dunia lain aku sarankan dia meminta untuk bisa menggunakan sihir kayu karena itu sangatlah berguna, tidak heran dalam sekejap aku bisa membuat pertokoan dengan waktu singkat.


Ratu Siren berkata ke arah karyawan yang sebelumnya masing-masing sudah diberi tugasnya.


Para wanita hanya mengenakan pakaian renang sementara para pria hanya mengenakan celana pendek dan mereka secara bersemangat mulai mengisi berbagai barang yang telah mereka siapkan ke dalam toko masing-masing.


Ada yang menyediakan kafe yang menarik jadi aku mencoba apa yang mereka hidangkan yaitu omelette rice.


"Jadi enak, jadi enak, pyoon pyoon."


Aku meniru gerakannya juga.


Hal seperti ini yang membuat pria sangat tertarik, dengan gadis pelayan yang cantik yang hanya mengenakan pakaian renang dan sebuah sihir untuk membuat makanan yang kami pesan jadi enak.


"Lion kau sangat senang hingga menangis."


"Abaikan saja aku, aku akan mengajak semua orang di istana untuk datang juga ke sini."


"Kau ingin membuat mereka semua melakukan gerakan yang barusan."


"Berhentilah selalu membaca pikiranku."


Ratu Siren yang sejak tadi berjalan-jalan, muncul dan duduk di sampingku dan memesan minuman dingin untuk dirinya sendiri. Meski dia terlihat sangat lelah sepertinya dia sangat menikmatinya.


"Bagaimana situasi semuanya?" tanyaku pada ratu Siren yang baru saja meminum air dingin pesanannya.


"Semuanya sudah siap, besok kita bisa membukanya."

__ADS_1


"Syukurlah, Clarisa sepertinya tidak sabar untuk mencoba semuanya."


"Aku yang membuat semua peralatan itu tapi aku belum punya waktu untuk mencobanya."


"Bukannya itu aneh."


"Yah, aku ingin mencobanya semuanya saat buka nanti."


Mungkin dengan itu kesenangannya akan bertambah dua kali lipat. Sejak aku mengikuti Clarisa dalam pembuatan alat yang kuminta padanya memang benar, semua modelnya di uji coba oleh orang lain.


Satu orang yang sangat pandai memainkan semuanya jelas adalah Karina, aku tidak heran jika dia langsung jadi instruktur pelatih di tempat ini dan mengajari banyak orang dengan mudahnya.


Semuanya pasti akan berjalan dengan baik, aku yakin itu.


keesokan harinya semua orang di istana ikut datang ke wisata air yang disuguhkan oleh ras Siren dan menjadi acara keluarga bersama. Rion sedang hamil jadi dia duduk santai dengan segelas jus buah di tangannya.


"Lion tolong pijat tanganku."


"Dengan senang hati."


"Kupikir anak kita menendang barusan."


"Benarkah?"


Misa di sisi lain juga berkata.


"Suamiku tolong giliranku juga dipijat."


"Baik."


Keduanya sedang hamil sekarang dan ke depannya istriku yang lainnya juga akan menyusul, sebelum itu mari selesaikan tugas terakhir yang diberikan Amnesty padaku.

__ADS_1


__ADS_2