Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 90 : Penyihir Terkuat Dalam Sejarah


__ADS_3

Side Story : Lion hanya pria pada umumnya.


Aku tidak mau mengatakannya tapi sebenarnya aku juga ini pria sehat, walaupun aku tidak terlihat menjauhi hal seperti itu namun sebenarnya aku juga sama.


Saat Rion tertidur di sampingku terkadang aku menyentuh dadanya dan memainkannya beberapa saat.


Saat aku mendorongnya itu juga memberikan efek pantulan yang luar biasa, kelembutannya selalu membuatku kagum.


"Lion tolong lakukan dengan lembut."


Wajahku memutih seperti sebuah seprai kusut.


"Ri-Rion kau sudah bangun?"


"Saat kau melakukan itu aku selalu terbangun, tapi aku membiarkannya agar kau sedikit nyaman, lain kali kau bisa mengatakannya dulu."


Aku menutupi wajahku dengan memerah.


"Aku tidak bisa bilang itu," teriakku.


Side Story : Dewi ini sangat jahat sampai ke akarnya.


Di dalam ruangan yang tertutup itu Rion mengayunkan cambuk di tangannya selagi berteriak-teriak senang.


Wajahnya tertutup topeng milik Lion jadi semua orang tidak bisa mengenalinya.


Sementara itu pria di depannya yang diikat dengan rantai berteriak kesakitan namun bukan kesakitan biasanya, dia terlihat sangat menikmatinya.


"Tolong cambuk aku lagi."


"Hahaha sesuai yang kau minta."


"Aah .. ah."

__ADS_1


"Aku suka pekerjaanku ini, selanjutnya giliran siapa."


Sekitar 20 orang telah mengantri di toko hukuman.


Slide Story : Harty hanya suka makanan dan tidak bisa memilih antara uang.


"Nah, Harty aku memiliki daging dan uang, mana yang kau pilih."


"Rion, itu sangat sulit.. bisakah aku meminta bantuan untuk memutuskannya."


"Tentu saja, apa dari teman-teman atau pakar akademi?"


"Dari teman."


Yang muncul adalah Valentine.


"Valentine menurutmu apa aku harus memilih daging atau uang?"


"Itu pilihan sulit berapa uang yang ditawarkan?"


"Dan daging yang ditawarkan?"


"Satu porsi piring kecil."


Ekpresi Valentine memutih.


"Bukannya dengan uang kau bisa membeli banyak daging."


"Benar juga, kalau begitu aku memilih uang."


Hal itu bisa diputuskan setelah satu jam berlalu.


Side Story : Valentine dan pakaian barunya.

__ADS_1


Di toko yang terlihat begitu ramai, Valentine tampak memilih-milih pakaian seperti apa yang akan dibelinya.


Melihat itu pelayan wanita mendekat.


"Nona, apa ada yang saya bisa bantu."


"Aku sedikit kesulitan.... aku sebenarnya memiliki seorang yang kusukai dan aku ingin sesekali tampil untuk menyenangkannya."


"Ah, itu sangat mudah... silahkan ikut aku."


Setelah menerima saran dari si pelayan, Valentine mengganti pakaiannya untuk mencobanya, saat dia membuka tirainya dia segera menutupi bagian yang terbuka.


"Ini memalukan, satu pakaian lingerie erotis," sementara Valentine memerah si pelayan sebelumnya menangis dengan wajah puas.


"Sempurna."


"Aku akan mengambilnya."


Saat itu ditunjukkan pada Lion, dia pingsan karena terlalu gugup.


***


Aku dan Nibela pergi ke akademi Harfia lagi, berbeda dari sebelumnya kami mengenakan seragam akademi serta mulai sekarang kami akan tinggal di asrama yang telah disiapkan mereka.


Saat upacara penyambutan semuanya berjalan baik namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, aku tidak tahu alasannya akan tetapi aku malah dipanggil ke ruang kepala sekolah.


Pertama aku mengetuk pintu dan suara seorang wanita mempersilahkanku masuk.


Aku berdiri di depan wanita tersebut yang duduk bersandar di mejanya, dia mengenakan rok pendek ketat hitam, sementara bagian atas mengenakan kemeja putih tangan panjang dengan renda di bagian dadanya.


Rambutnya yang berwarna pirang dia ikat sanggul ke atas, dia seperti karakter anime cantik yang keluar dari dunianya.


Dia juga yang memberikan sambutan di upacara penerimaan siswa baru namanya Gracia Roux, seorang penyihir terkuat yang masih hidup saat di perang Ragnarok dan juga perang suci.

__ADS_1


Mungkinkah dia mengetahui identitasku.


__ADS_2