Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 33 : Malam Pembunuhan Bagian Satu


__ADS_3

Setelah perbicangan yang panjang itu aku duduk di atas tembok selagi menikmati kudapan kecil seharga beberapa koin tembaga.


Rasanya tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di duniaku berasal. Sebelumnya aku tinggal di Indonesia dan hidup dalam kemewahan setiap harinya, setiap hal yang kuinginkan dapat kumiliki dengan mudah hanya saja aku harus hidup sendiri tanpa seorang teman ataupun seseorang yang bisa aku andalkan hingga aku berakhir dengan kesepian.


Semenjak aku datang ke dunia ini hal seperti itu telah berubah seutuhnya, pertemuanku dengan dewi jahat Rion telah membawaku sejauh ini.


Aku kini memiliki teman serta menjalani kehidupan yang tidak membosankan meskipun suatu saat aku yakin bahwa siapapun yang ada di dunia ini akan memburuku habis-habisan.


Dalam skenario terburuk aku akan menjadi musuh para dewi yang mengelola dunia ini pada akhirnya aku juga akan dituntut untuk mengalahkan para pahlawan yang mereka kirim.


Itu hanya bagian dari monologku, aku akan senang jika seseorang mendengarkannya dengan baik terlebih dulu sebelum mendengarkan petualangku selanjutnya.


Sudah lama terakhir kali aku tidak memeriksa kartu petualangku jadi kuputuskan untuk melihatnya kembali.


Nama : Lion Adinata Perwira


Level : 1


Skill : [Magic Tree] [Seven Deadly Sins] [ World Magic : Water] [Divine Protection]


Kekuatan : Di bawah rata-rata.


Ketahanan : Di bawah rata-rata.

__ADS_1


Dan lain-lain.


Betapa ambigunya itu, dengan kata lain statisku lemah namun ini hanya yang tertulis saja, kekuatanku sesungguhnya telah melebihi yang bisa digambarkan.


Sampai sekarang tidak ada siapapun yang menyadarinya, itu seperti aku akan dianggap lemah oleh kebanyakan orang akan tetapi saat terdesak aku akan bisa diandalkan hingga semua orang terkagum-kagum padaku.


Ini hanya sesuatu yang kupikirkan, mari kesampingkan hal itu dulu.


Aku memasukan kembali kartu petualangku lalu menggantinya dengan informasi yang sebelumnya receptionis berikan pada Lena.


Alasan kenapa Lien membuat tembok ini adalah supaya untuk melindungi warganya dari raja yang berada di wilayah seberang, seperti yang kukatakan raja di sana sangat keji selain memiliki istri yang banyak seluruh wanita di sana diharuskan memberikan kesuciannya padanya sebagai pajak saat mereka berumur 20 tahun.


Melihatnya saja membuatku muak, aku jelas akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.


Hal itu bisa dilakukan hanya saja dengan satu syarat dia harus menyetorkan uang sewa yang tidak masuk akal pada raja tersebut hingga pada akhirnya dia harus mengorbankan sebagian penduduknya menjual diri mereka.


Untuk menyiasati hal ini dia selalu berpergian setiap bulannya dengan perahu dan mengunjungi beberapa rumah bordil di kota lain untuk menyewa beberapa wanita dan menjajalkan mereka di wilayah miliknya untuk melindungi sebagian penduduknya.


Rencananya memang berjalan mulus sayangnya raja itu mengambil jalan berbeda dengan mencelakainya lalu sedikit demi sedikit berniat menguasai kota ini kembali.


Singkatnya dari awal raja itu hanya ingin memanfaatkannya saja.


Dengan bantuan Lena aku telah mendapatkan beberapa daftar orang yang harus kubunuh malam ini.

__ADS_1


Saat matahari tenggelam sosok Rion muncul dengan anggunnya, kaki yang putih bersih itu mendarat dengan baik dengan gaun dan rambutnya berkibar ke samping.


"Lien, Valentine dan Harty sudah tertidur pulas," katanya demikian.


"Terima kasih Rion, aku tidak ingin melibatkan sesuatu yang buruk pada mereka."


"Begitukah... sayang sekali padahal wilayah ini sangat indah tapi hal seperti ini harus terjadi."


"Memang sungguh disayangkan akan tetapi hal seperti ini memang bisa terjadi dimana pun bahkan jika itu di dunia asalku juga. Yang salah bukan negara atau wilayahnya akan tetapi orang yang memimpinnya."


"Perkataan yang bagus. Sebagai dewimu aku hanya akan mengikutimu, aku sama sekali tidak peduli jalan seperti apa yang kau pilih."


"Bukannya terbalik?"


"Heh, benarkah hehe."


Rion berubah menjadi sebuah Katana yang kupegang dengan tangan kiriku.


Aku bangkit lalu mengenakan topengku selagi berkata tepat saat matahari tenggelam seutuhnya.


"Malam ini adalah malam pembunuhan."


Sebelum melompat ke wilayah Lien.

__ADS_1


__ADS_2