
Hari ini aku memeriksa pemukiman para ras rubah yang sepenuhnya telah selesai dari kemarin, berkat semua orang kota ini telah berhasil diselesaikan lebih cepat.
Aku tidak datang ke sini sendirian Ricol yang imut dan ceria turut menemaniku selagi dia berlari ke sana kemari dengan ekor mengibas ke kiri ke kanan.
"Lihat, ada toko pakaian di sini... toko roti dan semua orang punya rumah mereka."
"Hentikan Ricol, kau tidak boleh menempelkan wajahmu di jendela."
"Tak apa aku ingin melihat lebih dekat."
Jika semua orang tidak kenal padanya dia patut dicurigai. Dari jauh aku bisa melihat kumpulan orang-orang yang sedang bersemangat akan sesuatu jadi aku membawa Ricol ke sana.
"Tidak hentikan suamiku, aku ingin melihatnya lagi."
"Jika mau aku akan membelikannya nanti."
Kami menerobos kerumunan dan melihat beberapa pria kekar sedang asyik mempertunjukkan otot mereka yang mirip seorang binaragawan, tentu semua orang tahu siapa pemimpinnya di sana.
Dia adalah orang bertanggung jawab di sini sekaligus kepala desa sebelumnya bernama Dondon.
"Besok akan diadakan lomba lari, siapapun yang ingin ikut berpartisipasi diperbolehkan mendaftar dan ada hadiahnya loh."
__ADS_1
Baru menyadari kedatanganku Dondon segera menyapaku.
"Ah, yang mulia... kau tertarik melakukan ini, cepat lepas pakaianmu dan tunjukkan otot-ototmu, kau bisa menyembunyikan dari semua orang tapi aku tahu kau memiliki otot yang bagus juga."
Aku jelas menolaknya, tidak ada yang mau melihat pria telanjang dengan topeng mencurigakan. Ricol disampingku terengah-engah.
"Darimana kau tahu, kami menghabiskan malam bersama dan Lion benar-benar sangat luar biasa... semua otot itu."
"Stop."
Aku menutup mulutnya dan semua orang mulai menjauh dari kami dengan perasaan canggung sementara Dondon tertawa.
Ricol mengibaskan ekornya dengan mata berkaca-kaca yang mana akhirnya aku memutuskan untuk tidak menolaknya dan begitulah, keesokan paginya aku, Ricol dan beberapa orang juga turut bergabung.
Kami mengenakan kaos putih serta celana pendek dan berdiri di garis start bersama peserta lainnya.
"Berjuanglah mama, papa."
"Kami akan berjuang benar suamiku."
"Ah iya."
__ADS_1
Dondon hanya bertugas sebagai wasit saat dia berkata mulai kami pun bergegas berlari. Ini hanya perlombaan biasa jadi sihir dilarang di sini.
Aku dan Ricol berlari dengan tempo yang sama melewati beberapa peserta lain untuk berada di posisi tengah. Ini bukan hanya lari biasa akan ada halangan serta perangkap yang akan menjebakmu jadi harus berhati-hati.
Beberapa peserta telah terjerumus ke lubang, hingga aku dan Ricol melewatinya dengan baik. Membiarkan peserta lain di depan tidakkah buruk.
Saat aku berfikir hal itu aku meraih tangan Ricol yang hampir terjerumus juga.
"Kau baik-baik saja Ricol."
"Wah, hampir saja... kepala desa benar-benar membuat jebakan yang sangat sulit."
Aku juga setuju aku akan berfikir bahwa dia sebenarnya seorang veteran petulang atau ninja. Hampir jebakan yang dia buat tidak terlihat.
"Aku akan menarikmu."
"Baik."
Kami berlari kembali, ada beberapa peserta yang berhasil menyusul kami dan mereka berhasil lebih dulu melewati rintangan ini.
Rintangan selanjutnya adalah berjalan di atas kayu yang diletakkan di kolam lumpur, jika begini ini malah terlihat bukan lomba lari lagi.
__ADS_1