Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 314 : Pertarungan Habis-habisan Bagian Empat


__ADS_3

Sejauh ini jumlah iblis titan yang kami bunuh melebihi 500 ekor dan jumlah sisanya masih terbilang banyak. Pedang di tanganku telah menghisap mana sebanyak yang dia bisa hisap ditambah aku juga harus memasok mana untuk Wisteria dan Yukisa.


Ini benar-benar pertarungan yang menuntut semua orang berperang habis-habisan, aku melompat sejauh 80 meter memutar tubuhku untuk memenggal kepala iblis titan yang terakhir.


Dia jatuh dengan keras.


Wisteria dan Yukisa terduduk dengan lemas, mereka berdua melihat bangunan istana yang kini telah terbakar api hebat.


"Itu kekuatan Genjitsu," ucap Yukisa saat sebuah suara yang lain terdengar dari belakangku.


"Kena kau?"


Seorang pengecut yang menyerang seseorang dari belakang, dia adalah si mumi bernama Saratobi. Aku sejak awal sudah mewaspadainya jadi ketika dia muncul aku menusukan pedangku di tubuhnya.


"Guakh."


Dia menyemburkan darah dari mulutnya sebelum aku lempar ke samping. Darah yang berceceran di tanah berubah menjadi pedang sebanyak jumlahnya, kuperkirakan satu mili untuk satu pedang.


Wisteria dan Yukisa sudah tidak bisa bertarung dan aku hanya memiliki sedikit kekuatan untuk melawannya, kuayunkan pedang ke udara untuk menciptakan bilah bulan sabit yang tertuju pada si mumi yang mencoba bangkit.


Efek dari kekuatanku membuatnya terdorong ke belakang dimana dia masih berusaha menahan kekuatan tersebut, sebelumya aku lengah tapi untuk pertarungan ke dua aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

__ADS_1


Aku telah muncul di belakangnya untuk mengirim tebasan ke leher, dia menahan dengan pedang yang keluar dari lengannya kemudian dari seluruh punggungnya memaksaku untuk bersalto ke belakang.


"Hellfire."


Api dilesatkan dari lingkaran sihir yang kuciptakan, api itu terpental ke samping.


"Sayang sekali segala macam sihir hanya akan terpental jika terarah padaku."


Dia memiliki sesuatu yang istimewa padanya, Saratobi mempersempit jarak denganku, sejauh ini dia tidak berusaha mengincar dua orang yang berada di belakangnya.


Aku melirik ke arah Wisteria selagi berada dalam pertarungan, mengetahui apa yang kumaksud keduanya berjalan menjauh. Orang yang kulawan sekarang adalah orang yang sangat pengecut dia suka sekali menyerang musuhnya saat lengah dan bukan hal aneh jika dia mencoba untuk menyandera orang lain.


Kami saling membenturkan pedang beberapa saat sebelum menjaga jarak satu sama lain.


"Lion."


"Lion, aura yang kau keluarkan sama dengan wanita waktu itu.. apa kau manusia?"


"Entahlah."


Aku menghentakan kaki untuk melesat maju, orang ini penuh dengan tipuan jika aku terus meladeninya dia mungkin mempersiapkan sesuatu untuk mengulur waktu. Dia melukai tangannya sendiri berusaha mencipratkannya padaku, dengan sedikit kecepatan aku telah muncul di sampingnya untuk membenturkan pedang kembali.

__ADS_1


Dentrang... dentrang.... dentrang.


Lantunan dua bongkah logam yang berbenturan terdengar.


Kilatan cahaya muncul mengikuti pergerakan kami yang seolah menari-nari di udara, terlepas dari sifat pengecutnya orang ini jelas seorang yang disebut sebagai ahli pedang. Ketika pedangnya berhasil kupatahkan dia akan memunculkan kembali bilah tersebut dari darah yang dia teteskan.


Dentrang.


Kami berdua saling tertahan satu sama lain.


"Kenapa orang sepertimu bisa datang kemari sejauh ini, dunia bawah tidak pernah berurusan dengan manusia."


"Hanya kebetulan."


Mereka berusaha menyerang dunia manusia apa yang itu dinamakan tidak berurusan.


Aku mendorong tubuhnya ke belakang kemudian kuayunkan pedang secara horizontal menciptakan goresan di dadanya, darah yang keluar akan berubah jadi pedang sebisa mungkin aku harus segera memenggalnya.


Pedang diayunkan akan tetapi tanganku telah tertembus pedang dari segala arah dari dalam.


Bagaimana bisa? Aku jelas tidak terkena darahnya, ketika aku memikirkannya Saratobi melakukan gerakan sama untuk memenggal kepalaku.

__ADS_1


Aku menggunakan dosa mematikan kemarahan yang mana membuat tubuhku kebal, potongan pedang Saratobi terpental ke udara menancap di sisi lain dariku saat dia melompat mundur.


Apa orang ini hanya bisa dilawan oleh boneka atau semacamnya yang tidak memiliki darah. Hal itu masih menggangguku.


__ADS_2