Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 415 : Titan Legendaris


__ADS_3

Wajar saja jika Alteira tidak tahu situasi sekarang, dia sudah terkurung sejak lama di sini seolah dia memutuskan hubungan dari dunia luar.


Namun sekarang dunia telah berubah Titan sudah memiliki rumah mereka. Jika aku menjelaskan hal itu ia tidak akan mungkin percaya, satu cara untuk menyakinkannya adalah dengan sebuah pertaruhan.


Aku melepaskan topengku lalu menunjuk ke arahnya.


"Mari buat kesepakatan, jika kami menang kau harus ikut denganku kemanapun aku memintanya."


"Apa yang kau rencanakan?"


"Tidak ada, aku hanya ingin menyeretmu keluar dari sini dan sekali lagi memperlihatkan dunia yang berbeda padamu."


"Sungguh bodoh, dunia tetap akan sama seperti yang kukenal."


"Apa kau takut."


"Lalu bagaimana jika aku menang?"


"Akan kusediakan nyawa para petualang untuk membangun labirin ini."


"Itu bukan tawaran yang buruk, aku menerimanya."

__ADS_1


Aku melirik ke arah Livia dan ia mengangguk mengiyakan. Dari tubuh kami berdua asap mengepul ke udara begitu juga Alteira.


Ketika kami sama-sama berlari tubuh kami telah berubah menjadi titan, berbeda dengan kami tubuh Alteira tidak diselimuti zirah besi melainkan sebuah tanaman. Aku dan Livia mengirim tinju kami dan dengan mudah ditahan tangan Alteira.


Dia mengangkat tubuh kami lalu melemparkannya ke belakang menabrak batu bintang.


Alteira adalah pemimpin titan pertama benua ini, ia adalah wanita cantik yang memerintah dengan kebaikan, saat ras manusia menggempurnya Lu Shang memberikannya kesepakatan.


"Biar aku yang akan menggantikanmu untuk memimpin seluruh ras kita, meski ini akan menjadi kekalahan itu lebih baik dibanding kau melihat bagaimana negaramu dihancurkan."


Alteira menerimanya lalu pergi dari negaranya dan membangun menara ini. Dia hanya orang yang tak ingin bertarung, keputusasaan lah yang membuatnya seperti ini.


Aku dan Livia sekali lagi bergerak untuk menghentikan pergerakan Alteira dari samping, dia mencoba untuk menghentikanku lebih dulu dan aku menghindari pukulan yang dilesatkannya dengan cara menarik setengah tubuhku ke belakang.


Di saat yang sama aku juga berusaha memukulnya dan ia bergerak dengan mudahnya sebelum menyelinap ke depanku lalu mencengkeram pinggangku dan melemparkannya menabrak Livia yang bangkit.


Dia mengarahkan tangannya lalu berkata meskipun mulutnya tidak bergerak.


"Return."


Aku dan Livia tercengang, tubuh raksasa kami menghilang menjadi tubuh sedia kala.

__ADS_1


Alteira juga merubah dirinya dalam bentuk manusia.


"Aku sudah melihat wujud raksasa kalian, sayangnya dengan kemampuan seperti itu hampir mustahil untuk mengalahkanku.. jika dengan wujud kalian seperti ini paling tidak kalian bisa sedikit mencoba."


Sayangnya itu memang benar.


"Jadi ini kekuatan iblis legendaris," ucap Livia.


"Majulah kalian berdua."


Kami menarik pedang sebelum melesat padanya, kulayangkan ayunan pedang milikku dan dia dengan santai menghindarinya. Pedang Livia terayun juga, dengan gerakan sulit dibayangkan dia mempersempit jarak memukul perut hingga menghempaskan Livia ke belakang.


Aku menyerang dari belakang dan dia memunculkan tanaman dari tangannya lalu menahannya dengan itu.


"Keras sekali."


Kami saling membenturkan senjata beberapa kali, Livia yang telah bangkit menebas dari bawah ke atas.


Terkejut dengan pergerakannya Alteira sedikit mundur dan itu merupakan kesempatanku. Dengan mata berbentuk pola bintang kulesatkan Lightning Strike.


Menghantam tubuhnya lalu mendorongnya ke belakang dengan sedikit ledakan.

__ADS_1


Aku tahu itu tidak cukup untuk mengalahkan monster sepertinya.


__ADS_2