
"Yang mulia akhirnya datang hari ini."
"Iya."
"Anda sendirian?"
"Ada aku."
Rion muncul dari belakangku selagi melambaikan tangan dengan gembira.
"Nona Rion ternyata, baiklah... tunggu sebentar, aku akan mengambil pesanannya."
Ini adalah toko pandai besi yang beberapa hari lalu aku singgahi bersama Ireta. Sementara Rion berkeliling untuk memperhatikan apapun di toko ini aku diam menunggu sampai pemiliknya muncul lalu memberikanku dua pedang jenis katana dengan bilah berwarna hitam.
Walau terasa berat seiring waktu aku yakin bisa terbiasa dengan ini.
"Bagaimana?"
"Bagus, aku yakin bisa menggunakannya dengan baik."
"Syukurlah, ngomong-ngomong aku juga memiliki pakaian bagus yang tahan dengan goresan sihir dan pedang, apa yang mulia ingin mencobanya?"
"Aku ingin melihatnya."
Aku mengenakan sebuah kemeja putih dengan celana warna serupa yang ditambahkan aksesoris sepatu boot di kakiku, aku juga mengenakan mantel panjang dengan warna hitam sementara dua pedang kusisipkan di pinggangku.
__ADS_1
"Sangat keren, Lion memang cocok mengenakannya."
"Begitukah? Tapi kurasa ini terlalu mencolok."
"Warna putih yang dipadukan dengan warna hitam adalah pencampuran yang bagus, yang mulia terlihat cocok mengenakannya."
Kupikir aku akan membelinya, itu akan sangat berguna jika bisa menahan tebasan pedang musuh. Selepas mengambil pedangku akan lebih baik jika aku mencobanya untuk mengalahkan beberapa monster, untuk kedua kalinya setelah waktu lama aku kembali ke guild di kota Apa.
Terakhir kali aku pernah memotong tangan seseorang tapi kurasa semua orang akan melupakanku atau mungkin sebaliknya.
Orang-orang mulai menjauhiku namun aku memilih mengabaikannya dan lalu berjalan ke loket penerimaan.
"Apa ada yang bisa saya bantu?"
Rion menggebrak meja seolah seperti seorang preman hingga dia terkejut.
"Lima terlalu banyak," protesku tapi tak didengar sama sekali.
"Jangan khawatir suamiku, jika mengetesnya hanya untuk satu saja itu tidaklah cukup."
"A-aku mengerti, biar aku periksa."
"Itu baru bagus."
Kupikir tak masalah untuk mengikuti keegoisan Rion. Lima permintaan guild telah dikonfirmasi.
__ADS_1
Pertama aku pergi ke saluran bawah air kota di mana dikatakan bahwa ada seekor monster yang tinggal di dalam sini, beberapa orang pernah mendengar suara yang mengerikan dari sini dan saat malam hari suaranya terdengar jelas.
Karena takut tidak ada siapapun yang mau memeriksa, kecuali aku, Rion dan satu lagi seorang wanita dari guild sebagai pengawas.
"Kau yakin ingin ikut dengan kami berdua?" tanya Rion padanya.
"Iya, sebelumnya mohon maaf tapi kelima guest yang saya berikan adalah quest khusus... ini agar tidak ada kecurangan dan saya bisa memastikannya langsung dan memberikan laporan ke atasan saya."
Rion menambahkan.
"Itu berarti jika Lion gagal, kau juga bisa terbunuh."
"Ini sudah resiko pekerjaan namun jika tuan dan nona berhasil aku bisa mendapatkan keuntungan tinggi dan bukan hal mustahil bisa pensiun dari pekerjaan saat ini."
"Owh itu kedengarannya bagus... yah, jangan khawatir Lion bisa diandalkan meskipun dia memakai topeng mencurigakan."
Aku hanya menghela nafas panjang sebelum terus melangkahkan kakiku maju.
"Apa tuan Lion akan bertarung sendirian."
"Um.. dia haus darah hari ini."
"Jangan menyebarkan gosip aneh-aneh tentangku.," kataku lemas lalu melanjutkan.
"Tapi mengejutkan juga bahwa nona masih mau memberikanku kesempatan setelah melihat bahwa aku hanya level satu saja... apa Anda benar-benar yakin padaku?"
__ADS_1
"Setelah melihat reaksi yang lain sulit untuk tidak percaya," balasnya ringan dan itu memang benar.