Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 505 : Parade Mimpi Buruk


__ADS_3

Di atas pulau melayang, Nightmare menatap para naga dalam wujud manusia mereka terarah padanya.


Dia menyeringai lalu mengarahkan tangannya hingga dalam sekejap dinding yang melindungi kota tersebut hancur berserakan menghasilkan suara dari pecahan bola kaca.


Dia membentangkan tangannya dalam tawa.


"Pemandangan yang indah sekali, sebelumnya kalian membunuh orang tuaku, sekarang giliran kalian semua yang mati."


Beberapa naga pria menggeretakkan giginya sebelum berubah jadi naga untuk melesat ke arah Nightmare. Itu hanya sebuah langkah untuk bunuh diri meski begitu Nightmare tidak ingin membunuh mereka dengan cepat, dia akan membuat mereka membayar dengan rasa keputusasaan serta rasa sakit yang melebihi sebuah mimpi buruk.


Hanya dalam hitungan detik, naga yang terbang ke arah Nightmare berjatuhan begitu juga naga lainnya yang ada di bawahnya, dari mata mereka darah hitam mengalir hingga mereka semua berteriak mengerikan secara bersamaan sebelum tertidur dalam mimpi buruk, seberapa besar mereka ingin melarikan diri mereka tidak bisa melakukannya.


Setiap orang hanya bisa menerima mimpi buruk mereka, bahkan jika dikatakan mati adalah sesuatu yang lebih baik dibandingkan terus menderita.


Di dalam mimpi mereka dibunuh ribuan kali dan juga disuguhkan pemandangan yang mengerikan seperti keluarga mereka yang mati, hidup mereka yang menyedihkan dan seterusnya, yang akan terus berulang, mirip seperti reinkarnasi hanya saja mereka hidup di dalam mimpi tersebut.


Meski mereka bangun mental mereka telah dilahap seutuhnya hingga hanya kegilaan dan ketidakwarasan saja yang dapat mereka rasakan. Nightmare mendaratkan kakinya lalu menciptakan kursi dari tulang berulang yang mana ia duduki dengan santainya.

__ADS_1


Wajahnya tersenyum saat seekor naga terbang dengan seorang wanita yang berdiri di punggungnya.


Dia adalah Clarisa Marie dan juga ratu dari pulau ini, Harty.


Keduanya mendarat dengan baik dimana Harty memilih untuk bertarung dalam wujud manusianya.


"Lama tak bertemu guru, hmm apa yang membuatmu datang kemari dengan seekor naga?"


"Aku datang untuk menghentikanmu."


"Bukannya guru tidak ingin menghentikanku bahkan saat aku memulai ini."


"Jangan begitu, aku masih muridmu yang manis."


Nightmare mengelukan peti mati yang di dalamnya berisi mayat hidup dari kaisar pertama.


"Hoyah, kau menggunakan cara licik juga."

__ADS_1


"Aku tidak perlu melawan kroco dengan tanganku sendiri, aku lebih suka melihat penderitaan kalian dari tempatku duduk."


"Aku akan membunuhnya."


Harty melangkah maju dengan hempasan tanah yang ke terlempar ke udara lewat pijakannya.


"Hati-hati Harty, jangan sampai kau tergigit mayat hidup itu."


"Entah ratu naga atau dewa naga semuanya hanya makhluk rendahan yang ada di bawah kakiku."


Pukulan Harty di tahan baik oleh mayat hidup tersebut kemudian dari posisi bertahan dia menyerang sebagai balasan, tangan Harty mengeluarkan suara patah saat mayat hidup itu memutarnya lalu melemparkannya ke arah Clarisa Marie yang siap menangkapnya.


"Sayang sekali tanganmu itu hanya tangan buatan, apa kau masih bisa menggunakan kekuatan titanmu... kupikir Solomon membuatmu kerepotan."


"Jangan khawatir paling tidak aku bisa membuat sihir yang bagus."


Lingkaran sihir dengan pola kepala banteng muncul lewat tangannya dan dari sana sebuah semburan api melahap tubuh mayat hidup itu hingga tak tersisa lagi.

__ADS_1


"Jadi ini kekuatan sesungguhnya darimu guru, tak hanya sebagai titan kau juga adalah seorang penyihir kegelapan."


"Apa kau lupa akulah yang membangun perpustakaan terlarang dan mengajari banyak hal padamu, wahai muridku Noir Jessamyn."


__ADS_2