
Siang harinya Rion muncul dengan dua orang yang dibawanya dari luar, gadis penginapan tampak terkejut dengan itu.
Salah satu gadis adalah seorang demi-human kucing karena itu namanya gadis kucing dan satu lagi adalah gadis biasa.
Entah gadis kucing atau gadis biasa keduanya memiliki penampilan lusuh seolah Rion temukan di jalanan.
"Siapa mereka?" tanya gadis penginapan.
"Apa yang siapa? Mereka berdua mulai sekarang akan tinggal di sini dan bekerja untukmu.. Pastikan untuk membayar upah mereka juga."
Gadis kucing terlihat memiliki kepribadian percaya diri walau agak sedikit kikuk, sementara gadis biasa agak pemalu namun sangat bertalenta dalam memasak.
Setelah memberikan pakaian pelayan dan saling memperkenalkan diri mereka bersama-sama menyusun meja serta mempercantik dekorasi rumah. Untuk tempat tinggal kedua pegawai baru karena ini penginapan banyak kamar yang bisa digunakan.
Kafe hanya dibangun di lantai paling bawah.
Ngomong-ngomong untuk nama kafe ini disebut sebagai kafetaria. Itu lebih sederhana dan simpel dibanding nama Rion yang semuanya jelas mencurigakan.
Gadis kucing menata meja, gadis biasa membersihkan lantai, gadis penginapan mulai menyusun area dapur sementara Rion membersihkan jendela.
Orang-orang berkumpul hanya dengan posisi Rion yang sekarang. Dia juga mengenakan pakaian pelayan.
"Ara, rokokku sepertinya terlalu pendek... apa kalian melihatnya."
"Kami melihatnya... garis belalang cukup biasa tapi jika nona Rion yang memakainya jadi luar biasa."
"Aku suka yang bergambar beruang."
"Aku juga."
__ADS_1
Buaakh.
Gadis penginapan yang melihatnya hanya terkejut selagi menyemburkan air dari mulutnya sementara pegawainya menggeleng-gelengkan kepalanya. Yang dilakukan Rion sama seperti sebuah promosi secara tidak langsung, saat kafetaria dibuka semua pengunjung telah memenuhi tempatnya.
Ada antrian panjang juga di luarnya.
"Tolong minumannya," teriak gadis kucing.
"Ba-baik, akan kusiapkan secepatnya."
"Dagingnya masih belum."
"Tolong suruh pelanggannya menunggu," balas gadis biasa.
Rion dan gadis kucing bertugas di depan sementara dua sisanya di dapur, hari itu mereka benar-benar seperti berada dalam pertarungan.
Setelah selesai mereka tertawa bersama, mandi bersama serta makan bersama dan menceritakan berbagai hal yang mereka alami.
Tembok Suci Maria telah menjadi tembok sesungguhnya yang melindungi semua penduduknya. Ini adalah perpisahan untuk Rion dan ketiganya.
Rion mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada gadis penginapan, dibanding merangkul dengan jabatan yang sama gadis penginapan memeluknya dengan erat.
"Aku tidak ingin berpisah dengan Rion, mungkin aku jatuh cinta padamu."
"Jangan seperti itu, aku sudah mengatakan bahwa aku suatu hari akan pergi."
"Tapi."
"Berhentilah menangis."
__ADS_1
Setelah gadis penginapan, gadis kucing dan gadis biasa juga turut memeluk Rion dengan erat, keduanya sebelumnya hanya tinggal di jalanan tapi sekarang mereka telah memiliki kehidupan lebih baik.
Rion tersenyum lembut seolah seperti seorang ibu yang sudah cukup lama memperhatikan anaknya tumbuh, gadis penginapan telah menikah dan memiliki suami dan anak yang cantik. Sementara kedua gadis lainnya akan menyusul di kemudian hari.
Membayangkannya membuat Rion tersenyum lembut namun jauh di dalam hatinya dia juga akan merasa kesepian.
"Kalau begitu jaga diri kalian, hari yang kuhabiskan dengan kalian sangat menyenangkan."
Mereka semua membungkuk dengan sopan dan bersama-sama berkata.
"Terima kasih atas segalanya."
"Dadah."
Rion melambaikan tangan selagi berjalan pergi semua orang yang menyaksikan hanya menyeka air mata di wajah mereka.
"Mereka orang-orang yang baik," suara itu berasal dari Venus yang bersandar di pohon seolah menunggu kedatangan Rion di dalam hutan.
"Terima kasih sudah mau menunggu selama 8 tahun."
"Tidak, bukan masalah... bagiku itu sama seperti sehari. Mari ikuti aku.. aku sudah membawa orang-orang untuk kau bunuh."
"Bukannya itu malah seperti aku pembunuh bayaran."
"Terserah kau saja mau bilang apa."
"Hey Venus, apa kau tidak ingin mengenakan pakaian? Orang-orang mulai mengatakan kau pendeta mesum.. kebanyakan mengomentari payudaramu juga."
"..."
__ADS_1
Rion satu kali lagi melirik ke arah tembok lalu bergumam. "Selamat tinggal," sebelum mengikuti Venus dari belakang.