Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 191 : Awal Petualangan Baru


__ADS_3

Dua Minggu semenjak kematian Ranger semua orang kembali ke kehidupan damainya, entah itu benua iblis atau manusia keduanya telah memulai membangun kembali tempat tinggal mereka yang telah dihancurkan.


Setelah peperangan yang lama melawan Titan akhirnya ini telah selesai, meskipun keberadaan Nightmare belum kami ketahui. Aku yakin dia sedang merencanakan sesuatu dan mencoba bermain-main dengan dunia ini.


Terlebih dia juga pasti bergabung dengan Solomon, saat di ruang hampa aku sama sekali tidak menemukannya dengan kata lain sebelum Venus masuk ke dalam sana dia sebenarnya telah keluar sejak lama.


Satu peperangan telah selesai dan satu peperangan lain telah menunggu, aku menggumamkan hal itu selagi berjalan maju dan berdiri di samping Livia yang hanya diam memperhatikan pemandangan tepi danau ini.


Negaraku berada di tengah danau yang menjadikannya tampak indah saat menjelang sore hari.


Livia melepaskan ikatan rambutnya membuat rambut ekor kudanya menjadi terurai indah. Dibanding tinggal bersama rasnya dia memilih untuk tinggal di sini.


Aku memulai pembicaraan.


"Ranger menitipkan pesan padaku untukmu."


Pandangannya sedikit sedih namun dia sepertinya sudah mengetahui apa itu.


"Dia tidak mencintaiku bukan."


"Iya, dia terlalu kejam... bahkan di akhirnya dia tidak mau membuatmu sedih."


Livia tidak mengatakan apapun kecuali berlutut di dekatku.


"Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Aku sudah tidak memiliki hal yang bisa kulakukan, untuk sekarang biarkan aku melayanimu."


Aku jelas terkejut.


"Tunggu sebentar, kau sudah tidak perlu bertarung lagi, kau bisa menjalani hidupmu dengan yang lainnya."


"Tidak, ini sudah keputusanku... aku mohon."


Aku tidak tahu sebenarnya seberapa banyak wanita yang akan terus bermunculan di dekatku, bukan berarti aku tidak menyukainya tapi ini membuatku terlihat sengaja melakukannya.


Aku menghela nafas panjang lalu menggaruk kepalaku.


"Aku mengerti, lakukan apa yang kau mau."


"Terima kasih banyak."


Aku tidak mengatakan apapun kecuali hanya tersenyum masam sebagai balasan, kukira kehidupan di dunia lain ini masihlah panjang untukku.


Beberapa hari berikutnya aku kembali mengecek setiap bangunan di negaraku. Ada beberapa toko yang harus kusiapkan di sini pertama toko bahan makanan, kedua toko pakaian dan juga beberapa toko pendukung lainnya.


Sebelumnya para elf hanya tinggal terisolasi dalam hutan jadi keahlian mereka terbatas sehingga aku perlu seseorang untuk mengajari mereka banyak hal karena itu aku meminta kedua pelayanku Friella dan Laina untuk membuka kelas pengajar.


Mereka sebelumnya adalah budak yang terlatih dalam segala hal jadi keduanya dapat diandalkan.


Sementara jembatan penghubung sudah selesai dibangun aku juga harus memikirkan langkah selanjutnya.

__ADS_1


Satu kota tidak akan bisa menopang satu negara karena Itulah akan lebih baik untuk membuat kota-kota lainnya termasuk desa dan juga para bangsawan untuk mengatur semuanya agar lebih baik.


Aku juga harus membuat organisasi seperti kesatria dan juga pusat keagamaan yang menyembah Dewi Aira dan Rion. Walau mereka tidak tinggal di alam dewi lagi mereka masihlah melakukan tugas mereka, aku sudah mengatakannya pada Amnesty dan ia tidak keberatan untuk itu.


Mengingat pekerjaanku masih banyak itu hanya membuatku merasa kelelahan, yah paling tidak bukan aku saja yang disibukan dengan ini.


Aku telah menyeret beberapa orang untuk melakukan hal sama jadi ini membuatku tertawa.


Rion, Aira, Valentine dan juga Harty muncul selagi menatapku sinis.


"Sepertinya Lion telah berubah jadi jahat."


"Sepertinya begitu, tertawanya juga mirip."


"Itu semua berkatku, dia adalah utusan dewi jahat jadi jiwanya juga harus jahat."


"Kalian suka seenaknya saja."


"Aku senang jadi bagian kelompok ini," potong Aira.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Rion.


"Benua manusia bukan hanya kerajaan ortodok suci saja, banyak kerajaan lainnya juga di sana karena itu aku ingin mengunjungi semuanya dan mencari tahu bagaimana mereka hidup, aku ingin belajar dan mencoba menerapkan untuk negara kita."


"Jika Lion berkata demikian, aku tidak masalah... namun bukannya itu terdengar lari dari tanggung jawab, Lion adalah raja... apa Lion mau mengabaikan tempat ini?" ucap Valentine.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, bukannya aku memiliki orang-orang yang hebat untuk membuat negaraku maju, aku hanya akan sesekali kembali ke sini untuk mengeceknya. Lagipula aku percaya negara tidaklah dibangun oleh satu orang melainkan oleh penduduknya sendiri. Dengan begitu semua orang akan merasa nyaman tinggal di dalamnya."


Aku melirik ke arah langit di mana beberapa burung terbang di sana dengan bebas


__ADS_2