
Pertarungan dimulai kembali di mana yang akan bertanding adalah Harty melawan seorang pria berotot lainnya.
"Aku akan menghancurkan gadis kecil ini haha."
Pria itu berperan sebagai pria jahat.
Dengan satu pukulan Harty, orang itu melesat ke langit hingga sosoknya menghilang jauh di sana.
"Pemenangnya Harty."
Aku bisa menebaknya dari awal.
Kemudian disusul Valentine yang harus melawan wanita demi-human serigala yang terlihat sangat kuat.
Rion di sampingku terus menyemangatinya sama seperti yang dia lakukan pada Harty.
"Berjuanglah Valentine, hancurkan musuh-musuhmu, yeeey.."
Dia sibuk sendiri.
Untuk Nibela juga sama.
Karena tingkahnya lucu tidak ada yang memprosesnya walaupun berisik. Valentine menghela nafas sebelum melesat maju, menggunakan pijakannya dia melompat di atas musuh untuk memberikan tendangan gunting yang mana ditahan baik oleh demi-human tersebut hingga Valentine harus melompat mundur menjaga jarak.
Tanpa memberikan jeda gadis serigala meluncur untuk mengirim serangan balasan berupa pukulan cepat seolah dia sudah terlatih sejak lama.
Hanya dengan waktu dua menit Valentine keluar arena dan Nibela menangkapnya di bawah.
"Pemenangnya Risela."
Orang-orang menunjukan penghormatan padanya dengan tepuk tangan meriah, aku sedikit menyayangkannya tapi Valentine lebih kuat saat menggunakan sihir. Jika ini pertarungan sihir ia berada di peringkat atas.
Valentine mendekat ke arahku selagi tersenyum pahit.
__ADS_1
"Aku kalah, maaf."
Aku merangkul bahunya.
"Tidak usah dipikirkan, Valentine sudah berjuang keras... apa tubuhmu ada yang sakit? Aku akan menyembuhkannya."
"Tidak, sepertinya gadis bernama Risela sedikit menahan serangannya."
"Syukurlah."
Aku melirik ke arah Risela yang telah memasuki petarungan berikutnya sepertinya dia akan menjadi penantang yang paling kuat yang akan dihadapi Harty.
Risela memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang Harty di depannya yang hanya diam selagi mengupil.
"Serang saja di mana yang kau suka."
"Jangan remehkan aku."
Ketika Risela meluncur satu pukulan langsung menumbangkannya.
"Pemenangnya Harty."
Aku memegangi wajahku dengan tangan.
"Dia mengalahkannya dengan mudah."
Valentine yang sebelumnya bertarung melawan Risela juga terlihat shock karenanya.
"Dia seekor naga Valentine, tenangkan dirimu."
"Awawa."
Untuk pertarungan Nibela malah lebih tidak masuk akal, dia menang dengan mudah bahkan sebelum Nibela memberi pukulan mereka langsung melarikan diri.
__ADS_1
Sungguh pertarungan yang aneh.
Setelah beberapa pertarungan berikutnya pada akhirnya hanya dua kontestan yang akan bertarung di babak final.
Tanpa dikatakan pun semua orang sudah tahu, di sudut kiri ada Harty yang dengan santai melakukan pemanasan dan di sisi lain Nibela yang menatap dengan serius.
"Maaf Nibela, walau kita teman pertandingan tetaplah pertandingan, aku tidak akan mengalah. Jika aku yang menang aku akan mentraktir semuanya."
"Aku juga berfikiran sama, mari selesaikan pertarungan ini dengan cepat"
"Tentu saja."
Atmosfer ini terasa mencekam.
Keduanya mengirim pukulan yang sama kuatnya, saat berbenturan itu menghasilkan hembusan angin kencang hingga semua wanita berteriak," Kyaa," demi mempertahankan rok mereka.
Sementara itu para pria diterbangkan jauh, ada beberapa juga yang harus kehilangan rambut palsu mereka.
"Ini bukan lagi pertarungan manusia, ini pertarungan monster," kataku demikian.
Mereka bergerak dengan kecepatan yang sulit dilihat bahkan petarungan terjadi di udara dan tahu-tahu.
Bam.
Arena mengalami keretakan.
Apa semua Titan bisa bertarung seperti itu.
"Kurasa tidak, aku yakin seseorang telah mengajarinya bertarung," balas Rion.
Yah, dia membaca pikiranku lagi.
Nibela muncul di samping Harty untuk mengirimkan tendangan kakinya, itu ditahan baik oleh Harty selanjutnya dia mencengkeram kerah sebagai serangan balasan lalu membanting tubuh Nibela ke bawah hingga meledak dahsyat membuat material berhamburan ke udara.
__ADS_1
Itu menjadi pertarungan akhir.