
Charlotte menjelaskan.
"Felly adalah roh hutan, dulu sekali rumahnya menjadi lokasi peperangan hingga semuanya hancur tak bersisa."
"Itu adalah kesalahan manusia yang menginvasi wilayah Titan," dia menegaskan penuh kebencian.
"Berhati-hatilah Kizuna, dia bukan roh yang mudah dihadapi."
Tepat saat Charlotte memperingatiku, sosok Erik muncul di belakangnya dengan dua pedang yang siap dia putar.
Darah menyembur ke udara saat sebuah rantai dengan ujung tombak menusuknya layaknya sebuah boneka.
"Kau tidak bisa mengalahkanku Erik, kau hanya orang lemah? Dan orang lemah tidak dibutuhkan di dunia ini."
"Guakh."
"Hentikan Marshell."
Felly berubah menjadi pedang dengan ujung gagang terikat rantai, saat kusadari darah menyembur dari tubuh Erik.
"Kau masih bisa bergerak?"
Bukannya melawan Erik lebih memilih melemparkan pedangnya ke arahku agar menancap di tanah hingga keduanya berubah jadi ke bentuk manusia.
"Tuan?"
Aku hendak menyelamatkannya namun semuanya telah terlambat. Kepala yang tersenyum itu dipenggal dengan rapih kemudian jatuh ke bawah.
Suara yang memuakkan terdengar dari tubuh yang menyemburkan darah ke udara.
"Beraninya kau Marshell."
Aku berkata dengan suara mengutuk.
"Kizuna?" panggil Rose dan Nia.
"Aku akan menghukum kalian berdua jadi diam di sana."
"Maafkan kami."
__ADS_1
Aku melompat dengan bantuan sihir untuk muncul di depan Marshell, kuayunkan pedang dari atas yang mana dihindari Marshell dengan melompat ke bawah.
Rumah yang mendapatkan tebasanku terbelah menjadi dua bagian lalu hancur berserakan.
"Sudah kuduga kau memang lawanku yang seimbang."
"Marshell sialan."
Kami berdua bertarung dengan pedang, setiap tubrukan menghasilkan ledakan luar biasa bersamaan suara yang memekakkan telinga.
"Tenanglah Kizuna, kau bertarung sembarangan."
"Bagus, bagus tunjukan lebih lagi."
Sebuah tendangan menghantam perutku hingga aku terlempar ke arah satu Titan yang membuka mulutnya, dia hendak memakanku namun aku menebasnya hingga roboh.
"Kizuna, kau tidak akan bisa mengalahkannya jika emosimu tidak terkendali, KIZUNA."
Teriakkan Charlotte menyadarkanku.
"Maafkan aku."
"Aku mengerti."
"Oi, oi, kau tidak menyerangku... ini tidak menarik. Kalau begitu aku yang akan memancingmu."
Marshell menciptakan lingkaran sihir yang menembakan puluhan rantai dari sana. Aku memasukan pedangku tersarung dengan posisi tubuh menyamping.
"Matilah kau Kizuna."
"Aliran Bunga Teratai...Tebasan Kematian."
Prang.
Seluruh rantai terpotong dengan baik termasuk ke dua tangan Marshell. Aku muncul di belakangnya dengan tatapan mengerikan.
"Tunggu Kizuna, yang tadi cuma candaan."
"Apakah candaanmu bisa menghidupkan Erik kembali."
__ADS_1
"Tidaaaaak"
Aku menebas tubuhnya hingga terbelah menjadi dua bagian. Felly berubah menjadi manusia dan hendak melarikan diri, tentu aku tidak membiarkannya dan lalu menginjaknya sampai tubuhnya terdorong ke tanah dengan ledakan besar.
Material debu berjatuhan hingga sedikit menempel di rambutku.
"Kizuna kurasa itu sudah cukup, Felly hanya korban dari peperangan yang terjadi, lagipula tanpa membunuhnya Erik tetap akan mati, dia sudah kehilangan ingatannya, walaupun hidup dia hanya akan menjadi boneka Venus."
"Kurasa kau benar, pergilah dari sini dan juga jangan pernah ikut campur dalam peperangan yang terjadi... aku berjanji akan mengubah dunia ini, di mana entah kau atau makhluk lain akan mendapatkan kehidupan damai."
"Aku bisa memegang janjimu."
"Tentu."
Aku menarik kakiku dan kemudian Felly buru-buru berlari menjauh.
Aku bisa menjamin dia tidak akan lagi muncul di depan siapapun. Lebih dari itu.
Sekitar enam Titan berlari ke arahku dengan kecepatan tinggi, mereka menjejalkan kaki mereka menciptakan getaran di tanah.
Saat mereka membuka mulutnya untuk menyergapku, hanya kematian yang dapat aku berikan.
Tubuh mereka mulai menyusut kembali, dari awal mereka adalah manusia.
"Sebaiknya kau muncul."
"Kau menyadarinya juga, aku sebaiknya tidak meragukanmu."
Yang muncul adalah seorang wanita berambut pirang sebahu.
"Kau membantu Marshell dan merubah penduduk ini menjadi Titan?"
"Benar, sayangnya cukup lama membuat ramuannya, jadi aku harus kembali membuatnya dari awal lagipula hanya aku yang bisa melakukannya."
"Siapa namamu?"
"Rumia salah satu komandan tertinggi dari Titan yang dikenal sebagai penyihir terkuat."
"Jangan khawatir, aku akan memastikanmu mati di sini."
__ADS_1
"Itu juga kalau kau bisa."