Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 47 : Goblin King


__ADS_3

Menyerahkan monster kuat untuk dihadapi Roxy, Amarzuki dan Karl. Aku telah mengalahkan para goblin di sekelilingku.


Harty muncul dengan nada lemas.


"Aku sudah berhasil mengalahkan mereka."


Ada sesuatu di atas kepalanya.


"Kau, kepalamu bocor," teriakku pada Harty.


"Apa? Sejak kapan ada kapak besar di kepalaku."


Jika manusia dia pasti sudah tewas barusan.


Valentine juga mendaratkan kakinya di sampingku, aku pun memeriksa keadaannya secara seksama.


Syukurlah dia tidak terluka sedikitpun sampai Rion bertanya.


"Kita tidak membantu mereka?"


"Mari serahkan saja sisanya pada ketiga penjaga itu, kita bisa bersantai sekarang."


"Yang sudah kalau begitu, Valentine mari pergi beli sesuatu yang dingin."


"Aku ingin es krim."


Aku memang mengatakan itu tapi mereka sama sekali terlalu santai. Aku menyarungkan kembali pedangku untuk mengawasi pertarungannya.


Karl berlari mengelilingi goblin king sembari menembakan anak panah secara berurutan, goblin itu menggunakan punggung pedang untuk menahannya sebelum menghantamkannya ke arah Roxy yang mendekat.


Kedua logam yang berbenturan menciptakan percikan ke udara bersamaan dentingan yang melengking keras. Ketika tubuh Roxy sedikit terdorong tebasan dari pedang Amarzuki mendarat di bahu goblin membuatnya kehilangan banyak darah.


Goblin King membalas dengan ayunan 360 derajat melempar Roxy maupun Amarzuki ke belakang.


Karl mengirim panahnya kembali kendati demikian panah tersebut bisa dihalau tanpa kesulitan, ia yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan terjatuh dari kuda hingga goblin king menerjang ke arahnya siap membacok.


Golok diayunkan dan itu berhasil ditahan baik oleh Roxy yang telah bangkit kembali.


"Karl cepat mundur."

__ADS_1


"Baik."


Sebelumnya bahu goblin itu terluka kendati demikian luka tersebut tidak membuatnya kehilangan kekuatan.


"Sesuai yang diduga dari seorang raja, kau memang kuat," ucap Roxy meringis.


DOAAAR.


Tubuh Roxy terlempar menabrak bangunan, di saat yang sama Amarzuki menggunakan sihir pada pedangnya.


"Menyalalah api semangatku, Fire Blade."


Penggabungan sihir dengan senjata memang serangan kombo yang bagus, goblin king yang terlambat mengatasi serangan itu terbang ke atas.


Dia saat itu Karl menggunakan sihir angin untuk memperkuat anak panah miliknya.


"Meluncurlah Wind Shooter."


Panah menembus tubuh goblin."


Di momen kejatuhan goblin king serangan terakhir Roxy menyelesaikan semuanya.


"Thunder Buster."


Mereka bertiga memang sangat hebat.


Penduduk kota bertepuk tangan untuk ketiganya termasuk para petualang yang berhasil diselamatkan.


Pria arogan yang terluka hanya bisa melihatku dengan sedikit kesal.


Semuanya baik-baik saja itu yang lebih penting.


Aku melirik ke arah bulan yang masih bersinar merah.


Padahal ini siang hari namun bulan masih bisa terlihat jelas di sana.


Roxy mengumumkan kemenangan kami selagi mengangkat pedangnya.


"Ini kemenangan kita."

__ADS_1


Semua pasukannya berteriak senang lalu melakukan hal sama dengan pedang mereka.


"Apa sudah selesai, Lion aku membelikan es krim untukmu juga?"


"Terima kasih Valentine."


"Bagaimana denganku?"


"Harty yang membawanya."


Rion kembali ke wujud elfnya lalu mengambil eskrim dari tangan Harty.


"Ini sangat manis."


Aku sedikit bersalah karena masih santai saat situasi seperti ini. Karena sudah datang kemari pihak guild mentraktir kami sebuah makanan di bar yang mereka kelola.


Aku duduk selagi menikmati daging panggang sementara Karl sedang bernyanyi bersama petualang lain selagi meminum bir.


"Bersulang."


Aku tidak meminum alkohol karena itu teh oolong sudah cukup untukku. Aku merogoh pakaianku untuk mengeluarkan satu koin emas untuk Harty.


"Koin emas."


Sesuai perjanjian aku akan memberikan satu koin emas saat aku memilikinya.


Harty menggelengkan kepalanya.


"Kurasa aku tidak memerlukan uang lagi?"


Entah aku, Rion atau Valentine tampak terkejut.


"Apa Harty sedang sakit?"


"Ini aneh, apa kau mengatakan sesuatu pada Harty, Lion?


"Tidak, aku memang selalu menepati janjiku," balasku pada Rion.


Harty berkata.

__ADS_1


"Kurasa bersama kalian lebih berharga dari koin emas."


Untuk pertama kalinya Harty menunjukkan senyumannya yang indah.


__ADS_2