Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 499 : Proyek Untuk Ras Siren


__ADS_3

Itu adalah sebuah rumah kayu luas di mana di dalamnya diisi beberapa elf yang sedang memahat kerajinan. Di sini mereka membuat berbagai mainan dari kayu, seperti kereta kayu, rumah balok dan lainnya.


Salah satu elf pemimpin mereka menyambut aku dan Alteira yang baru tiba.


"Yang mulia dan nona Alteira apa yang saya bisa bantu? Mungkinkah dagangan kami ditolak."


Semua elf yang berkerja berhenti untuk mendengarkan percakapan kami.


"Tidak, tidak, aku ingin membuat permintaan pada kalian... membuat mainan untuk anak-anak memang bagus tapi kita juga harus memikirkan penjualan untuk orang dewasa."


"Orang dewasa? Apa mainan kayu akan disukai orang dewasa."


"Bukan mainan tapi sebuah action figure."


Semua orang kebingungan, jelas ini sesuatu yang baru untuk mereka jadi aku menjelaskan.


"Itu adalah semacam membuat model kayu berbentuk manusia, biar aku perlihatkan."


Aku mengulurkan tanganku dan dalam sekejap Alteira dalam versi mini tercipta.


"Ini?"


"Bagus bukan, kita bisa menambahkan cat warna agar tampilannya lebih menarik."


"Tolong jangan menyentuh-nyentuh patungku seperti itu."


"Alteira bisa memilikinya."


"Kami belum pernah memikirkan hal ini."


"Tapi membuat sebarang orang tidak mungkin bisa menarik banyak pembeli karena itu."

__ADS_1


Alteira mengambil kertas di dalam dokumen yang dibawanya lalu memberikannya pada pemimpin di rumah ini.


"Itu adalah daftar dari orang-orang di televisi yang populer di seluruh dunia, jika kalian bisa membuatnya itu akan jauh lebih laku dari yang kita harapkan, tentu mainan anak-anak juga tidak boleh dilupakan."


"Yang mulia memang mengagumkan."


"Itu bukan apa-apa."


Aku bisa merasakan hidungku bertambah panjang sekarang. Alteira berdeham sekali untuk memperingatiku.


"Pokoknya kalian coba saja dulu, untuk harga aku akan membeli dengan harga dua kali lipat dari yang kalian ajukan."


"Kalian dengar semuanya, mari membuat action figure."


"Yeah."


Tugasku di sini selesai dan sekarang pergi ke tempat lainnya yaitu kota Siren.


"Jadi apa yang mereka keluhkan?" tanyaku pada Alteira.


"Bukannya mereka bisa melakukannya di pinggir danau."


"Mereka lebih suka di atas air dan mereka meminta yang mulia untuk menyelesaikan masalahnya."


Itu cukup menyulitkan.


Danau ini memang luas dan mereka mengambil sepertiganya, danau ini juga dijadikan sebagai mata pencarian beberapa orang yang menjadi nelayan.


"Nah Alteira, apa mungkin kita bisa membuat danau ke dua untuk mereka."


"Itu mungkin saja, akan lebih baik untuk mereka jika danau itu hanya menjadi wilayah mereka saja."

__ADS_1


"Kita pakai rencana itu."


"Aku mengerti, kota rubah, kota dingin dan kota dark Elf satu lagi akan ada kota Siren di belakang ke tiga kota tersebut."


"Um."


Aku mengangguk mengiyakan dan membicarakan hal ini pada ratu Siren, yang menatapku dengan pandangan bersinar.


"Kau serius?"


"Tentu saja, aku ini rajanya, aku bebas membuat apapun yang kusuka."


"Yang mulia itu bukan perkataan bagus untuk dikatakan... coba katakan yang lebih baik seperti ini demi kedamaian semua orang atau sebagainya."


"Terkadang gaya bicara seperti orang jahat cukup bagus juga."


Alteira mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Kita akan membuat danau seluas satu hektar dengan kedalaman 30 meter, apa ada permintaan yang lainnya?"


"Selain danaunya diisi ikan kami tidak punya permintaan lain tidak masalah airnya tawar ataupun asin itu sama sekali tidak ada bedanya."


"Aku mengerti."


"Tapi ngomong-ngomong bagaimana kami bisa membuat toko? Kami juga tidak keberatan jika ada orang-orang selain ras kami datang berkunjung."


"Soal itu aku memiliki ide yang lebih bagus, dibanding fokus dengan pertokoan aku ingin membuat wilayah kalian sebagai wilayah wisata air."


"Wilayah wisata air?" Alteira juga tampak kebingungan.


"Kalian bisa merubah sirip kalian jadi kaki semaunya bukan."

__ADS_1


"Benar."


"Jadi itu tidak masalah."


__ADS_2