Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 351 : Lima Topeng Raja Iblis


__ADS_3

Julie mempercepat dirinya dua kali lipat dari kecepatan biasanya, setiap dia melangkahkan kakinya itu menyemburkan tanah ke udara.


Sementara Solomon terus mengawasi pergerakannya, Julie muncul di sisi kirinya. Dia mengirim tendangan serta pukulan yang tidak bisa diblokir secara sempurna.


Darah menyembur dari tubuh Solomon bersama tulang-tulang dalamnya yang mengeluarkan suara bergemeretak. Tulang bahu dan beberapa tulang iganya telah hancur meski begitu tubuhnya mencoba memperbaiki dirinya sendiri.


Julie mengirim tinju menghantam wajah Solomon hingga dia meluncur menabrak apapun di belakangnya dengan ledakan.


"Bangunlah, aku belum puas untuk menghajarmu."


"Serangan barusan masih belum bisa mengalahkanku kau tahu Julie."


"Saat aku menemukanmu sedang kelaparan aku sengaja membawamu kemari, tapi apa yang kau lakukan sekarang... kau tidak lebih dari orang yang membawa bencana terhadap dunia ini."


"Aku hidup demi desaku, sekarang mereka sudah tidak ada karena itulah aku ingin menghancurkan segalanya di dunia ini dan hanya menyisakan iblis saja."


"Sungguh konyol."


Julie kembali melesat maju, tidak seperti sebelumnya kini tubuhnya yang terlempar menabrak bangunan di belakangnya. Dia memuntahkan darah dari mulutnya selagi menahan batuk yang menyakitkan.


"Kau tidak berubah jadi Titan?" tanya Solomon.

__ADS_1


"Itu tidak akan berhasil mengalahkan makhluk mengerikan sepertimu."


"Cepat berikan benda itu, aku akan membiarkan hidup demi masa lalu."


"Jangan terlalu berharap."


"Padahal tubuhmu sudah tidak kuat untuk bertarung."


"Meski tulangku hancur, dagingku terkoyak aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kau inginkan."


"Jadi kematian yang kau pilih."


Keduanya bertarung dengan sangat lama, saling melukai satu sama lain dalam pertarungan liar.


Satu tangannya terpotong ke udara dengan gerakan cepat. Julie segera mundur sebelum tangan yang lain diincar Solomon.


Sudah jelas bahwa dia berniat memotong-motong tubuh Julie secara perlahan agar memberitahukan lokasi benda yang diinginkannya.


Benda itu adalah benda yang sejak lama Solomon inginkan yaitu sebuah topeng yang dia buat dari tulang-tulang raja iblis yang dia ciptakan dari masa lalu jumlah semuanya ada lima buah.


"Haha, meski aku mati kau tidak akan bisa mendapatkannya... aku telah menyembunyikan topeng iblis itu di tempat yang tidak bisa kau temukan."

__ADS_1


"Jangan khawatir aku tahu bahwa kau menyembunyikannya di sini."


Julie membuang darah dari mulutnya kemudian merobek pakaiannya untuk menghentikan darah dari tangan kirinya.


Dia melesat maju kembali sayangnya tangan Solomon lebih dulu mencengkeram kepalanya.


"Aku akan mengambil ingatanmu."


"Mus-tahil."


"Jadi di sana, terima kasih untuk semuanya."


Pedang Solomon memenggal kepala Julie dan darah menyembur ke udara dengan suara yang aneh.


Kepala Julie yang berada di tangan Solomon dia buang jatuh ke samping sebelum akhirnya Solomon berjalan ke sebuah kuburan di dekat pohon kecil.


Tentu tidak ada siapapun yang dikuburkan di sana, di dalam makam itu hanya diisi oleh topeng iblis.


Solomon sejak lama ingin menggunakannya namun semenjak dia keluar dari ruang hampa ia sama sekali tidak menemukannya, berkat percariannya dia akhirnya tahu bahwa benda itu disembunyikan di sini sayangnya seharusnya jumlahnya ada lima kini hanya ada empat.


Solomon melirik ke arah kepala Julie yang tertidur dengan damai.

__ADS_1


"Kau memberikan satu lagi kepada seseorang kah."


__ADS_2