
Dengan kematian dua raja iblis berikutnya menandakan bahwa era raja iblis telah berakhir sepenuhnya.
Sebelum masalah bertambah lebih buruk aku harus segera bergegas ke wilayah selanjutnya yang merupakan wilayah terakhir yang kukunjungi demi kekuatan Rion sesungguhnya, yaitu wilayah suci.
Akan ada waktunya di mana aku akan menghadapi Ortodok suci yang sangat berpengaruh di benua manusia, jika sihir kegelapan tidak bekerja maka sihir suci adalah pilihan kedua.
Sihir suci melawan sihir suci sesuatu yang dianggap setara paling tidak memiliki hal yang membuatnya seimbang satu sama lain.
Untuk sihir kayu yang baru kudapatkan itu hanya sihir kerajinan yang tidak terlalu cocok untuk digunakan dalam bertarung namun bisa digunakan untuk berdagang ataupun membangun nantinya.
Di dalam jalanan utama yang menembus ke dalam hutan, Gracia mengantarku sampai kemari.
"Aku akan mengurus sisanya, tentangmu yang tiba-tiba harus pergi ke tempat lain dan tidak ada waktu untuk merayakan perayaan, aku akan membuat alasan bagus untuk itu."
"Terima kasih. Benar juga, sebenarnya aku mencintai Rion tapi kurasa aku juga menyukaimu... aku mungkin akan memiliki banyak istri, apa kau mau berada di antaranya."
"Apa ini lamaran?"
Rion memprotes.
"Tunggu Lion, bukannya ini tidak adil untukku, kau mengatakan itu tapi aku tidak merasakan hal romantis... harusnya pernyataan itu hanya saat kita berdua."
Aku bisa melihat ekspresi senang di wajah Rion, padahal dia sudah tahu tapi tetap saja memilih untuk diam.
"Dasar bodoh, kenapa aku harus menikah denganmu?"
"Kau terlihat cantik dan juga mungkin kita akan cocok satu sama lain."
Wajah Gracia memerah dia menginjakan kakinya seperti gadis kecil.
"Berisik, aku tidak menyukaimu."
"Begitu, senang untuk mengatakannya.. sampai nanti."
__ADS_1
Saat aku berbalik Gracia berkata.
"Buatlah aku terkesan, maka aku akan mempertimbangkannya... paling tidak ubahlah dunia ini menjadi lebih baik."
"Itu memang tujuanku dari awal."
Aku melambaikan tangan ke arah Gracia sementara Rion tak berhenti terus berputar-putar di dekatku.
"Hey Lion, kau sudah mengatakannya bagaimana jika kita buat bayi... mungkin 12."
"Berhentilah mengatakan hal aneh, kau terdengar seperti wanita murahan."
"Aku lebih suka bergerak cepat untuk mendapatkan sesuatu."
"Sebelum dunia damai aku tidak akan melakukan itu... bagaimana jika kau hamil saat kita harus dituntut berperang."
"Perang, masa bodo tentang itu."
Dengan sedikit orang kami berdua telah memasuki wilayah suci, di sini selain ras manusia dilarang masuk karena itu Rion tidak boleh menunjukkan wajahnya kecuali di penginapan saja.
Setelah menyewa kamar aku pergi ke guild petualang, bagi wilayah suci monster adalah sesuatu yang harus dibasmi, karena itu hal seperti perburuan sangat banyak diterima oleh guild, khususnya permintaan dari tiga gadis suci.
Negara ini tidak diatur oleh raja melainkan oleh mereka.
Mereka menaruh banyak imbalan di sana.
Aku bisa mengerti jika seseorang membenci monster sampai level tertentu bahkan ekstrim tapi jika membenci ras selain manusia mereka terlalu berlebihan.
"Aku baru melihatmu, apa kau baru di ibukota," seorang wanita yang bertugas sebagai staf guild menyapaku.
Walau aku tidak seharusnya menyembunyikan diri dengan topeng tetap saja wanita menjadi hambatan yang sulit saat mereka melihat wajahku.
Untuk menimalisirnya aku mengenakan topeng yang diberikan Valentine sebelumya, Valentine adalah seorang vampir yang menjadi rekan partyku karena mempertimbangkan banyak hal aku memintanya menunggu di benua iblis dan membantu pembangunan di sana.
__ADS_1
Aku yakin sekarang rumah-rumah telah dibangun dengan layak.
Aku membalas perkataan wanita loket tersebut.
"Benar, aku petualangan lemah bisakah aku mendapatkan pekerjaan di sini."
"Tentu saja."
Aku memberikan kartu petualangku agar bisa didaftarkan, wanita di depanku memiliki ekspresi sulit lalu menjatuhkan kartuku ke lantai.
Itu sangat kasar saat dia baru saja mengatakan setuju.
"Ah, maafkan aku... tapi loketku sudah penuh, kau bisa mendaftar di loket yang lain, berikutnya."
Aku menyadari bahwa beberapa orang telah berbaris di belakangku, salah satunya berkata ke arahku."
"Pergilah, guild tidak menerima orang lemah.. para staf di sini juga harus dituntut memberikan kontribusi tinggi terhadap negara, dengan adanya kau nona ini akan kesulitan."
"Ah, baiklah."
Aku tidak akan bertengkar sejauh itu, alasan kenapa statusku terlihat lemah karena Rion sengaja memalsukannya.
Ada sekitar 9 loket yang ada di guild ini, namun dari semuanya hanya ada satu yang menerimaku, dia adalah gadis dengan kacamata serta rambut hitam berponi.
Aku akan menyebutnya demikian mulai sekarang.
"Silahkan tuan Lion, anda bisa memilih pekerjaan mulai sekarang dan juga tolong jangan salahkan mereka, mereka hanya ingin bersaing satu sama lain untuk mendapatkan promosi yang lebih tinggi."
"Bagaimana denganmu?"
"Aku tidak masalah, selagi semua orang dapat bekerja itu sudah cukup."
Senang rasanya masih ada orang baik di dunia ini.
__ADS_1