Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 234 : Wanita Samurai


__ADS_3

Ini adalah kota sebelumnya yang dikatakan Clarisa sebelum dia pergi ke pemukiman Dark Elf.


Ketika anggota partyku melawan para iblis titan aku bertugas melakukan hal yang penting.


Saat iblis titan yang berjumlah 100 berkurang maka gerbang besar akan muncul untuk mengeluarkan iblis titan berikutnya agar jumlahnya menjadi sama.


Tak lama gerbang itu muncul sekitar 200 meter dari tempatku terbang, sebelum aku mendekat seorang telah mengirim bilah cahaya padaku yang kutangkis ke samping hingga aku mendaratkan kakiku di sebuah genteng untuk menatap seorang yang telah menggunakan teknik IAI.


Teknik IAI atau Iaido adalah teknik menarik pedang dengan cepat dari sarungnya.


Teknik ini biasanya digunakan untuk pengguna katana.


"Seperti yang kuduga kau bisa menghindarinya, itu membuatku kesal," seorang yang berbicara itu memiliki penampilan seperti samurai, kecuali armornya ia mengenakan gaun bawah panjang yang hanya menutupi bagian setengah kakinya, dengan kata lain dia sengaja memperlihatkan pakaian dalamnya yang berwarna merah yang digabungkan oleh gaterbelt ke arah kaos kaki panjang miliknya.


Ia memiliki rambut hitam dengan gaya dango kembar, dia mirip Kizuna yang merupakan kecantikan tradisional gadis jepang pada umumnya.


"Jangan-jangan kau adalah salah satu pahlawan yang dipanggil dari kerajaan ortodok suci."


"Kau bisa mengetahuinya, dengan kata lain kau juga berasal di sana."


"Tidak aku kenal seorang yang bernama Kizuna."

__ADS_1


Atau sejujurnya aku berasal dari Indonesia yang dipanggil melalui dewi jahat Riona.


"Jadi begitu, berarti dia masih hidup rupanya... namaku Kanade Mitsumoto, aku tinggal di Osaka, saat seluruh tembok hancur aku berhasil melarikan diri ke negara ini sayang sekali bahwa di sini juga ada raksasa seperti ini. Kudengar kaulah yang bertanggung jawab untuk semuanya, seorang yang mengenakan topeng iblis," katanya melihat ke samping lalu mengalihkan pandangannya ke arahku.


"Tunggu sebentar, aku tidak pernah tahu soal itu.... bukan aku yang bertanggung jawab."


"Itu seperti perkataan seorang penjahat."


Dia melesat ke arahku dengan cepat, aku pun menahan serangannya tersebut sebelum mundur menjaga jarak dan kembali menyerang.


Sudah jelas ada seseorang yang mencoba memfitnahku, tapi sejauh ini aku belum mendengar rumor hal seperti itu bahkan di kota petualang Gordan.


Rion dalam bentuk pedang berkata.


"Apa kau ingin bilang bahwa dia bukan orang yang menggunakan cara licik."


"Cara licik dan pengecut adalah sesuatu yang berbeda."


Kanade memasukan pedangnya dan mengirim bilah angin secara beruntun yang kutangkis dengan pedang Aira di saat yang sama aku menumbuhkan tanaman yang langsung menyerang sosok Kanade sebagai serangan balasan.


Aira berkata.

__ADS_1


"Gerbangnya terbuka lagi, para iblis titan kembali bermunculan."


Setelah mencapai 100 raksasa gerbang itu kembali menghilang.


Jika begini terus ini tidak akan habisnya, sementara aku memikirkannya Kanade terus memotong tanaman yang menyerangnya, dengan sedikit hembusan angin mereka dihancurkan dengan mudah.


,Aku berteriak padanya.


"Bukannya kita harus mengalahkan raksasa itu?"


"Jika aku membunuhmu maka mereka akan menghilang."


Sebuah logika tidak masuk akal.


Meski aku mengatakan apapun semuanya akan terdengar sia-sia yang harus kulakukan adalah mengalahkannya sampai gerbang itu muncul kembali.


Dari kejauhan aku melihat Weis yang menempel di dinding layaknya seekor laba-laba.


Aku mengulurkan satu jari telunjukku sebagai tanda membiarkan mereka menghabisi raksasa lagi lalu mundur setelahnya.


Atas isyaratku dia mengangguk sebelum bertemu dengan rekannya dan memberitahukan rencananya.

__ADS_1


Kini aku punya satu kesempatan lagi untuk menghancurkan gerbangnya.


__ADS_2