
Aku mengunjungi toko pandai besi di Elfdian untuk meminta dibuatkan sebuah pedang yang paling kuat untukku sendiri, paling tidak itu sanggup untuk menahan sabit yang dimiliki Ireta karena itulah aku membawanya untuk mengetesnya.
Lima pedang yang dianggap kuat hancur dengan mudahnya. Tentu aku akan membayar kerusakan itu.
Pemilik toko memiliki ekpresi sulit di wajahnya.
"Itu semua karya terbaikku, aku ragu aku masih memilikinya yang lain."
"Apa tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan?"
Dia menimbang-nimbang lalu melanjutkan.
"Sabit itu dibuat dari bahan yang sangat jarang digunakan para pengrajin, aku pikir itu terbuat dari logam hitam, apa begitu nona muda?"
"Entahlah, aku hanya suka senjata ini dan membelinya tanpa tahu apapun."
Aku maupun pemilik toko hanya mendesah pelan.
Pemilik toko melanjutkan.
"Ada bahan yang sejenis terbuat dari sisik Wyvern, kurasa aku bisa membuatnya dari bahan itu."
Wyvern adalah makhluk yang memiliki tubuh reptil namun berkepala seperti naga, mereka bisa menyemburkan racun dari mulutnya serta memiliki tangan yang bergabung dengan sayapnya.
__ADS_1
Walau tidak seperti naga yang mampu membuat dirinya menjadi manusia, Wyvern juga makhluk yang cerdas dan sulit untuk dihadapi, mereka juga senang hidup berkelompok.
Aku pikir akan lebih baik untuk mengambil beberapa sisik mereka untuk dijadikan sebagai senjata, pemilik toko mengangguk dan aku maupun Ireta telah berada di pulau habitat Wyvern. Banyak sisik yang bisa ditemui di sarang mereka jadi kami tidak perlu bertarung untuk mendapatkannya sebagai gantinya kami akan menyelinap.
Wyvern memiliki penciuman kuat karena itu, kami membawa parfum yang mampu menyembunyikan bau kami seolah menjadi bau pepohonan.
Sarang Wyvern tidak jauh berbeda dengan sarang burung, ada telur-telur berserakan di sekelilingnya dan ada beberapa yang sedang dierami mereka. Aku melihat Wyvern cukup besar di sana dan sisik miliknya berserakan di sekitarnya.
Mari ambil itu.
"Aku bisa membunuh mereka kenapa harus repot-repot mengendap-endap," kata Ireta.
"Aku ingin mendapatkannya secara damai tanpa menyulut pertempuran."
"Jika kau mengatakan itu, maka apa boleh buat."
"Uh, jika dilihat dari dekat mereka ternyata besar juga," kataku demikian dan Ireta telah mengeluarkan dua sabit ke dua tangannya.
"Aku suka memotong-motong kadal."
Salah satu Wyvern mendekat lalu berkata ke arahku.
"Kita kedatangan tamu, apa yang kalian butuhkan hingga datang kemari."
__ADS_1
Ekpresi kami berdua memucat.
Mereka bisa bicara dan juga berbicara dengan ramah, ada yang salah?
"Halo."
"Sepertinya mereka terkejut denganmu," potong Wyvern yang lain.
"Benarkah, padahal aku sangat cantik."
"Tidak, tidak, kalian bisa bicara dan tidak datang untuk menyerang kami."
"Kalian memang menerobos wilayah kami tapi kami tidak sekejam itu menyerang kalian berdua, jadi apa yang kalian lakukan di sini?"
"Kami hanya ingin mengambil sedikit sisik kalian, jika aku tahu kalian bisa sebaik ini harusnya aku memintanya dari awal, maafkan kami."
Sama sepertiku Ireta juga sepertinya telah kehilangan minatnya untuk bertarung, ia bahkan terlihat kecewa karena situasi ini.
"Jangan khawatir, beberapa manusia kadang salah paham kepada kami, jika kalian lain kali membutuhkannya lagi jangan sungkan untuk memintanya."
"Kami mengerti."
Entah bagaimana kami bisa menyelesaikan semuanya dengan lancar. Aku dan Ireta kembali ke Elfdian untuk menyerahkan bahan material ini untuk dijadikan pedang.
__ADS_1
"Serahkan padaku, aku akan menyelesaikannya dalam beberapa hari saja."
Dia pasti akan bekerja sangat keras untuk menyelesaikannya.