Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 354 : Rion Dan Bisnisnya


__ADS_3

Di jalanan sempit itu Rion menggelar tikar di depannya lalu duduk bagaikan seorang peramal, pada dasarnya dia bukanlah sesuatu seperti itu tapi dengan sedikit sentuhan keajaiban dari sebuah pakaian ia terlihat lebih menyakinkan.


Orang-orang cenderung menyukai hal seperti ramalan, terlepas dari benar atau salah mereka masih akan datang untuk membuktikannya sendiri.


Rion masih bisa membaca pikiran seseorang maka dari itu, itu merupakan senjata terkuat darinya.


Ia meletakkan papan bertuliskan peramal serta biaya sebesar satu koin perak di meja yang dipakainya yang mana meja ini dia dapatkan dari tempat sampah.


Dengan sedikit memperbaiki kaki mejanya, benda ini bisa digunakan semestinya.


"Hey kamu, kau sepertinya dalam kesulitan apa kau mau aku ramal?" Rion memanggil seorang wanita yang tampak gelisah.


Bagaimana pun dia tahu bahwa wanita ini sedang dilanda kecemasan, walau kemungkinan besar ramalannya meleset tapi Rion adalah dewi sebelumnya, ia memiliki kebijaksanaan serta saran yang mungkin bisa membantu siapapun.


Wanita itu terdiam beberapa saat menatap Rion dengan mata penilaian, tentu pandangannya lebih tertuju pada dada yang dimiliknya.


"Bukannya dadamu terlalu besar untuk umurmu."


Rion mengerenyitkan alisnya, ia tahu bahwa dadanya tumbuh tidak normal tapi itu bukan sesuatu yang harus dibahas sesering mungkin.


"Silahkan duduk, aku memaksa."


Dengan perkataan bijaksana wanita itu akhirnya mau menurut perkataan Rion.


"Bagaimana jika kau menceritakan masalahmu?"


"Sebenarnya beberapa hari ini hubunganku dengan pacarku tidak terlalu baik, dia sering mengabaikanku dan juga saat aku meminta waktu darinya dia selalu mengatakan bahwa dia sibuk, apa menurutmu yang terjadi padanya? Sebelumnya dia tidak seperti itu tapi apakah seseorang menggunakan sihir padanya atau semacamnya."

__ADS_1


"Itu sangat sulit, akan kucari tahu dengan ramalan."


Rion meletakan bola kristal di depannya, sama seperti meja dia memungutnya di tempat sampah.


Ia mengarahkan kedua tangannya selagi berbisik-bisik asal-asalan.


"Sejak kapan tepatnya pacarmu berubah?"


"Itu saat aku memintanya menikahiku."


"Jadi begitu, kupikir pacarmu hanya bermain-main denganmu."


"Apa maksudnya?"


"Kau tahu tidak terlambat untuk mencari pasangan baru, besok ikutilah pasanganmu dan cari tahu apa yang dia lakukan seharian itu."


"Tapi bukannya tidak sopan menguntit seseorang secara diam-diam."


"Bukannya lebih tidak sopan ketika kau mengomentari dadaku."


"Itu... aku akan melakukannya."


Wanita itu memberikan satu koin perak pada Rion yang menerimanya dengan senang.


"Terima kasih atas pemberianmu, kau bisa datang lagi nanti, aku akan tinggal di kota ini selama satu Minggu."


"Baiklah kalau begitu aku permisi."

__ADS_1


"Ah ya."


Hampir yang dikatakan oleh Rion bukanlah sebuah ramalan, ia hanya mendengarkan masalah seseorang kemudian memberikan saran yang bisa sedikit membantu mereka.


Selanjutnya tiga orang gadis mengenakan gaun indah duduk di depan Rion meminta ramalan.


Dia menegaskan.


"Satu orang satu koin perak apa kalian tidak masalah dengan itu?"


"Ah ya, kami tidak masalah."


Mereka mengutarakan keinginannya lebih dulu dan Rion menjawab dari pernyataan mereka, seperti apa aku akan menjadi orang sukses suatu hari?


Kau bisa sukses asal terus bekerja keras dan jangan lupa menyeimbangkannya dengan istirahat secukupnya lagipula kesuksesan bukan hanya untuk orang yang memiliki bakat dan koneksi saja.


Aku ingin bisa menikah dengan pria yang kucintai meski berbeda status?


Kau bisa melakukannya dengan cara kawin lari atau mungkin memberikan intimidasi pada siapapun yang menentang pernikahanmu.


Aku ingin pergi dari rumah dan hidup bebas sebagai rakyat biasa.


Kenapa repot-repot menjadi rakyat biasa, menjadi kaya raya adalah sesuatu yang dicita-cita banyak orang, kau bisa makan dan tidur di tempat yang nyaman sementara di luar belum tentu, terlebih banyak kejahatan yang mengintai.


"Uwah.. anda benar-benar bisa meramal."


"Terima kasih atas pembayaran kamu."

__ADS_1


Dalam waktu singkat beberapa orang berbeda muncul dan secara bergiliran mengisi dompet Rion dengan cukup berat.


"Sudah waktunya tutup, mari cari penginapan yang nyaman untuk hari ini," katanya demikian.


__ADS_2