
Aku mengalihkan pandangan ke arah wanita burung.
"Bagaimana soal pengirimannya?"
"Semuanya sudah diurus, kalau begitu aku pamit dulu... dalam waktu dekat aku pasti sibuk."
"Tentu saja, terima kasih sudah datang."
'Inu bukan apa-apa."
Setelah kepergian wanita burung aku melanjutkan.
"Kuharap dengan ini entah kebencian terhadap elf, iblis atau Titan akan menghilang dari dunia ini."
"Aku sudah tak bisa berkata-kata lagi."
"Aku juga."
"Kalau begitu kita akan beralih ke topik sebenarnya, tapi sebelum itu kalian harus mendatangi ini dulu," kataku demikian.
Livia kembali meletakan kertas-kertas di depan mereka yang sejujurnya itu adalah izin penghapusan tentang peraturan dimana seseorang dilarang berkunjung ke benua lain.
Tentu tidak ada siapapun yang menolak jadi aku melanjutkan setelah membentangkan rancangan di atas meja.
__ADS_1
"Bukannya itu?"
Hal yang memisahkan kedua benua adalah laut karena itu, aku ingin membuat proyek untuk pembuatan kapal raksasa yang dapat dinaikin ratusan orang.
Semua orang menunjukan ketertarikannya bagaimanapun kapal ini sesuatu yang tidak ada di dunia ini.
"Tanpa layar bagaimana kapal ini bisa berjalan?" tanya Winny.
"Kita akan menggunakan batu bara, hasil dari pembakaran menciptakan uap panas yang menggerakkan kapalnya, agar tidak mencemari udara aku hanya ingin membatasi pembuatannya menjadi dua buah."
"Karena itulah kapalnya sendiri dibuat sangat besar."
"Benar sekali."
"Bahkan jika seseorang tidak bisa menggunakan sihir mereka bisa menjalankannya sendiri."
"Tepat sekali, masih banyak hal yang bisa kuciptakan tapi untuk sekarang hal ini saja dulu."
"Kami benar-benar sangat kagum pada Anda."
Ini hanya bagian awalnya, dengan ini semua orang bisa berpindah antar benua bahkan mereka bisa menetap jika mereka ingin.
Dan sekarang tiap kerajaan akan ikut dalam pembiayaannya termasuk para pekerja, alasan aku tidak membuat kapal ini dipegang oleh satu kerajaan agar mereka bisa bekerja sama hingga seluruh kerajaan bisa bersatu.
__ADS_1
Sekarang aku ingin tahu apa mereka berniat untuk mencuri rancanganku atau tidak, yang jelas mereka sendiri yang menentukannya.
Setelah rapat setiap tamu undangan bisa tinggal sebagai tamu dan Winny jelas memperlakukan mereka dengan baik.
Aku dan Winny berjalan di sekitar taman saat petang tiba.
"Langkah yang tuan Lion ambil sangatlah berani, aku tidak yakin semua kerajaan itu hanya akan menurut saja tanpa melakukan apapun... mereka pasti akan membuat kapal sendiri setelah selesai dibandingkan harus pergi ke kerajaan ini dulu baru bisa menyebrang ke benua iblis."
"Apa yang kau katakan mungkin benar, tapi kurasa mereka tidak akan melakukannya dalam waktu dekat terlebih aku bisa menuntut mereka dengan hak cipta dengan begitu benua iblis akan semakin kaya ke depannya."
"Kau benar-benar mata duitan."
Aku tersenyum kecil lalu melanjutkan.
"Proyek pembuatannya kuserahkan padamu, aku dan Livia akan segera kembali ke negara kami."
"Eh, aku akan meminta Glory untuk mengawasi pembuatannya."
"Terima kasih."
"Harusnya aku yang berterima kasih, tak hanya membantu kota satelit kami, tuan Lion juga memberikan kami pemasukan lebih banyak sehingga kami bisa mengurangi pajak yang telah diterapkan sebelumnya."
Tak hanya membantu kota aku juga memiliki beberapa bisnis pada kerajaan ini, seperti penjualan bahan pokok dan juga beberapa peralatan yang hanya dibuat kerajaanku meliputi sabun, parfum dan sebagainya.
__ADS_1
Saat kapalnya berhasil dibuat maka kerajaan ortodoks akan menanggung semua pembiayaan dari perbaikan sebagai konfensasi dari kerajaan lain karena mereka yang mengambil tempat untuk kapalnya sendiri. Karena itulah perekonomian mereka juga harus meningkat setiap tahunnya.