Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 121 : Paula Rich


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Kizuna muncul dan berkata.


"Ryker sepertinya kau harus melihat ini."


Ada seorang gadis yang tertidur di salah satu bangunan, dia meringkuk di lantai selagi memeluk lututnya.


"Kemungkinan besar dia Titan aku akan membunuhnya sebelum dia bangun."


Kizuna hendak menarik katananya namun aku jelas harus menghentikannya.


"Dia mungkin penduduk yang selamat."


'"Itu aneh saat semuanya telah hancur dan ia masih tidur di tempat ini."


"Kita hanya harus bertanya."


Gadis itu mengenakan gaun perdesaan dengan rambut pirang di ikat ekor kuda, dia terlihat tidur nyenyak hingga kau mungkin berfikir akan lebih baik meninggalkannya tanpa perlu membangunkannya, namun jika kulakukan Kizuna pasti akan membunuhnya, mau tak mau aku harus membangunkannya.


Aku memegang bahunya lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya secara perlahan, mata yang sebelumnya menutup mulai terlihat memberikan pergerakan hingga saat dia membukanya dia berteriak sebelum mundur ke belakang.


"Siapa kalian?"


"Harusnya kami yang mengatakan itu, desamu sudah dihancurkan tapi kau tetap tidur dengan nyenyak di sini," kata Kizuna.


"Hancurkan? Apa maksudmu?"


"Akan lebih mudah jika kau melihatnya sendiri," kataku demikian.


Gadis itu hanya bisa pasrah setelah melihat seluruh sekelilingnya telah hancur.


"Bagaimana bisa?"


Aku juga memiliki pertanyaan yang sama, bagaimana dia masih tidur saat penyerangan seperti ini.


Merasa curiga Kizuna menyentuh roknya.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Aku ingin melihat pakaian dalammu, tolong tunjukkan."


"Kenapa kau ingin melihatnya?"


"Sudahlah."


"Aku akan hamil."


"Kita sesama gadis."


Aku tidak tahu apa yang direncanakan Kizuna tapi aku memilih untuk berbalik agar tidak melihatnya.


"Ada apa Kizuna?" kataku masih memunggungi.


"Aku hanya penasaran tapi kurasa dugaanku benar."


"Benar apanya? Kamu hanya ingin melecehkanku."


Dia mengalihkan pandangan ke arah pakaian yang telah dirusak oleh jejak Titan.


"Pedangmu bisa bicara?"


"Benar, pakaian dalam yang kau kenapa merupakan merek terkenal, kau berasal dari dunia lain sama sepertiku."


"Eh dunia lain? Jika kau mengatakan itu, aku rasa yang kau pakai adalah kimono."


Kizuna mengangguk mengiyakan.


Apa di dunia lain wajar mengenali satu sama lain dengan pakaian dalam, aku tidak membayangkan hal itu.


Aku berbalik dan bertanya setelah keadaan aman.


"Jadi kenapa kau bisa datang kemari dan tidur di desa ini tanpa terganggu?"

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti, saat di sekolah tiba-tiba saja ada lingkaran aneh muncul di bawah kaki temanku, saat aku hendak menggapainya aku malah terseret dan muncul di desa ini.. semua penduduk di sini sangat baik dan membiarkanku tinggal, jika soal tidur kurasa ini efek dari peningkatan skillku."


"Jadi memang benar, namamu?"


"Paula Rich."


"Lalu temanmu?"


"Erik Wilson."


Mendengar nama itu ekpresi Kizuna tampak memucat.


"Ada apa?"


"Erik Wilson telah meninggal."


"Hehe kau pasti bercanda, mustahil dia.."


"Saat ini pasti kau belum memiliki informasi apapun, karena itu aku akan memberitahukanmu alasan kenapa kita ada di sini, dan siapa yang menyerang desa ini?"


Perkataan Kizuna terlihat benar-benar serius.


"Ryker apa boleh kita membawanya juga?"


"Tidak masalah."


"Kalau begitu mari tinggalkan tempat ini dulu."


Di dalam hutan tepatnya di dekat aliran sungai mengalir aku membasuh wajahku di pinggirnya, aku sesekali melirik ke arah Kizuna yang sedang berbicara berdua dengan Paula di bawah pohon besar.


Sementara untuk Charlotte dia sedang berenang di sungai ini.


"Menyegarkan sekali, hey Ryker... kau ingin masuk juga."


"Aku tidak tertarik mandi dengan anak kecil."

__ADS_1


"Siapa yang kau bilang anak kecil, aku sudah dewasa... mau aku hajar kau?"


Ratu roh ternyata memiliki kepribadian seperti ini.


__ADS_2