
Ketika mereka diam aku mengutarakan sebuah kesepakatan.
"Mari buat pertandingan, jika salah satu dari kalian menang maka yang kalah harus pergi dari sini."
Orang-orang menatapku seolah aku ini dewa untuk mereka.
"Itu ide bagus."
"Aku juga setuju, tapi pertandingan apa yang kita lakukan?"
"Kalian tinggal di sungai karena itu mari selesaikan dengan sungai juga."
Tanda tanya muncul di atas kepala mereka sementara aku melanjutkan.
"Maksudnya kalian masing-masing hanya boleh mengirimkan perwakilan sepuluh orang untuk membuat satu rakit dari masing-masing desa, kedua rakit kalian buat akan digunakan untuk bertarung, tentu kalian sendiri yang akan mengayuhnya dan berlomba siapa lebih cepat ke garis finis."
Panjang sungai ini sekitar lebih dari 1 hektar maka dari itu aku hanya membuatnya sepanjang 5 km untuk perlombaan.
Mendengar usulanku mereka akhirnya sepakat dan menentukan rakit seperti apa yang dibangun dalam waktu dua hari.
Aku bisa saja membuatkan mereka perahu namun aku dari awal memang sengaja membuat mereka kelelahan sebelum berlomba.
Selama dua hari kami hanya akan bersantai selagi mengawasi kedua desa, untuk tempat tinggal kami secara bergiliran pindah dari desa kiri lalu ke desa kanan.
Sungguh bosan melihat orang-orang membuat rakit karena itu melihat anggota partyku berenang dengan pakaian renang mereka lebih jauh menarik.
Aira mengambil warna hitam dan Rion mengambil warna putih.
__ADS_1
"Sekarang Lion pilih mana yang kau sukai?"
"Kalian terlalu kejam."
Memilih salah satunya hanya akan berakhir buruk, jadi aku memilih keduanya.
"Itu tidak adil."
"Benar sekali.
"Ketika kau bisa memilih semuanya kenapa harus pilih satu."
Clarisa menatapku penuh kekaguman.
"Perkataan yang bagus dari ahli poligami, aku harus memasukannya ke dalam buku dan mencetaknya banyak ke seluruh dunia."
"Kenapa bisa?"
Aku menarik pipinya.
Seorang raja sudah biasa memiliki banyak selir jadi itu bukan hal baru, tapi jika rakyat biasa melakukannya aku takut rumah tangga mereka akan kandas hanya dalam beberapa tahun saja.
Aku bisa membayangkan saat pria ditanya hal sama mereka akan berkata sama sepertiku.
Mari kesampingkan hal itu.
"Lebih baik kalian cepat melompat ke air."
__ADS_1
"Benar juga, ayo semuanya."
Mereka melompat dengan senang, untukku kedamaian sesuatu yang sulit didapatkan karena itu aku memanfaatnya untuk berbaring di bawah pohon yang sepenuhnya menutup sinar matahari.
Dari balik pohon beberapa gadis muncul dan berbisik.
"Hey, kudengar kau dari guild.. apa kau datang kemari untuk menyatukan desa ini?" kata salah satunya dan kujawab dengan anggukan.
Syukurlah aku masih mengenakan topengku.
"Itu pasti hebat, sebenarnya kami diam-diam memiliki kekasih dari desa sebrang, karena larangan ditempat ini kami tidak bisa secara bebas menunjukkan kemesraan di depan publik."
Aku tahu maksudnya.
"Soal itu tenang saja, aku akan melakukan hal terbaik untuk kalian."
Mereka semua tampak senang selagi berpegangan tangan, rasanya berat juga saat tahu ada orang yang menaruh harapan tinggi padaku.
Sebisa mungkin aku tidak boleh mengecewakan mereka.
Di sela-sela waktu istirahatku aku mengecek keadaan para kontestan.
Mereka memiliki ide yang sama, dibanding membuat rakit dari kayu mereka membuat rakit dari batang pohon.
Pohonnya sendiri malah mirip seperti batang pisang yang ditancapkan batang kayu untuk menyatukan satu sama lain.
Jika begini ideku membuat mereka lelah jelas gagal, dalam waktu sehari rakit telah diselesaikan dan satu hari mereka gunakan untuk istirahat.
__ADS_1
Jika demikian akan sulit melakukan rencanaku selanjutnya.