
Pasukan tengkorak yang lengkap dengan senjata mulai menyerbu ke arah Ringbel, setiap tengkorak diselimuti bayangan gelap yang masing-masing mengeluarkan aura terkutuk.
Ringbel mengeluarkan sebuah tongkat yang ujungnya memiliki dua lonceng yang menggantung dan dia menggunakannya untuk melawan pasukan tengkorak itu secara langsung.
Nightmare menciptakan kursi yang terbuat dari tulang berulang sebelum duduk di atasnya selagi menyilangkan tangannya, tersenyum lebar.
"Mari kita lihat seberapa lama kau bertahan."
Pasukan tengkorak terus bermunculan seiring Ringbel mengalahkan beberapa tengkorak di depannya.
Dia melompat lalu saat lonceng di tongkatnya bersuara seluruh tengkorak berhenti bergerak lalu dengan suara lonceng kedua mereka lenyap sekaligus menjadi debu.
"Sebenarnya berapa banyak orang yang kau bunuh? Sungguh jiwa-jiwa yang malang, kau mengikat mereka di dunia ini agar tidak bisa pergi ke akhirat."
"Bukannya itu pantas untuk mereka, jiwa-jiwa yang kugunakan adalah jiwa-jiwa yang terkutuk... ketika mereka mati kekuatan mereka menjadi dua kali lipat."
__ADS_1
"Perbuatanmu sungguh menjijikan."
Ringbel mengarahkan tongkatnya ke depan dan sekitar dua puluh lingkaran sihir muncul di depannya dan secara bersamaan menembakan sihir cahaya dengan kecepatan tinggi, dari belakang Nightmare setengah tubuh tengkorak raksasa muncul lalu dengan santai menggunakan tangannya untuk melindungi Nightmare dari segala arah.
"Apa-apaan itu?"
"Bahkan seorang dewi tidak mengetahuinya, lihat di bagian perutnya bukannya dewi ini yang coba kau selamatkan."
"Venus? Apa yang telah kau lakukan padanya?"
"Dia tidak apa-apa untuk saat ini, ngomong-ngomong tengkorak ini disebut Embrio, tengkorak ini tercipta oleh seluruh perasaan negatif makhluk hidup, ketika seluruh tubuhnya sempurna maka sebuah akhir jaman akan tercipta."
"Tepat sekali, kalian para dewi tidak akan mati meskipun aku membunuh kalian karena itu lebih baik aku mengambil kekuatan kalian hingga kalian tidak bisa apa-apa lagi."
"Tidak masuk akal, seorang makhluk seperti kau bisa melakukan ini semua."
__ADS_1
"Karena itulah aku memerlukan waktu lebih dari 4000 tahun untuk melakukannya."
"Aku tidak akan membiarkannya."
Ringbel melesat maju dengan tongkat yang dia arahkan dengan gaya tusukan, baginya prioritas sekarang adalah menyelamatkan Venus lalu segera mundur. Nightmare bukanlah seorang dengan setengah elf dan naga, dia seutuhnya adalah dewi yang mengerikan.
Tidak seperti para dewi yang ketika mati akan hidup kembali Nightmare pasti akan mati jika seseorang membunuhnya, sayangnya perlu 999 kali untuk seseorang melakukannya dan jelas itu hampir mustahil mengalahkannya dengan kekuatan seperti ini.
Tangan tengkorak terangkat lalu meninju ke arah Ringbel, beberapa saat kedua energi mereka saling berbenturan sebelum akhirnya Ringbel terdorong ke belakang lalu menabrak pohon di belakangnya dengan darah menyembur dari mulutnya.
"Aku tidak ingin membuang tenagaku dan aku juga tidak terlalu tergesa-gesa untuk meraih tujuanku, dibanding apapun aku ingin bisa melihat bagaimana kalian putus asa seperti apa yang kualami di masa lalu."
Nightmare menjentikkan jarinya dan sebuah peti mati menyeruak dari dalam tanah, peti itu terbuka dan dari dalam sana seorang pria dengan tubuh mayat hidup tampak membuka matanya lalu berjalan maju.
Pandangannya gelap gulita, terkesan bahwa dia telah mati sejak lama.
__ADS_1
"Siapa dia?"
"Dia adalah kaisar yang dulu dibunuh Solomon, dia adalah dalang dibalik desa Solomon yang dihancurkan, atau lebih tepatnya orang yang membuat perselisihan antara manusia, iblis, dan para Titan," balas Nightmare tersenyum senang.