
Beberapa tanaman herbal ini akan kuberikan pada guild dan beberapa lagi akan kucoba menanamnya di perkarangan rumah dulu sebelum mencoba menanamnya di Elfdian.
Sekembalinya ke guild.
"Lion, kau sudah kembali dari misi?" seorang bertanya padaku.
"Kau juga di sini Hudson."
"Namaku Hendrik paling tidak cobalah untuk mengingat nama rekanmu."
Aku meminta anggota partyku untuk memberi laporan pada gadis loket sementara aku mengobrol sebentar dengan Hendrik.
"Ngomong-ngomong apa kau mendengar hal yang terjadi pada kerajaan ortodoks suci?"
"Maksudmu kerajaan itu, sungguh mengerikan bahwa Titan menyerang wilayah itu tapi kudengar semuanya telah selesai jadi kita tak perlu khawatir lagi."
Seperti yang kuduga hampir seluruh orang tidak tahu akan kebenaran dari benua ini. Kurasa lebih baik mengubur semuanya seperti ini.
"Kenapa kau menanyakannya?"
"Aku hanya mendengar desas-desus saja."
"Begitu kah, yah... kuharap tidak terjadi hal yang serupa juga di sini."
Jika ini novel dia baru saja memunculkan bendera sekarang.
"Ngomong-ngomong Lion, apa kau kenal Jon? Sepertinya dia sangat takut denganmu."
"Siapa Jon?"
"Dia kepala penjaga kota."
"Aku tidak ingat."
__ADS_1
Hendrik menatapku dengan air mata mengalir.
"Aku kasihan padanya."
Anggota partyku kembali.
"Kami sudah mendapatkan uangnya, mari kembali," ucap Rion.
"Kita beli dulu makanan, kalian mau dibuatkan apa?"
Mereka semua sepakat untuk memakan daging.
Seharusnya aku tidak perlu bertanya lagi.
Rion memegangi lenganku dan sisi lain adalah Aira. Aku bisa melihat para petualang lain mengutukku.
Di rumahku yang sederhana aku mulai menanam herbal yang telah kupetik sebelumnya, aku mencoba untuk menirunya dengan Magic Tree namun tidak berhasil.
Pohon yang kubuat sedikit berbeda.
Seminggu berikutnya mereka tumbuh dengan subur.
Aku berkata ke arah semua anggota partyku.
"Dengan ini mari kita pindahkan kedalam pot plastik dan kirim ke Elfdian."
"Laksanakan," ucap mereka bersemangat.
Dengan sekop kecil kami melakukannya dengan hati-hati, pertama isi terlebih dahulu dengan sedikit tanah masukan tanamannya, yang kemudian ditutup lagi dengan tanah.
Tentu tanah ini telah dicampur dengan pupuk.
Valentine datang dengan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
"Apa tanaman ini sangat berharga Lion? Kukira di pasar ada yang lebih bagus."
Dari bentuknya ini mirip seperti bunga liar jadi wajar semua orang bilang kualitasnya tidak sebagus tanaman lain.
Aku berdeham sekali untuk menjelaskan.
"Di sini tanaman herbal sangat banyak jadi orang mengabaikannya namun sebenarnya tanaman ini juga memiliki fungsi yang bagus, selain bisa dimakan ini juga merupakan bahan bagus untuk membuat potion penyembuh karena kelelahan bekerja, sesuatu yang dibutuhkan untuk orang-orang di benua iblis."
"Begitu... itu bisa sangat membantu, apa obat kuat yang kubeli juga bisa membantu?"
Aku memasang wajah datar.
"Obat yang kau beli memiliki tujuan berbeda."
Valentine terlalu polos.
Setelah selesai aku menggunakan Teleportasi Gate dan membawa mereka ke negeriku, ada Misa yang membantu untuk menjelaskan semuanya pada yang lainnya nanti.
"Aku mengerti, aku akan mengabari ke pemimpin negara yang lainnya."
"Terima kasih Misa."
Aku mengelus kepalanya.
"Bukan masalah."
"Bagaimana dengan keadaan Atlas?"
"Ia juga selalu membantu kami, aku beberapa kali untuk menyuruhnya istirahat tapi dia tidak mau mendengarkan."
"Begitu, bilang saja kalau aku yang memaksanya harus beristirahat dua hari dalam seminggu, bekerja terlalu berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh... ini juga berlaku untuk semua orang."
"Baik."
__ADS_1
Dengan ini satu langkah awal telah dibuat.