Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 488 : Iblis Lautan


__ADS_3

Setibanya di pulau Harty membaringkan tubuhnya di tanah menatap langit.


"Daratan memang yang terbaik."


"Bangunlah, kita akan pergi sekarang."


"Aku ingin lebih lama di sini."


"Kita akan pergi untuk mencari makanan, memangnya tak apa jika kau melewatkannya?"


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi, ayo."


Dia cepat jika mendengar makanan.


Kami hanya punya waktu berisitirahat selama dua jam sebelum melanjutkan perjalanan kembali dan akan menginap di pulau berikutnya.


Itu agar bisa menghemat waktu kami.


Kota di pulau ini memiliki bangunan menarik yang dibuat sederhana mungkin menggunakan bambu serta bangunan batu sederhana, mereka menggunakan daun kelapa sebagai atap untuk menahan hujan dan panas.


Dan kebanyakan penduduk di sini memiliki kulit coklat. Kami tiba di sebuah cafe yang dijalankan oleh wanita berambut hitam yang menutupi sebelah matanya dengan pakaian yang hanya berupa bikini.


"Apa yang kalian butuhkan di sini."


"Kami ingin beli makanan dan minuman dingin."


"Kalian berasal dari luar pulau."

__ADS_1


"Kami hanya melakukan perjalanan singkat ke pulau tertentu."


"Baiklah, duduklah di tempat yang kalian suka akan kubuat masing-masing satu untuk setiap orang."


"Aah."


Kafe ini dijalankan secara outdoor mirip sebuah pondok di pinggir pantai.


"Silahkan, kami menyajikan makanan laut serta jus buah dengan tambahan es batu."


"Ini terlihat enak."


"Kalian mungkin baru berlayar tapi aku punya sedikit nasihat... di laut sangat berbahaya lebih baik kalian segera menemukan pulau untuk di tinggali."


"Berbahaya karena apa?" aku balik bertanya dan wanita itu membisikan sesuatu di telingaku.


Aku ingin bertanya lebih jauh tentang itu namun wanita itu telah lebih dulu berjalan pergi. Ada kemungkinan bajak laut itu yang membunuh para kru perahu yang kami temui sebelumnya.


Memikirkannya hanya akan sia-sia jadi mari makan hidangan enak ini.


Aku menyeruput jus di gelasku dimana sensasi dingin menjalar melewati tenggorokanku, menghilangkan dahaga yang telah terasa beberapa saat lalu.


Hualing dan Harty memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sementara aku akan menunggu di sini dengan satu pipiku diletakkan di meja, sebuah gelas ditaruh di depanku yang mana yang melakukannya adalah wanita pemilik cafe ini.


"Aku traktir, sekarang sedang sepi jadi tak masalah jika aku duduk di sini bukan."


"Tentu."

__ADS_1


Aku menerima minuman yang diberikan oleh wanita tersebut tanpa menunjukkan wajahku sedikit pun.


"Kau tidak melepaskan topengmu."


"Identitasku sangat tersembunyi."


Dia hanya tersenyum pahit sebelum meminum minumannya.


"Ngomong-ngomong soal apa yang kau katakan, siapa bajak laut Corgan?"


"Mereka perompak yang ditakuti semua orang, dulu seluruh kawasan ini adalah wilayahnya bersama bajak laut lainnya.. apa kau pernah mendengar kisah iblis lautan?"


Aku jelas tidak pernah mendengarnya.


"Bisa kau ceritakan hal itu padaku."


"Tidak masalah lagipula aku bosan hanya duduk tanpa melakukan apapun."


Aku mendengar setiap penjelasan yang diberikan olehnya. Singkatnya dulu bajak laut sangat berkuasa sampai suatu hari muncul seorang pria yang membantai mereka semua yang disebut sebagai iblis lautan.


Iblis lautan pernah memiliki dendam pada bajak laut yang telah menghancurkan desanya hingga dia melakukan semua itu, pada akhirnya bajak laut dinyatakan punah tapi sekarang mereka malah kembali lagi.


Aku kembali bertanya pada wanita tersebut.


"Kenapa kau mengatakan semua itu padaku?"


"Karena aku merasakan sesuatu yang tidak asing padamu, aura dari iblis lautan," jawabnya santai.

__ADS_1


__ADS_2