
Sebelum pelaku penyerangan ini bisa dikalahkan, aku maupun yang lainnya sepakat untuk tetap tinggal di desa.
Mereka memberi kami ruangan untuk beristirahat.
"Silahkan, di sini kamar para gadis dan di sana untuk pria."
Aku tidak bisa membayangkan untuk tidur bersama tiga monster ini, syukurlah mereka menyediakan tempat lain.
"Kenapa Lion terlihat sangat lega?"
"Entahlah."
Aku mengabaikan perkataan mereka, mereka bertiga sangat buruk dalam tidur, aku mengalami tendangan di mana-mana hingga bonyok.
"Saya akan memanggil anda kalau makan malamnya sudah siap."
"Maaf merepotkan."
"Tidak, Kamilah yang harus berterima kasih... setelah membantu menemukan anak-anak kalian juga masih mau membantu kami, kalau begitu saya permisi."
Aku membaringkan tubuhku di ranjang setelahnya. Dracula sosok seperti apa dia?
Pagi berikutnya aku mulai menyelidiki hutan sebelumnya, bersama anggota partyku aku mulai mencari apapun sebagai petunjuk.
__ADS_1
Makhluk itu bergerak seperti manusia pada umumnya hanya saja dia mampu bergerak dengan cepat, saat anak-anak itu sadar beberapa anak sudah digigit lehernya untuk diminum darahnya.
Bagi mereka itu sebuah pemandangan yang mengerikan dan sekarang mereka mengurung diri mereka di dalam kamar.
Kami menemukan sebuah persimpangan jalan, salah satu jalan naik ke gunung satu lagi ke danau.
"Apa Dracula tinggal di salah satu tempat itu?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu tapi tidak ada salahnya memeriksanya," atas pernyataanku ketiganya mengangguk kecil.
Latihan Estelle dihentikan sampai hal ini selesai. Kami pertama mengunjungi gunung di mana pemandangan desa serta apapun di bawahnya tampak indah dari atas ini.
Tidak ada apapun di sini meskipun kami sudah diam selama satu jam lebih, yang ada kami hanya bersantai tanpa melakukan apapun sebelum pergi ke tempat kedua yaitu sebuah danau yang indah.
Varlia bahkan langsung berenang bebas.
"Lion, mau bergabung?" tanya Mamia.
"Kalian saja, aku ingin memeriksa sedikit lagi."
"Baiklah."
Bisa-bisanya mereka telanjang di tempat umum seperti ini, menurut penduduk desa daerah ini tidak terjamah siapapun jadi tidak ada orang yang akan mengintip mereka mandi.
__ADS_1
Tapi disisi lain aku penasaran di mana Dracula itu tinggal, jika dia menargetkan anak-anak desa harusnya dia berada tidak jauh dari sini dan mulai menyerang kami sekarang.
Aku mulai berjalan di sekeliling danau, tidak ada petunjuk orang datang kemari, rumputnya terlihat tumbuh alami, tidak ada ranting yang rusak ataupun jejak kaki juga.
Seratus persen tak ada yang datang kemari.
Setelah menghabiskan beberapa jam kami kembali dan melaporkan pada para penduduk, aku berkata bahwa Dracula itu mungkin bersembunyi di suatu tempat atau sebagainya namun salah satu orang memotong.
"Mungkin dia sudah pergi dari sini, untuk berjaga-jaga kemungkinan besar dia hanya menyerang di satu tempat dan pergi ke tempat lainnya."
Beberapa dari mereka juga setuju.
Akan lebih baik jika seperti itu.
"Ada hal yang ingin kutanyakan, ngomong-ngomong apa di desa ini tidak memiliki kepala desa?"
Itu pertanyaan yang ingin kuketahui sejak kemarin.
"Soal itu, kepala desa sudah meninggal tiga hari yang lalu, dia sakit lalu kami menguburnya di sana."
"Sakit?"
"Tidak ada yang mau menggantikannya jadi kami berfikir untuk menjaga desa secara bersama-sama, dan mengambil keputusan secara bermusyawarah."
__ADS_1
Aku melirik ke arah makam tersebut yang hanya gumpalan tanah serta nisan seadanya.