
Aku membuka pintu dan kulihat para elf yang terdiri dari orang tua, anak-anak, pria ataupun wanita tampak berlalu lalang di jalanan utama.
Aku bisa mencium aroma pepohonan di mana sudah jelas bahwa lokasi desa ini ada di dalam hutan.
Sebuah ingatan mulai memasuki kepalaku.
Jadi begitu.
Di dunia ini aku hanyalah elf biasa yang hidup sebatang kara, orang tuaku meninggal karena terbunuh monster dan aku ditemukan oleh salah satu elf di desa ini lalu membawaku kemari.
Kebetulan ada rumah kosong jadi aku sekarang mendiaminya, ini adalah skenario yang diberikan Ratu Dewi sebagai hukuman karena membebaskan Harfilia ke dunia manusia.
Lebih dari itu sepertinya kekuatanku juga disegel, jika kekuatan aku bisa mendapatkannya nanti dan saat aku bisa melakukannya aku akan menyerang alam dewi sebagai bentuk pembalasan dendamku.
Mari simpan itu untuk nanti.
Aku menutup pintu lalu berjalan untuk membaur bersama yang lainnya, elf merupakan termasuk ras peri yang memiliki kedudukan tinggi.
Selain tubuh mereka diberkahi mirip seperti manusia mereka juga diberikan wajah yang sempurna dengan kecantikan serta ketampanan di atas seluruh ras. Jadi tidak aneh bahwa banyak dari mereka ingin berhubungan baik dengan mereka.
Aku melihat sekolompok elf wanita dewasa yang duduk bersama seorang pedagang yang menawari pekerjaan, aku yakin itu bukan pekerjaan bagus.
Ketika pandanganku teralihkan aku tanpa sengaja menabrak seseorang di jalan hingga buah yang dibawa di tangannya berjatuhan.
Itu jelas salahku.
"Maafkan aku."
"Tidak, aku juga yang salah."
Di depanku adalah seorang wanita elf dewasa dengan dada besar, mengenakan gaun long dress berwarna putih sesuai dengan rambutnya yang sepinggul, jika aku bertemu di alam Dewi aku pasti akan menyangkanya sebagai dewi juga.
"Akan kubantu."
"Terima kasih."
Aku buru-buru mengutip buah-buahan yang dimaksud sebelum meletakannya kembali dalam keranjang.
__ADS_1
"Aku harus pergi, sampai nanti."
"Anu, ini mungkin pertama kalinya aku bertemu denganmu.. siapa namamu?"
"Semua orang memangilku Nightmare."
"Bukannya nama itu terdengar menakutkan."
"Bagaimana mengatakannya, aku sudah meniduri banyak pria dan itu kurasa nama yang cocok untukku."
Dia mengatakannya selagi meletakan satu jarinya di bawah bibirnya.
Apa maksudnya barusan?
Mungkinkah dia hobi seperti itu.
Ketika aku kebingungan wanita yang kutemui segera menghilang di dalam kumpulan orang-orang yang melewatinya.
Wanita yang mencurigakan.
Dia melakukan banyak hubungan terlarang dengan pria lalu memakan jantungnya dan saat pagi hari setiap harinya satu pria akan ditemukan tewas mengenaskan.
"Bagaimana ini, ini sudah korban yang terakhir, kini tidak ada lagi pria di hutan Arfa."
"Aku tidak tahu, mereka dibunuh secara sama setelah melakukan itu, ini mengerikan.. untuk anak-anak mereka dibunuh sekaligus."
"Mama aku takut?"
Perkataan itu yang bisa aku dengar di antara orang-orang di sekelilingku.
"Apa kau takut juga Riona?" seorang yang mengatakan itu adalah wanita berambut pirang sebahu, umurnya sudah 2000 tahun lebih akan tetapi dia hidup abadi di sini.
Ia selalu mengenakan gaun sederhana yang terlihat murah.
Menurut ingatan yang kudapatkan dialah orang yang membawaku kemari namanya Via.
Via cenderung lebih ke arah sosok ibu yang lemah lembut, saat dewasa aku mungin akan seperti dirinya.
__ADS_1
Berharap bukan hal salah bukan?
"Siapa yang takut, sudah jelas yang melakukan ini suka sekali bersenang-senang aku yakin dia sedang mencoba sihir terlarang."
"Heh? Kenapa kau tahu banyak."
"Aku pernah belajar di perpustakaan, memangnya kau Via yang tidak pernah belajar."
"Tidak baik memanggil orang dewasa dengan namanya, panggil aku mama."
"Tapi kau bukan mamaku."
"Kalau kakak."
"Kita seangkatan jadi panggil nama saja."
"Dasar anak nakal, sudah jelas umurmu lebih muda dariku... kau belum mempunyai dada sepertiku."
"Kalian semua sama saja, aku akan memilikinya nanti... ngomong-ngomong Via, apa kau tahu orang bernama Nightmare. Seminggu lalu aku bertemu dengannya di sini?"
"Aku tidak pernah mendengar nama itu, mungkinkah?"
"Dia pasti pelakunya."
Bersamaan perkataanku salju tiba-tiba saja turun dengan lebat, aku mengalihkan pandangan ke arah Via namun tubuhnya sudah membeku dalam sekejap begitu juga seluruh penduduk elf yang semuanya wanita.
Dari kedalaman dingin sosok elf dewasa muncul.
"Heh, tak kusangka ada orang yang tidak terlahir dengan mana.. kau pasti sangat lemah."
"Kau?"
"Lama tak bertemu gadis kecil."
Aku sekali lagi memanggil namanya.
"Nightmare."
__ADS_1