Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 297 : Pertarungan Rin


__ADS_3

Rin bersalto ke samping untuk menghindari serangan api, dia menyatukan tangannya untuk membuat segel ninja dan dalam sekejap sebuah dinding tanah tercipta di depannya.


"Kau pikir dengan dinding seperti itu bisa menghentikanku."


Iblis itu menciptakan satu lingkaran besar yang mana api melahap seluruh dinding beserta Rin di dalamnya. Ketika dia tertawa bangga sebuah tangan keluar dari dekat kaki iblis tersebut menariknya ke bawah tanah.


Rin yang melakukannya naik ke atas selagi mengayunkan senjatanya untuk memotong leher.


"Inilah akhirnya."


Selanjutnya.


Bam.


Ledakan memisahkan keduanya.


Tanah berjatuhan dari langit, sementara itu Rin melompat mundur untuk menjaga jarak, ada yang aneh dari musuhnya kini tubuhnya dua kali lipat lebih besar dengan penampilan iblis sebenarnya.


Kurasa iblis di sini memiliki dua wujud, pertama menyerupai manusia dan satu lagi menyerupai bentuk iblis sesungguhnya.


Dia mengayunkan pedangnya menciptakan bilah angin yang melesat lurus, Rin tidak dalam posisi bertahan meski begitu dia mampu menangkisnya jauh ke samping.


Ia mengeluarkan aura gelap di mana wajahnya mulai tertutup pola hitam berbentuk kupu-kupu, setiap tubuhnya memiliki garis yang sama dan tanduk di kepalanya mulai membesar.


"Tak kusangka orang rendahan bisa mencapai tahap gerbang iblis, sungguh mengejutkan."

__ADS_1


"Hal mengejutkan akan terjadi sekarang."


Rin melesat dengan kecepatan tinggi menyerang musuhnya dari segala arah, setiap dia bergerak itu menciptakan hentakan di bawah kakinya seolah meledakan pijakannya.


Iblis musuhnya terus mengayunkan pedang secara membabi buta. Tepat saat Rin muncul sebuah bilah terayun dari atas dia menangkapnya lalu menghancurkannya dengan mudah.


"Apa?"


Setelah dia menghancurkannya dia mengirim tangannya ke depan menembus jantung tubuh musuh lalu meledakan seluruh tubuhnya dengan kuat.


Organ dalam berupa daging dan hujan darah berceceran membuatnya kini dilapisi warna merah cerah.


Aku hanya melihat pemandangan tersebut selagi mendesah pelan.


Pola hitam ditubuh Rin mulai menghilang seiring waktu, sebelumnya aku mendengar bahwa itu dinamakan gerbang iblis.. perubahan yang ditunjukkan iblis yang menjadi musuh kami jelas berbeda jauh dari yang kulihat pada Rin, dia lebih kuat dari yang terlihat.


Apa dia benar-benar seorang Kunoichi ataukah sosok yang jauh lebih tinggi dari itu?


Pemikiran tersebut mustahil untuk dijawab siapapun.


***


Jauh di kota lain seorang pria dengan pedang katana di pinggangnya berdiri di tengah jalan selagi menyilangkan tangannya, ia memiliki rambut merah panjang dengan Kimono bermotif naga.


Tak lama salah satu prajurit muncul di depannya.

__ADS_1


"Akhirnya kau muncul, bagaimana keadaannya cecunguk satu?"


"Di distrik pertama tidak ada ketua."


"Lalu dimana cecunguk dua dan tiga."


"Mereka belum kembali?"


Ketika penjaga itu kebingungan sebuah kepala yang terputus meluncur dari samping menabrak kepalanya hingga meledak sebelum menghancurkan rumah di sampingnya.


Di saat yang sama kepala lain meluncur dengan kecepatan tinggi, pria yang sebelumnya hanya mengelak sedikit sehingga hanya menghancurkan bangunan di belakangnya.


"Genjitsu kah? Tak kusangka aku bisa menemukanmu di sini," suara lain muncul dari tempat lain.


"Akhirnya kau keluar juga, iblis keparat."


Tampak seekor iblis telah membawa dua tubuh mayat di tangannya.


"Kita sesama iblis, bukannya harusnya kita seperti ini."


Genjitsu tersenyum pahit, pasalnya iblis di depannya bukan iblis biasa melainkan iblis yang menghisap kekuatan iblis lain untuk bertambah kuat.


"Tutup mulutmu, akan kubunuh siapapun yang berani memberontak pada nona Hime."


Genjitsu menarik pedangnya lalu melesat maju.

__ADS_1


__ADS_2