Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 464 : Mengumpulkan Tanaman Herbal


__ADS_3

Mari abaikan orang bernama Alexander itu, di lantai 5 aku mengeluarkan tas barang bawaan kami dimana di dalam sana ada beliung yang digunakan untuk menambang Iron Ore.


Kami mendapatkan wilayah masing-masing untuk menambang. Untuk pekerjaan ini uang yang akan kami terima secara masing-masing, itu agar semua orang yang bekerja keras bisa mendapatkan upah semestinya sesuai yang dilakukan.


Jika itu quest mereka selalu menabung secara merata.


Aku berkata ke arah mereka dengan datar.


"Aku sebenarnya ingin berbagi dengan kalian, apa bisa aku melakukannya."


"Itu tidak mungkin Lion, kami petualang selalu memiliki peraturan yang tidak bisa kami langgar."


Sebenarnya aku sudah kaya bahkan jika menyerahkan semua yang ada di lantai 5 aku sama sekali tidak keberatan. Tapi jika mereka bilang begitu apa boleh buat.


Masing-masing dari mereka mengambil setengah kilo saja sementara aku mengambil sisanya yang semuanya sekitar 100 kg hingga mereka semua memucat.


Yui dan Helen memegangi lenganku erat, dada mereka begitu terasa di sini.


"Lion, apa malam ini kau luang."


"Jangan begitu Helen, aku juga ingin bergabung."


Sekarang giliranku yang memucat.

__ADS_1


"Aku mengerti, jangan mengatakan hal yang sulit untukku kutolak... mari bagi semua yang kudapatkan hari ini."


"Hore."


"Kita akan jadi kaya raya."


Wanita di dunia manapun tetap mengerikan, Alexander mendekat juga dengan malu-malu.


"Malam ini aku luang loh."


"Akan kuhajar kau."


"Uwah.."


Pada akhirnya aku bisa membuat mereka menerima pemberianku. Keesokan paginya sebuah koran dimuat di mana menunjukkan wajah kami di bagian depannya sebagai petualang sukses.


Aku jelas harus minta maaf karena itu, bagaimanpun mereka tertidur nyenyak kemarin.


Karena itu sebagai penebusannya aku membayar seluruh makanan mereka hari ini.


"Tolong tambah lagi."


"Ba-baik."

__ADS_1


Mereka malah makan seperti monster, Hualing yang memperhatikan hanya tersenyum kecil. Masih ada tugas di kota ini jadi mereka harus segera memulihkan tenaga mereka. Sebelum itu kami sepertinya akan mengambil pekerjaan untuk menghilangkan kejenuhan.


Ada sebuah toko obat di sini dan mereka menawari pekerjaan untuk siapapun pihak yang mau mengambilnya.


Kami diberikan gambar berbagai tanaman herbal yang harus dipetik dan lokasinya berada di sebuah perbukitan yang dipenuhi dengan pepohonan serta semak-semak.


"Mari kumpulkan sebanyak-banyaknya dan kita juga akan masuk ke dalam koran," teriak Estelle namun aku jelas meragukannya.


Perlu sekedar tanaman herbal untuk menjadi petualang sukses, tapi aku tidak mengatakannya agar mereka juga sedikit bersemangat dalam melakukan hal ini.


Semuanya mulai menyebar selagi membawa keranjang masing-masing, tidak sulit untuk menemukan mereka apalagi saat kau punya panduan untuk mencocokan tanaman seperti apa yang kau ambil.


"Tak kusangka di tempat ini banyak sekali tanaman yang bisa diolah sebagai obat," suara itu berasal dari Varlia.


"Yap, aku juga berfikiran demikian, jika tidak ada petunjuk ini aku sama sekali tidak tahu mereka berharga, bagiku semuanya terlihat seperti rumput," balas Mamia dan Estelle juga sepemikiran, untuk Hualing ia mencoba memasukannya ke dalam mulutnya.


"Pahit.. apa ras manusia makan ini."


"Kau tidak bisa memakannya secara langsung, mereka harus digabungkan dengan tumbuhan serta ramuan lainnya."


"Apa dengan begitu rasanya akan jauh lebih manis?"


"Mungkin tetap saja pahit."

__ADS_1


"Heh."


Itu obat jelas rasanya seperti itu.


__ADS_2