Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 484 : Seharian Bersama Para Istri Bagian Lima


__ADS_3

Kini giliran aku bersama Gracia, Gracia adalah seseorang yang kusukai jauh lebih awal dibandingkan Rion meski begitu kami baru bisa bertemu lagi saat insiden di benua enam wilayah jadi aku belum tahu tempat seperti apa yang dia ingin kunjungi.


Gracia cenderung sedikit tertutup dan di beberapa titik dia sangat pemalu. Jadi kupikir dia istri dengan tipe tsundere, kurasa.


Sebagai gantinya aku bertanya tempat seperti apa yang dia inginkan untuk kami berkencan dan Gracia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu, di dalam kamar juga sudah bagus."


Itu jawaban yang selalu ingin pria dengar tapi tidak untuk sekarang, sepertinya Gracia selalu sibuk dengan pekerjaannya jadi dia tidak memiliki waktu untuk ke tempat-tempat yang sering dikunjungi banyak orang. Sebagai suaminya akan kuperlihatkan semua tempat indah yang kutahu.


Aku mengeluarkan peta dan menandai lima titik yang paling banyak dikunjungi banyak orang.


"Kita akan pergi ke semua tempat ini, jadi bersiaplah."


"Sebanyak itu."


"Ayolah dunia sedikit lebih baik dari jaman dulu kau harus melihatnya."


Gracia mengangguk kecil lalu memegang tanganku untuk masuk ke dalam teleportasi Gate milikku, Gracia sama sepertiku dia selalu terlibat peperangan bagi dirinya hal seperti jalan-jalan adalah hal baru untuknya.


Pertama kami tiba di kota yang terkenal dengan kulinernya dan memesan banyak hal untuk dinikmati.


"Ini?"


"Ini adalah tubuh slime yang dibekukan kemudian dibuat menjadi menyerupai tahu-tahu kecil, enak bukan."


"Um... ini pertama kalinya aku memakannya."


"Masih banyak makanan yang bisa kita coba, jika mau kita bisa membawa banyak ke rumah sebagai oleh-oleh."


Gracia mengangguk kecil sebagai jawaban.


"Paman tolong minta mentahnya lima kg."


"Oke bos."

__ADS_1


Kami juga mengunjungi tempat lainnya dan membeli oleh-oleh dengan jumlah sangat banyak yang mana semuanya disimpan di sihir penyimpananku.


Selanjutnya kota kedua yang terkenal dengan arsitektur seninya, hampir rumah penduduk di cat berwarna indah dengan lukisan yang mengikutinya.


"Indah sekali."


"Benar kan, ini masih permulaan masih ada tiga tempat lagi yang menarik untuk dikunjungi."


"Aku ingin melihatnya."


Dia sekarang lebih bersemangat.


Kota ketiga kota yang dipenuhi tarian dimana kami berdua mencoba menari sebaik mungkin mengikuti alunan musik yang diperdengarkan.


Kota keempat kota anggur yang jarang ditemukan siapapun, di sana kami memesan banyak untuk dibawa pulang.


Dan terakhir kota penghasil keju di mana kita juga bisa pergi ke peternakannya.


Ketika aku berjalan Gracia berhenti lalu memangilku.


"Itu bukan apa-apa, kita bisa pergi ke tempat berbeda juga nanti."


"Dan juga terima kasih sudah menjadi suamiku."


Pipiku jelas memerah sekarang.


"Aku juga bersyukur karena Gracia jadi istriku juga."


"Lion?"


"Hari sudah sore, mari kembali."


"Um."


Kami berjalan pulang.

__ADS_1


Sebagai penutupan aku akan berkencan dengan Ricol, ia dengan senang menatapku selagi mengibas-ngibaskan ekornya.


"Kemana kita pergi?"


Dia adalah istriku yang paling imut dan bersemangat karena itu aku akan mengajaknya pergi ke laut untuk mengajarinya bagaimana cara berselancar.


"Eh, aku tidak tahu ada olah raga seperti ini."


"Hebat bukan, berselancar sangat populer di dunia asalku."


"Mengagumkan, aku ingin mencobanya."


"Tapi bulu ekormu akan basah apa tidak masalah?"


Aku harusnya bertanya itu dari awal.


"Jangan khawatir, nanti juga bisa dikeringkan, jadi apa yang harus kulakukan."


"Mari berlatih dulu untuk menyeimbangkan tubuh di atas papan... untuk pengamanan kita harus terikat dengan papan seluncurnya, mari ikatkan tali antara papan dengan satu pergelangan kakimu."


"Seperti ini."


Keamanan tetap yang terpenting.


"Sekarang gunakan perutmu baru setelah biasa cobalah untuk berdiri."


"Aku mengerti, ini mudah ternyata."


Itu tidak semudah yang dikatakan tapi dalam waktu singkat Ricol mampu melakukannya, dia bahkan menembus pusaran ombak layaknya pemain selancar profesional.


Tidak hanya dalam perdagangan istriku yang ini memang sangat jenius dalam segala bidang.


"Ini menyenangkan, mari lebih lama di sini."


"Tentu."

__ADS_1


Dengan ini akhirnya selesai.


__ADS_2