Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 468 : Kemunculan Naga Pride


__ADS_3

Tepuk tangan pecah saat sosok Varlia berjalan muncul dengan anggunnya, dia berdiri di depan semua orang dan mulai berpidato tentang perjuangannya selama ini untuk menyelamatkan banyak orang dan juga rekan-rekannya yang turut membantu hingga dia berada di posisi ini kembali.


Ia hanya mengucapkan banyak terima kasih serta menutup pidatonya dengan penampilan seorang bangsawan sesungguhnya. Ia berlutut saat perdana menteri meletakan mahkota di kepalanya.


"Hidup ratu Varlia Vallaha, hidup."


"Hidup."


Aku ikut bertepuk tangan untuk itu, besok harinya arak-arakan telah digelar, banyak kios-kios yang didirikan di sepanjang jalan ketika aku menanyakannya pada Veronica dia mengatakan bahwa hal seperti ini wajar di kerajaan ini.


Ketika raja atau ratu baru terpilih akan ada festival meriah sebagai perayaan sebelum akhirnya semua orang kembali ke aktivitas seperti biasanya. Biasanya perayaan tersebut akan diadakan tiga hari tiga malam namun mengingat situasinya maka satu hari sudah cukup.


Melawan pasukan raja iblis memang masih terbilang mudah tapi jika melawan naga yang kuat serta bisa terbang, itu jelas menyulitkan dari sisi pandang manapun juga.


Aku membeli beberapa tusuk sate untuk kunikmati di pinggir jalan bersama Hualing, Estelle dan juga Mamia.


"Di sini sangat damai."

__ADS_1


"Aku juga merasa begitu, meski membosankan ini lebih bagus dibanding berada selalu di tempat yang berbahaya."


Aku juga setuju dengan apa yang dikatakan Estelle. Ketika semuanya damai hal seperti peperangan tidak seharusnya ada lagi.


Seluruh prajurit telah ditempatkan di setiap sudut kota untuk menanggulangi serangan para naga, bersama para petualang, penyihir serta relawan kami semua bersiap untuk menunggu kedatangan naga bernama Pride.


Anggota kelompokku berdiri di atas bangunan untuk mengawasi semuanya dari atas, Varlia juga ikut dalam pertarungan ini meskipun banyak orang yang berusaha menghentikannya.


Dia mengenakan baju petualang seperti sebelumnya dengan pedang di tangannya.


"Ini adalah pertarungan kita yang akan menentukan semuanya, pastikan untuk mundur saat situasinya memburuk."


Langit yang cerah kini berubah menjadi gelap gulita, bersamaan awan hitam yang terbang mengelilingi di atas kota, kilatan petir bersinar menyilaukan.


Ini adalah tanda kemunculan naga Pride.


Dari awan yang berputar itu, sosok kepala naga hitam muncul menatap kota dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Matanya yang berwarna merah terang memberikan ketakutan yang intens bagi siapapun yang melihatnya.


Itu seperti yang dikatakan semua orang ukurannya setara dengan dua rumah atau bahkan lebih, mulutnya terbuka lalu meraung dengan suara yang menggelegar yang mampu membelah udara, secara perlahan tubuhnya muncul seutuhnya. Tak hanya kulitnya yang keras tampak bebatuan berbentuk duri menempel di punggungnya sampai ekor.


Tepat saat kakinya mendarat di kota, suara terompet terdengar dan di saat yang sama kami menyerang secara bersamaan, para penyihir menembakan berbagai sihir yang mereka kuasai sementara para prajurit yang dipimpin Veronica menembakan sebuah tombak yang terikat dengan tali kawat yang biasa digunakan untuk memburu ikan raksasa.


Itu menjerat badannya namun hanya bertahan sebentar sebelum semua prajurit dihempaskan ke segala arah.


Aku dan Estelle melompat setinggi yang kami bisa untuk mengirimkan tusukan dari senjata kami dan hanya tiga kali itu hancur. Bahkan senjata yang dibuat dari sisik Wyvern bukan apa-apa melawan naga ini.


Estelle terhempas jatuh dan aku menangkapnya sebelum dia menghantam tanah lalu berlari menghindari injakan kakinya.


Varlia dan Mamia berusaha mengincar matanya sayangnya hal itu dapat dibaca baik oleh sang naga hingga menghempaskan keduanya dengan tangannya hingga menukik jatuh menembus bangunan rumah.


Melihat banyak orang yang mengerumuninya, sang naga mengibaskan kedua sayangnya memaksa kami terbang menjauh dengan kibasan angin kencang, dia kini mengincar Hualing yang sedang memainkan harfa.


Naga ini pintar, dia tahu bagaimana pola serangan kami berjalan. Dia membuka mulutnya untuk bersiap menyemburkan nafas api.

__ADS_1


Aku menghilang setelah menurunkan Estelle kemudian merangkul Hualing, di saat bersamaan sebuah tembakan mirip laser menembus bangunan kota menciptakan jalur lava sejauh 5 km.


Itu jelas serangan yang sangat kuat.


__ADS_2