Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 456 : Masih Di Kota Air Terjun


__ADS_3

Siang harinya aku terbangun karena Estelle melompat ke atas tubuhku.


"Lion sudah bangun?"


"Ada apa Estelle? Bukannya aku bilang bahwa aku ingin tidur lebih lama hari ini."


"Yah.. aku tidak tahan untuk mengganggumu, hanya itu... ngomong-ngomong ada sesuatu yang menusukku."


"Itu reaksi pria saat ada wanita di atasnya, jadi cepat turun dari sana."


Pintu terbanting saat Varlia dan Mamia menerobos masuk.


"Ada keadaan darurat. Ah, Mamia kurasa di dalam sini lebih darurat lagi."


"Berapa kali kalian sudah main," teriak Mamia dan aku ingin sekali menendang mereka keluar jendela.


Kami berkumpul di sebuah kedai setelah keributan itu, memesan makanan sederhana yang kami nikmati secara perlahan.


Varlia menunjukkan koran yang dibawanya sejak tadi.


"Ibukota hancur dalam semalam, semua penduduknya tidak tahu apa yang terjadi bahkan ketika mereka bangun bangunan rumah mereka telah dihancurkan."


"Itu mengerikan," kata Estelle namun sejujurnya itu ulahku serta Dewi Amnesty.


Mari berpura-pura tidak tahu apapun.


"Aku merasa kasihan pada penduduknya."

__ADS_1


Varlia dan Mamia memiringkan kepala bingung menantapku.


"Kenapa kalian menantapku seperti itu?"


"Sebenarnya mereka sangat bahagia hingga membuat festival tiga hari tiga malam untuk merayakannya."


"Mereka melakukannya," teriakku spontan.


"Aku tidak tahu bagaimana hal itu terjadi tapi dikatakan bahwa pahlawan terbunuh secara mengerikan dan semua orang lebih suka merayakan hal itu.. bangunan kota bisa dibangun namun sosok pahlawan yang meninggal adalah hal yang semua orang tunggu sejak lama."


Mengingat bagaimana perilaku dia, itu wajar saja.


"Jadi bagaimana dengan kita?" biasanya mereka yang selalu bertanya padaku sekarang akulah yang bertanya.


Varlia yang menjawabnya.


"Kita lakukan tugas seperti sebelumnya saja, aku sudah mengirim surat ke istana dan mengatakan akan kembali secepatnya jika tujuan kita di sini selesai, yang jelas aku akan mengambil alih kembali peranku sebagai ratu."


"Apa ada sesuatu?"


"Jika pahlawan sudah dikalahkan maka hanya menunggu waktu saja sampai Pride muncul lagi."


"Pride?" kami bertiga berkata demikian di waktu yang hampir bersamaan.


"Pride maksudmu dosa kesombongan?"


Apa itu dosa mematikan yang sama seperti yang kumiliki namun Varlia menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan.

__ADS_1


"Pride adalah seekor naga raksasa yang memiliki tinggi sebesar dua rumah, dulu dia mengamuk dan menghancurkan pemukiman yang dia lewati. Saat itu pahlawan menyegelnya di pegunungan tertinggi dengan sihir penghalang miliknya, ketika dia masih hidup maka Pride akan terus berada di sana dan sekarang tidak heran bahwa sihir itu mulai melemah."


"Berapa lama sampai waktunya tiba?"


"Seminggu lagi."


Itu cukup membuat gelisah, kami masih belum menyelesaikan empat lagi masalah yang akan timbul oleh pasukan raja iblis dan sekarang kami dihadapan dengan seekor naga.


Berbeda dari duniaku sepertinya naga di dunia ini tidak bersahabat sama sekali.


Kami menghabiskan pesanan kami sebelum pergi ke pinggir kanal, aku menabur beberapa remah roti di permukannya lalu mengeluarkan peluit yang kubeli sebelumnya.


Itu hanya menghasilkan suara pelan kendati demikian ikan-ikan mulai bermunculan hingga aku tersenyum puas.


"Alat ini memang terbukti berfungsi dengan baik."


"Ini pertama kalinya aku melihat ada orang yang terobsesi dengan hal seperti ini," ucapan Mamia cukup menusuk.


"Mungkin sejak lama Lion sebenarnya ingin menjadi ikan."


"Mana mungkin aku ingin menjadi ikan," balasku pada Varlia dan Estelle memotong selagi menunjuk ke arah para ikan.


Ada gelembung yang tercipta di sana.


"Ada sesuatu di bawahnya."


Aku terus menatap ke arah gelembung tersebut hingga seorang wanita keluar dari sana, menunjukan setengah badannya yang hanya mengenakan bra.

__ADS_1


"Fuaah, sudah lama aku tidak berenang ke sini, ah kalian yang menonton pertunjukanku kemarin, namaku Hualing salam kenal."


Dia adalah wanita Siren waktu itu.


__ADS_2