
Pagi berikutnya di sebuah ruangan luas ada sebuah meja besar berbentuk persegi panjang yang masing-masing sudut di duduki empat orang.
Pertama adalah Nibela yang tampak kebingungan, kedua adalah Rayker kemudian Rion dan satu lagi seorang wanita dewasa yang mengenakan gaun hitam pemakaman dengan tanduk di kepalanya.
Dia memiliki rambut merah muda panjang dan terkesan wanita lembut sementara Gracia berdiri di belakangnya dan aku pun berdiri di belakang Rion.
"Heh, ada apa ini? Kenapa aku juga duduk," ucap Nibela.
"Aku sudah dengar dari Lion, nona Nibela merupakan putri dewa titan, jadi Anda memiliki hak yang sama untuk mengambil kursi di sana," atas pernyataan Gracia wajah Nibela semakin kebingungan di sisi lain orang bernama Isabela hanya menunjuk senyuman ramah.
Ryker mengangkat tangannya.
"Dewi Aira tidak bisa hadir dirapat pertama ini, jadi aku hanya mengantikannya sementara waktu."
Rion berdiri dengan terkejut.
"Aira? kupikir dia hanya diam di penjaranya tapi tak kusangka dia mengirim utusannya."
"Ceritanya sangat panjang Dewi Riona, tapi alasanku datang kemari adalah untuk meminta tuan Lion menyelamatkan dewi saya."
"Jadi begitu dia memutuskan melakukannya di Lion."
"Benar sekali."
"Apa yang kalian berdua bicarakan?"
__ADS_1
"Aku akan menjelaskannya nanti," jawab Rion padaku.
Setelahnya Rion duduk tanpa menjelaskan apapun lagi di saat yang sama Gracia melanjutkan.
"Kita di sini hanya ingin mendengar masing-masing tujuan kita, saat kita tahu tentang tujuan satu sama lain maka keputusan masing-masing bisa diambil dan aliansi ini bisa dimulai, karena itu mohon Nona Isabela yang mengambil pertama kali."
"Aku mengerti, terima kasih Gracia."
"Ini bukan apa-apa."
Isabela berdiri lalu meletakkan tangannya seperti seorang pramugari, ia menjelaskan semuanya dari awal.
"Biar aku perkenalkan namaku Isabela von Virlasa seperti yang kalian lihat aku salah satu ratu iblis dari masa lalu tapi aku berbasis di benua iblis pada masanya dan tidak terlibat dengan serangan ke manusia dalam bentuk apapun, aku hanya ingin membuat sebuah tempat untuk kaumku sendiri agar mereka hidup damai dan tentram. Aku bertemu dengan pahlawan Gracia Roux dan ia membantuku untuk menyembunyikan kaumku di benua enam wilayah, karena itulah aku bisa berada di sini sekarang."
Isabela menutup perkataannya dan duduk kembali dengan sikap elegan.
"Tak kusangka seorang mantan pahlawan mau menjadi bawahan ratu iblis, apa kalian jatuh cinta satu sama lain."
"Aku bukan orang seperti itu."
"Benarkah, mungkinkah kau mengendalikan Gracia."
"Maaf menyela tapi alasan aku mengabdikan diri kepada Ratu Isabela karena beliaulah yang menyelamatkanku saat peperangan melawan Dewi Riona, aku sempat terluka parah saat itu bahkan keabadian yang kumiliki hanyalah keabadian tak sempurna."
"Apa maksudnya keabadian tak sempurna?" tanya Nibela.
__ADS_1
"Itu adalah keabadian di mana jika jantungmu ditusuk atau kepalamu terpenggal dia masih bisa mati, tubuhnya juga tidak bisa beregenerasi ataupun menyatu sedia kala," ucap Isabela menjelaskan sebelum beralih ke Nibela yang berdiri menggantikannya.
"Namaku Nibela, yang kuinginkan hanya membuat rumah untuk para Titan dan menyelamatkan mereka."
Ryker datang dengan pertanyaan.
"Lalu titan yang menyerang benua apakah nona Nibela tidak ada sangkut-pautnya."
"Soal itu, aku tidak tahu... aku hanya hidup dengan ayah angkatku dan setelahnya aku dibawa ke benua ini."
"Jadi begitu, kota yang aku jaga sebelumnya telah hancur oleh para Titan."
Seperti yang kuduga mereka memang sudah bergerak.
Setelah Ryker kini giliran Rion yang berdiri.
"Tidak ada yang khusus tentangku, aku hanya ingin menjalani hidup santai tanpa bertarung. Soal menyelamatkan dunia atau sebagainya semuanya keinginan Lion dan aku hanya mengikutinya."
"Itulah kebenarannya, dengan skill milikku aku bisa mengembalikan tanah di benua iblis menjadi subur kembali dan rencananya aku ingin membawa ras titan ataupun ras seperti Nona Isabela untuk hidup di sana."
Mendengar pernyataanku semua orang terkejut mereka hanya menatapku dengan pandangan tak percaya.
"Kenapa dengan kalian semua?"
"Lion kau ini sangat berharga mereka mungkin baru menyadarinya sekarang."
__ADS_1
"Ah, begitukah."
Ekpresi terkejut mereka berubah menjadi ekpresi senang.