Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 125 : Darah Naga


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Rosvalia, Harty memang sedang bermain-main dengan berang-berang di pemukiman mereka yang tidak jauh dari danau.


Tak hanya dia, Valentine juga turut menemani di sampingnya dengan payung yang menutupi dirinya dari cahaya matahari.


Untuk alasan sederhana Paula maupun Kizuna berlari dan bergabung dengan Harty untuk mengelus berang-berang tersebut.


Mereka tidak tahu bahwa hewan itu bisa bicara.


"Aahh... tidak, aku dilecehkan manusia betina, selamatkan aku."


"Imutnya, imutnya."


"Boleh aku memilikinya."


"Kalian hentikan itu."


Berang-berang itu segera berlari dan sembunyi di kakiku.


"Mereka monster."


"Yah mereka monster, alangkah lebih baik kau juga segera pergi ke rumah."


"Baik."


Dia mengikuti saranku.


Valentine memiringkan kepala selagi melirik ke arahku.


"Kau siapa? Rasanya aku pernah melihatmu."


"Aku juga Valentine, mungkin dia tukang beras waktu itu."

__ADS_1


"Kalian berdua berhentilah bercanda, aku Ryker dari aliansi Dewi Aira... ingat?"


"Ah, tidak ingat."


Aku tidak tahu mereka sengaja melakukannya atau tidak, untuk sekarang aku memperkenalkan kedua orang yang pergi bersamaku dan lalu menjelaskan kedatanganku yang meminta darah Harty.


Dia tampak shock.


"Kau ingin meminta darah perawanku?"


Valentine, Paula dan Kizuna juga ikut menatapku dengan pandangan kosong.


Aku tidak tahu kenapa bisa Lion kuat dengan anggota seperti mereka.


"Maksudku darah dari tubuhmu, kau bisa mengalirkannya dari tanganmu."


"Ah begitu, kau membuatku terkejut, aku bisa saja tapi apa keuntungan yang bisa aku dapatkan dari semua itu?"


Naga ini jelas berjiwa pedagang.


Charlotte sama sekali tidak membantu, dia hanya diam dalam wujud pedangnya.


"Aku punya uang jika kau mau."


"Uang memang menarik, tapi aku ingin makanan yang terbilang langka... bisakah kau memberikanku makanan itu nanti."


Kizuna muncul dengan sebuah ide gila.


"Ada tarantula raksasa di benua manusia, bagaimana jika kau mencobanya, aku jamin kau tidak menyesal."


"Kelihatannya enak, sepakat."

__ADS_1


Aku sebenarnya tidak ingin berurusan dengan makhluk itu tapi apa boleh buat, aku sepakat dengan apa yang ditawarkan oleh Harty.


Dia merubah sebelah tangannya menjadi cakar naga lalu menyayatkannya di tangan lain hingga darah mengucur dan kami masukan ke dalam gelas hingga penuh.


"Apa itu sakit?" tanyaku.


"Lumayan tapi lukanya akan cepat sembuh."


Aku merasa bersalah, sebagai ucapan terima kasih maupun permintaan maaf aku benar-benar akan membawa tarantula sebanyak mungkin.


"Apapun yang sedang kalian lakukan berjuanglah."


Valentine maupun Harty melambaikan tangan ke arahku dan begitu juga kelompokku.


"Sampai jumpa."


Kami muncul kembali di luar hutan roh kematian, sekali lagi Charlotte menggunakan sihirnya untuk melindungi kami.


"Tidak biasanya kau diam, apa kau sakit perut?"


"Bukan, aku hanya terkejut saja ada naga di tempat itu."


"Hanya itu, apa yang harus kau khawatirkan?"


"Mungkin kau tidak tahu tapi naga yang kau temui itu bukan naga biasa."


"Benarkah, lalu siapa naga itu?"


"Dia ratu naga dari generasi pertama."


Paula dan Kizuna jelas tidak tahu sama sepertiku namun Charlotte menjelaskan.

__ADS_1


"Naga itu telah ada sebelum ras manusia dan Titan bertarung, bisa dikatakan naga legendaris... karena lelah mengatasi antara konflik keturunan murni naga dia memutuskan pergi dan sejak itu tidak ada yang mengetahui keberadaannya, tapi tak kusangka dia ada di sana."


"Begitu, Lion pasti merekrutnya karena sudah tahu itu," kataku demikian.


__ADS_2