Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 152 : Bentuk Keegoisan


__ADS_3

Malam hari itu Solomon berdiri di atas bangunan tinggi saat seorang mendekat padanya. Dia memiliki rambut coklat biasanya dan merupakan anggota staf guild.


"Mei Ling."


"Aku merasa kekuatan aneh dari tubuhmu, kurasa kau sejenis sepertiku."


"Kita saling menyelidiki satu sama lain jadi kurasa tidak masalah untuk saling terbuka."


"Maksudmu seperti ini."


Mei Ling melepaskan seluruh pakaiannya menunjukkan setiap sudut yang dia milikinya tanpa menutupinya sedikitpun.


"Bodoh, hal seperti itu tidak akan berpengaruh padaku."


"Heh, tidak menarik... padahal aku repot-repot merubah penampilanku dengan hal yang indah."


"Aku sempat mendengar sosok tentara bayaran yang sering menerima misi berbahaya, apa itu kau? Dia ras iblis yang dikenal sebagai raja iblis yang suka berhubungan intim dan semua ciri-ciri itu mirip denganmu."


"Aku sepertinya cukup terkenal sekarang walaupun aku tidak suka dipanggil raja iblis, benar namaku sesungguhnya adalah Nightmare."


Mei Ling atau Nightmare mengenakan kembali pakaiannya seolah dia tidak terganggu soal hal tersebut lalu dia melanjutkan.

__ADS_1


"Tentara bayaran hanyalah suatu kebohongan yang kuciptakan. Tujuanku sebenarnya adalah untuk menghancurkan seluruh ras dan hanya menyisakan ras iblis yang berkuasa di dunia ini... sebagai sesama ras yang memiliki darah yang sama, apa kau mau bergabung denganku? Kita bisa membuat dunia baru di mana semuanya hanya untuk kita."


"Aku tidak ingin terlibat dengan hal seperti itu, aku suka hidupku yang sekarang."


"Ras iblis selalu dipandang sebagai ras kehancuran, kita sering diperlakukan tidak manusiawi dan dicemooh. Apa kau ingin membiarkan semuanya terus seperti itu?"


Keheningan terasa di antara keduanya, bagi Solomon sekarang hidupnya bukankah hal buruk, dia kini memiliki teman dan juga seluruh keluarganya telah hidup aman di tempat seharusnya. Tapi bagi Nightmare hal itu berbeda, dia telah melewati sesuatu yang disebut sebuah neraka.


Dia telah banyak kehilangan orang yang dicintainya hingga dia memilih jalan yang salah.


"Manusia itu seharusnya lenyap begitu juga ras lainnya, bagaimana mereka memperlakukan kita dan juga bagaimana mereka membakar kedua orang tuaku di tiang eksekusi sesuatu yang tidak termaafkan, suatu hari keluargamu akan ketahuan dan ras iblis akan dibantai.. apa kau ingin hal itu terjadi?"


"Kau begitu naif, kita iblis tidak seharusnya hidup berdampingan dengan mereka... suatu hari kau akan mengerti apa yang kukatakan, tapi jika itu terjadi aku yakin semuanya akan terlambat."


Mei Ling segera berbalik untuk berjalan pergi sebelum akhirnya Solomon memanggilnya.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Jangan khawatir, tujuanku murni untuk membuat ras iblis menjadi satu-satunya ras yang tersisa di dunia ini, aku sama sekali tidak akan membocorkan soal desamu.. yang ingin kulakukan adalah menghancurkan dua kekaisaran dengan satu lompatan."


"Kau menjadi mata-mata untuk negara lain dan berusaha menghancurkan keduanya."

__ADS_1


Mei Ling hanya melambai sebagai jawaban sebelum melanjutkan langkahnya.


Hal yang dia sebutkan memanglah sebuah kebenaran, bahkan tanpa melakukan apapun iblis hanya akan dibunuh tanpa alasan jelas. Dan pada akhirnya Solomon akan tahu itu.


Setelah pertemuannya, Mei Ling pergi ke penginapan untuk bertemu seorang pria di dalam sebuah kamar, pria itu mendorongnya ke ranjang dan melakukan banyak hal dengannya.


Saat posisi Mei Ling berada di atas pria tersebut, dia tersenyum puas.


"Aahn... fuah. Apa kau sudah selesai?"


"Seperti biasa nona Mei Ling sangat berpengalaman."


"Terima kasih atas pujiannya, tapi kurasa sudah waktunya aku beralih ke pria lain."


"Apa maksudmu?" sebelum pria itu mendengar balasan, jantungnya telah ditarik dari tubuhnya.


"Apa yang?"


Dia tewas dalam sekejap mata.


"Selamat makan."

__ADS_1


__ADS_2