Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 429 : Dunia Berbeda


__ADS_3

Saat aku sadari aku telah berdiri di sebuah kota besar di mana semua orang hanya berlalu lalang melewatiku.


Aku melirik ke segala arah dari dalam topengku dan semua ini bukanlah tempat yang kukenal, ketika aku merasa kebingungan sebuah suara memukul kepalaku.


"Lion, apa kau mendengarkanku?"


"Amnesty?" aku memanggil namanya dan terdengar suara tarikan nafas lega darinya.


"Syukurlah, benar-benar sulit yah."


"Di mana aku sekarang?" tanyaku demikian.


"Kamu berada di dunia yang Venus kelola."


Otakku seketika berhenti berfikir.


"Bagaimana Nightmare bisa melakukannya?"


"Dia mengurung Venus dengan sihirnya dan mengambil alih kekuatannya termasuk dunia yang sekarang kamu kunjungi."


"Lalu bagaimana keadaan di benua iblis?"


"Nightmare menghilang setelah mengirimmu ke sana dan kerajaan sebelumnya di mana kau bertarung berhasil diselamatkan hanya saja."


"Hanya apa?"


"Ryker telah terbunuh."


Mendengar itu keheningan terasa diantara kami berdua. Amnesty melanjutkan.


"Istri dan anaknya selamat, Livia yang menyelamatkannya."


"Begitu, lalu bagaimana aku bisa kembali? Bisakah kau memindahkanku kembali ke dunia sebelumnya."

__ADS_1


"Itu sulit, sebelum raja iblis di dunia sana dikalahkan Lion akan tetap di sana selamanya."


Aku berjalan ke arah gang sempit lalu bersandar di dindingnya agar tidak ada siapapun yang menuduhku sebagai orang gila yang berbicara sendirian di tengah jalan.


"Dengan kata lain aku harus mengalahkannya" lanjutku dan Amnesty terdengar sedikit kecewa.


"Jika bisa begitu akan jauh lebih baik, sayangnya yang harus mengalahkannya adalah seorang pahlawan yang dikirim oleh dewi.. Lion hanya dianggap sebagai pihak ketiga yang tidak diakui keberadaannya di sana, jika kau yang mengalahkan raja iblis kau akan terus berada di sana."


"Tidak mungkin."


"Dunia yang Venus kelola cukup merepotkan banyak pahlawan yang telah gugur dan hanya satu pahlawan yang masih hidup di sana, sayangnya dia memiliki perilaku buruk jadi dia lebih suka memanfaatkan orang lain untuk melakukan tugasnya."


"Aku tidak bisa bertarung dengan orang seperti itu," jawabku cepat.


"Aku tahu kau akan mengatakannya jadi aku memberikan pengecualian."


"Apa itu?"


"Kau bisa menunjuk seorang menjadi pahlawan, siapapun yang kau inginkan maka dia akan dianggap demikian."


"Nightmare hanya membuatmu terkurung di sana agar rencananya tidak terganggu, kuharap kau bisa secepatnya kembali, semoga beruntung."


Dan suara Amnesty tak terdengar lagi.


Ini lebih mengejutkan dari yang kupikirkan, untuk sekarang aku akan mencoba melihat situasinya di sini. Karena dunia ini tidak berbeda dari dunia sebelumnya maka semuanya tidak perlu dimulai dari nol, ada sebuah guild yang berada di tengah kota yang entah apa namanya, saat aku mendaftar resepsionis berdada besar menyambutku ramah.


Setiap dia bergerak itu memantul dengan baik, itu mengingatku dengan milik Rion.


Boleh aku memegangnya?


Tentu jawabannya tidak.


Kurasa dia wajah depan di guild ini, rambutnya yang berwarna merah terang dia ikat sanggul ke atas sementara jika berbicara pakaiannya dia mengenakan gaun berwarna putih, untuk bagian depan semuanya tertutup rapih, hanya saja bagian punggungnya jelas terbuka.

__ADS_1


"Selamat datang di guild, apa kau baru datang ke kota ini?"


"Iya, aku ingin mendaftar jadi petualang."


"Baiklah, tolong isi formulir ini... ngomong-ngomong apa kau akan terus mengenakan topengmu?"


"Apa jadi masalah?"


"Tentu saja tidak namun ini pertama kalinya ada seseorang yang mendaftar di guild tanpa menunjukan wajahnya, mencurigakan."


"Tolong jangan mengatakan mencurigakan di depan orangnya."


Dia malah tertawa kecil.


Aku mengisi formulir semestinya lalu mengembalikan kertas tersebut pada resepsionis, ngomong-ngomong receptionis ini bernama Estelle.


Aku bertanya pertanyaan yang paling dasar.


"Nama kota ini apa?"


"Heh, kamu belum tahu... itu, namamu Lion kan, nama kota ini adalah kota petualang Arsel yang menjadi bagian kerajaan Domino."


Nama kerajaannya terdengar seperti kerajaan penjudi.


"Sekarang aku harus mengetes statusmu tolong letakan tanganmu di bola kristal ini."


"Ah tentu."


Mereka memiliki benda yang bagus.


Aku meletakkan tanganku dan selanjutnya status yang telah aku lupakan sejak lama muncul dalam bentuk layar kecil.


"Eh? Lion level satu tapi statusnya begitu tinggi... tunggu, itu masih bergerak, seribu, lima ribu, sepuluh ribu..."

__ADS_1


Kristal di tanganku mulai retak dan selanjutnya meledak dahsyat.


__ADS_2