Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 453 : Sebuah Keinginan Terbesar


__ADS_3

Nunu bersiul dan dalam sekejap para ikan yang memiliki corak warna warni mulai bermunculan ke permukaan.


Keren Oi.


Apa dia utusan Dewi Aqua.


Minta diajari ah.


Aku mencoba bersiul sepertinya tapi itu sama sekali tak berhasil.


"Jangan khawatir, aku membuat peluit untuk memanggil ikan.. harganya 5 koin perak."


"Hentikan jangan menawariku barang yang tak bisa aku tolak .. beri aku selusin."


"Terima kasih atas pembeliannya."


Aku akan pamer saat kembali ke duniaku.


"Ngomong-ngomong peluit ini hanya berfungsi pada ikan seperti ini, jika berbeda itu tidak akan mempan."


Wajahku memucat.


"Di mana aku bisa membeli ikan ini, tolong bungkuskan aku juga beserta wanita di sampul ini juga."


Varlia, Mamia dan juga Estelle menatapku dengan dingin.


"Jadi itu tipe yang disukai Lion, ia berdada besar serta cantik juga."

__ADS_1


"Estelle juga seperti itu."


"Ia menarik."


"Varlia juga begitu."


"Jangan lupa dia juga imut."


"Mamia juga begitu."


"Dengan kata lain tiga kelebihan kita ada di satu wanita itu."


"Bukan itu yang ingin kukatakan," bantahku demikian.


Nunu hanya tersenyum ragu dan kembali melemparkan banyak makanan ke dalam air.


"Tentu saja anda tuan, bukannya anda bilang ingin mentraktir kalian."


"Eh?"


"Kalian di sini termasuk aku dan rekanku ini, apa benar."


"Dasar pedagang licik," teriakku demikian hingga pada akhirnya kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk memberikan makan ikan.


Ada beberapa bangunan yang dikenalkan olehnya, seperti bangunan bunga yang seluruhnya dililit oleh tanaman, bangunan yang digunakan sebagai museum dan juga bangunan yang di dalamnya dipenuhi miniatur kota.


Ini mungkin perasaanku tapi mereka jelas membuat kota ini memang layak dikunjungi turis, ada hiburan musik di sepanjang jalannya dan di tengah kota sebuah air mancur yang megah ditampilkan, setiap lima menit air mancur akan dilemparkan ke atas sekitar 5-10 meter dan kami berdiri di depannya dengan wajah puas.

__ADS_1


Ini baru yang dinamakan air mancur super.


Kami makan roti lapis raksasa berisi daging, sayuran serta saus yang khas dari kota ini, dan pada sore hari kami menunju air terjun di mana seorang wanita dari ras Siren memainkan harfa di tangannya sembari menyanyi dengan indahnya.


Semua hal di tempat ini memang luar biasa.


Estelle yang berdiri di sampingku tersenyum lebar selagi menyatukan tangannya, dia selama ini hanya terkurung di tempat kerjanya dan sekarang semenjak denganku dia memiliki banyak hal untuk diceritakan pada orang-orang saat dia kembali setelah menjalankan tugasnya sebagai pahlawan.


"Lion bisakah kau sedikit membungkuk?"


"Untuk apa?"


Di dalam kemeriahan orang-orang, Estelle melepaskan topengku lalu menciumku di pipi sebelum menutupnya kembali.


"Anggap saja ini ucapan terima kasih, lain kali aku akan biarkan dirimu bersenang-senang dengan tubuhku loh."


Tentu saja aku tidak berniat melakukan apapun padanya, bahkan pada Varlia ataupun Mamia, aku bukanlah tokoh utama Harem yang menemukan banyak wanita lalu meniduri mereka di atas ranjang dan hidup seolah tak terjadi apapun dengan dosa yang dipikulnya.


Aku hanya seorang yang memilih memperlakukan orang lain dengan baik, dibanding apapun yang kuinginkan dari mereka hanyalah ketika aku kembali ke duniaku mereka akan menemukan kebahagiaan mereka sendiri.


Itu adalah harapan besar dari seseorang yang telah banyak melalui pertempuran mengerikan.


Seolah mengetahui isi pemikiranku Estelle mengembungkan pipinya dan bergumam.


"Untuk hari ini semuanya terasa menyenangkan."


"Aku juga berpikiran sama."

__ADS_1


Syukurlah dia bukan karakter yandere yang akan menusukmu dengan pisau saat mendapatkan penolakan.


__ADS_2