
Terkadang aku memikirkannya, kenapa manusia selalu menghancurkan apa yang telah mereka miliki.
Mereka diberkahi wilayah yang subur, sungai-sungai yang mengalirkan air jernih yang bisa diminum serta makanan yang berlimpah namun itu masihlah belum cukup.
Ketika wilayah mereka hancur mereka mencari wilayah yang baru dan mereka dengan senangnya mengambil hak orang lain.
Apa manusia harus diampuni ataukah mungkin harus dimusnahkan? Dan jawaban kami adalah...
Suara itu terlintas di kepalaku saat aku melompat ke atas sebuah bangunan lain demi menghindari kehancuran.
"Apa-apaan barusan?"
"Dia berbicara lewat sihir telepati, awas Lion."
Sebuah rumah di lemparkan ke arahku, itu melukai beberapa bagian tubuhku kendati demikian aku masih bisa bertahan walaupun harus bergelantungan di pinggir atap.
Aku memanjat naik dan melihat seberapa kehancuran yang telah dilakukannya, api mengelilingi tubuh raksasa itu bersamaan puluhan sihir yang menerjang ke arahnya.
Pasukan putri dari anak kedua sepertinya berusaha melawannya, mereka menembakan beberapa sihir ledakan membuat tubuh raksasa itu berlutut.
Tak ingin menyerah raksasa itu mengirimkan tangannya untuk meraih mereka, menghancurkan mereka dengan jarinya layaknya sebuah semut.
"Titan itu tidak akan selamat."
__ADS_1
"Aah," jawabku singkat pada Rion sebelum melompat ke bawah dan menghilang di kedalaman kegelapan.
Tombak-tombak besi diluncurkan dan itu menancap ke seluruh tubuh Titan tersebut lalu mati dalam sekejap.
Seberapa kuat dirimu jika kau melawan musuh dengan jumlah banyak hal itu tidak membantu, kalau aku memang sebuah pengecualian.
Aku keluar kota dan menemukan semua orang telah menungguku di atas bukit, Harty maupun Valentine tampak gelisah.
"Kenapa ada raksasa di dalam kota?"
"Sepertinya dia berusaha menghancurkan negeri ini, tetapi jangan khawatir sepertinya dia sudah mati."
"Itu namanya bunuh diri."
Dengan keributan ini kita bisa keluar dari sana, itulah yang terpenting.
Namun di sisi lain aku sedikit merasakan hal janggal. Raksasa itu tidak mungkin datang ke sini tanpa alasan.
Hal itu bisa dipikirkan nanti.
"Maaf menyusahkanmu Harty tapi bisakah kau mengantar kami ke Benua Iblis, sampai semuanya tenang kita akan tinggal di sana "
"Jangan meremehkan naga, aku punya sayap yang kuat kurasa besok pagi kita akan sampai."
__ADS_1
"Aku mengandalkanmu."
Pada akhirnya di langit malam itu, kami semua terbang menembusnya.
Di bawah cahaya bulan aku sekali lagi melihat kota yang ditinggalkan di belakang kami.
***
Di dalam gang yang gelap seorang gadis tampak meringkuk selagi melihat pemandangan di depan matanya, gadis itu memiliki rambut merah dan mengenakan jaket bertudung coklat.
"Ayah," dia mengatakan hal itu ke arah raksasa yang telah kehilangan nyawanya.
Sebelumnya gadis itu tinggal bersama ayahnya di benua manusia dengan damai akan tetapi suatu hari seorang bangsawan meminta ayahnya untuk bekerja padanya karena baginya ayahnya adalah sosok yang kuat.
Tentu saat itu dia menolak, akan tetapi bangsawan yang menyebut dirinya pangeran itu, tak berhenti di sana.
Dia menyandera putrinya dan mempekerjakannya ayahnya sampai hal ini terjadi.
Demi putrinya dia berubah menjadi raksasa dan membebaskannya.
Dengan kekuatan kecil si gadis yang meringkuk itu bangkit kemudian mengepalkan tinjunya setelah mengusap air matanya, hal yang dikatakan ayahnya hanyalah satu.
"Tetap hidup, suatu hari pasti akan ada orang yang menyelamatkan ras Titan dan sampai saat itu semuanya akan jauh lebih baik."
__ADS_1
Dengan tangan kecilnya gadis itu menutupi kepalanya lalu berjalan pergi menyusuri gang kesendirian yang tak berujung.