
Pagi berikutnya kami berdua mengambil pekerjaan di sebuah agen, di sini tidak ada guild dan kebanyakan mereka mendapatkan pekerjaan dari tempat ini.
"Untuk dua orang."
"Pekerjaan seperti apa yang kalian inginkan?" tanya wanita tua.
"Yang mudah saja."
"Kita lihat... ada pekerjaan penambangan di sekitar kota ini, kalian bisa bergabung di sana."
"Apa wanita boleh bekerja di tempat seperti itu?" tanyaku demikian.
"Tentu saja pria dan wanita bisa menambang."
"Kalau begitu, kami ambil ini."
Aku hanya mengikuti Rin ke pertambangan yang dimaksud yang merupakan gua besar, beberapa orang telah keluar dari sana dan menyetorkannya pada pihak yang bertanggung jawab.
Mereka mengumpulkan batuan ungu.
Rin menjelaskan.
"Batu ini disebut sebagai batu kristal mineral... kami mengumpulkan ini sebagai penerangan kota, pemandian air panas dan juga berbagai hal lainnya."
"Batu yang sangat berharga."
__ADS_1
"Kita sudah mendapatkan izin mari ikuti aku."
Aku mengikuti Rin ke sebuah gua yang terlihat memiliki batu kualitas rendah. Beberapa orang tidak menambang di sini melainkan menambang di gua yang berbeda saat aku menanyakan hal itu pada Rin dia menggelengkan kepalanya.
"Maaf Aoi, tapi di dunia ini hanya orang-orang berkuasa, kuat dan juga terpandang saja yang bisa memiliki hal bagus untuk dirinya sendiri, kita hanya rakyat biasa karena itulah kita hanya bisa mengambil apapun yang bernilai kecil."
Jadi ini yang dimaksud hirarki iblis.
Semua orang sepertinya memilih untuk tidak terlibat hal merepotkan dan hanya menurut saja, paling tidak mereka berfikir memiliki sesuatu yang masih bisa ditukar dengan uang.
Kami menerima alat sederhana untuk menambang serta gerobak kecil yang bisa kami gunakan untuk mengangkut hasil tambang. Aku menghantamkan alat itu dan percikan tercipta ke udara.
"Keras sekali," kataku kecil dan Rin mengikutiku seperti yang barusan kulakukan, perlu beberapa kali untuk menghancurkannya rupanya.
Orang-orang yang melihatku tampak terkejut.
"Apa kalian mau juga, ambilah sebanyak yang kalian inginkan? Aku tidak keberatan."
Atas pernyataanku mereka tersenyum lebar lalu dengan senang mengisi gerobak mereka sampai penuh.
"Terima kasih banyak."
Aku melambaikan tangan ke arah mereka.
"Kau memang hebat Aoi, dengan ini mereka pasti akan punya nasi hangat di pagi hari selama beberapa minggu ke depan."
__ADS_1
"Kurasa kita juga harus segera menukarnya dengan uang."
Saat kami berdua hendak keluar beberapa iblis peringkat atas menghadang kami.
"Semua orang harus memberikan pajak pada kami, kudengar kalian hari ini mendapatkan batu yang sangat banyak."
"Kalian," teriak Rin.
Aku bisa melihat semua orang yang sebelumnya sangat senang terduduk dengan sedih, mereka semua merampas semuanya.
Aku mengikat rambut panjangku selagi meletakan tanganku di pedang.
"Nah Rin, bagaimana jika aku membunuh mereka di sini? Apa tambang ini bisa diserahkan pada orang-orang miskin."
"Bisa saja, tapi kau yakin mereka pasti memiliki seseorang yang mendukung mereka dari belakang."
"Kalau begitu aku juga akan membunuhnya."
Manusia terbiasa membunuh iblis jadi apa yang kulakukan bukanlah kesalahan.
"Jangan berani atau nona Hime akan menang..."
Srak.
Sebelum dia menyelesaikan perkataannya kepalanya telah jatuh ke tanah.
__ADS_1