Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 369 : Alam Dewi


__ADS_3

Rion terbangun pada malam hari saat sensasi rasa sakit menyerangnya secara ganas, kaki yang dilihatnya telah patah dan tubuhnya sulit digerakkan.


Sungguh apa yang lebih buruk dari itu? Pikirnya dalam hati.


Seolah baru saja membangkitkan sebuah Flag menyebalkan, seekor serigala telah muncul di depannya dengan gigi yang dia gemeretakkan, tak hanya satu ada beberapa lagi yang keluar dari belakangnya bersiap menerkam sosok Rion di depannya.


Dalam sekejap Rion akhirnya mengerti apa yang baru saja dia lakukan dan menyesali karena telah memikirkan hal bodoh. Rion bukanlah dewi lagi dia hanya gadis biasa dari ras Elf ketika terluka dia merasa sakit dan saat ini dia tidak memiliki kekuatan sedikitpun untuk melawan.


Ketika dia mencoba pasrah sebuah anak panah melesat lalu membunuh salah satu serigala paling dekat, serigala lain mulai mengendus ke atas pohon dan melihat seorang gadis atau tepatnya petualang telah menarik busurnya untuk memberi serangan berikutnya.


"Sekarang."


Dia memberikan sinyal dan teman-temannya yang lain mulai bermunculan untuk membantu serangan, itu terdiri dari dua pria pengguna pedang dan satu wanita penyihir, serigala yang selamat mulai melarikan diri.


"Kau baik-baik saja," gadis di pohon melompat di depan Rion selagi berkata demikian.


"Ah iya, aku benar-benar berterima kasih."


Dan tiba-tiba perut Rion berbunyi keras hingga gadis itu tertawa.

__ADS_1


"Sepertinya kau lapar, mari makan bersama untuk memulihkan diri."


"Um."


Mereka memanggang daging rusa lalu memberikan jatah Rion untuk dinikmatinya, mereka juga memberikan perawatan terhadap kakinya.


Beberapa pertanyaan dilontarkan kepada Rion, seperti kenapa dia ada di hutan? Dan mau pergi kemana dia? Rion jawab dengan normal. Rion sudah dikenal sebagai dewi jahat jika mereka menyadari hal itu mereka mungkin akan berubah pikiran untuk membunuhnya.


Syukurlah semua itu tidak terjadi, dengan ucapan sopan Rion sekali lagi membungkukan dirinya mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya pamit pergi.


"Kau yakin tidak ingin kami temani?"


"Tidak perlu, aku baik-baik saja... selamat tinggal."


Rion melambai lalu berjalan dengan tongkat yang dibawanya, dia sampai di sebuah padang rumput yang landai di mana bunga serta rerumputan bergoyang tertiup angin.


Saat ini Rion cukup menyedihkan dan berkat seseorang, pergi ke kota bukan ide bagus, karena itu Rion memutuskan untuk mencari tempat sementara untuk memulihkan diri.


Satu hal terakhir yang dia inginkan adalah menantang Amnesty, sampai saat itu tiba dia akan jauh lebih baik jika beristirahat. Ia menemukan gubuk kosong di belakang padang rumput di mana itu sudah ditinggalkan sejak lama.

__ADS_1


Pintunya rapuh dan bagian dalamnya telah di makan usia meski begitu semuanya tampak terawat dan masih layak digunakan.


Dibanding tidur di luar beralaskan tanah dan langit, tinggal di sini masih lebih baik, pikir Rion.


Untuk makanan dia bisa mencari ikan di sungai atau mengumpulkan buah-buahan di sekitar hutan. Selama beberapa bulan Rion menjalani hidupnya yang santai hampir melupakan tujuan awalnya sampai dia akhirnya mengingatnya.


"Kemewahan ini membuatku hilang ingatan," teriaknya demikian.


ia mengeluarkan item yang diberikan oleh Venus sebelumnya dan sekali lagi telah muncul di alam dewi. Alam dewi terdiri dari beberapa pulau melayang dengan jumlah yang sangat luas, di antara pulau memiliki sebuah kuil dan masing-masing ditempati satu dewi.


Rion muncul di kuilnya sendiri dan ia melihat patungnya sendiri di perkarangan rumah, ketika ia menyentuhnya sebuah butiran cahaya keluar lalu meresap ke dalam tubuhnya. Ia mengulurkan tangannya untuk menciptakan pohon dari telapak tangannya.


"Tak kusangka berkah dewi yang kubuang akan kugunakan lagi.... Teleportasi Gate."


Rion muncul di pulau paling puncak di mana di sana Amnesty duduk selagi meminum tehnya dengan elegan, di belakang Amnesty tampak sebuah jam raksasa terbuat dari emas berputar dengan indah.


Itu adalah Pandalium.


Amnesty menyinggungkan senyuman nakal.

__ADS_1


"Lama tak bertemu Riona, kau tumbuh dengan baik di dunia sana."


Rion menggigit ujung bibirnya, dia berfikir benar-benar akan menendang pantatnya sekarang.


__ADS_2