
Di gang sepi dekat dari guild Rion dengan kesal menendang-nendang tembok.
"Apa-apaan mereka itu, memangnya mereka lebih baik dari Lionku, kesal sekali."
Lionku, katanya.
"Yah, kau tidak perlu kesal tentang itu. Aku baik-baik saja."
"Benar, aku akan membunuhnya."
Dia tidak mendengarkanku.
Aku menyentuh dadanya hingga akhirnya dia diam juga lalu menghalanginya dengan tangannya.
"Kenapa kau lakukan itu?"
"Agar kau tenang... tujuan kita adalah mengumpulkan kekuatanmu selagi menyembunyikan keberadaanmu jika kita dianggap kuat mungkin suatu hari nanti para petualang akan curiga dan lebih buruk lagi para pahlawan akan mengejar kita atau bahkan yang lainnya juga."
"Meski kita menyembunyikan, saat kekuatanku terkumpul para dewi akan segera mengetahuinya."
Itu lebih baik dari pada terkena masalah sekarang paling tidak saat itu kita bisa pergi ke benua lain.
"Baiklah, sekarang aku sudah tenang."
Aku menarik pipinya karena kesal, sudah berapa kali dia melupakan tujuannya.
Apa orang ini pikun?
"Awawa sakit, sakit. Lion hentikan jangan menarik pipiku."
Valentine memotong.
"Apa Lion yakin akan melakukan ini semua?"
"Kenapa tidak bayarannya cukup untuk kita berempat, kalian jangan lakukan apapun."
Valentine maupun Harty melirikku penuh tekad.
"Kami akan membantu, mau atau tidak kami memaksa."
__ADS_1
"Aku bisa merasa bersalah pada kalian."
"Jangan khawatir, mari Harty."
"Baik."
Kupikir lain kali aku tidak akan mengambil pekerjaan seperti ini lagi.
Pakaian kami jelas sangat kotor, selagi membersihkan diri seorang yang terlihat seperti bangsawan muncul dengan dua wanita di kiri kanannya.
Dia memberikan satu penuh koin perak padaku.
"Bagus rakyat jelata, kau sudah berkerja dengan baik... ambillah itu sebagai konfensasi dariku."
"Terima kasih."
Aku membungkuk ke arahnya selagi memperhatikan kepergian mereka.
"Orang yang baik."
"Baik di mananya pernyataannya kasar sekali," potong Rion tanpa mendapatkan jawaban apapun.
Terlebih kami hanya menyelesaikan semuanya satu hari.
Aku berkata ke arah semua orang.
"Kita mendapatkan banyak uang mari kita gunakan untuk menyewa pemandian air panas."
"Itu ide bagus."
"Aku ingin berendam cukup lama."
"Aku juga."
Saat mereka berendam aku menggunakan sihir airku untuk membersihkan semua noda di pakaian kami. Aku tidak memiliki sihir api karena itu aku membiarkannya agar cepat mengering sendirinya sebelum akhirnya melompat masuk.
Malam yang indah.
Aku telah membeli beberapa pakaian cadangan di toko lalu menyimpannya di sihir penyimpananku begitu juga untuk Valentine dan yang lainnya, walau belum kering kami masih punya pakaian untuk dipakai.
__ADS_1
Valentine dan Rion mengambil posisi di kedua sisiku sementara Harty berenang ke sana kemari.
"Dengan uang kita yang miliki, aku yakin bahwa kau tidak akan bisa membeli Misa."
"Itu memang benar."
"Lion ingin membeli budak?" Valentine yang baru mendengarnya tampak terkejut.
"Kita memerlukan keahliannya terlebih kekuatan Rion yang disegel ditubuhnya."
"Sebenarnya Valentine Misa itu wanita dewasa semok berdada besar jadi mungkin?"
Valentine memerah.
"Jadi untuk itu."
"Jangan mengatakan hal aneh dewi sialan."
"Kau masih belum menghormatiku, hari ini aku tidak akan membiarkanmu lolos, Valentine pegang dia."
"Baik."
"Tunggu, kalian ingin melakukan apa?"
"Sesuatu yang nakal."
"Harty selamatkan aku, kuizinkan kau memakan jatah makananku hari ini."
"Laksanakan"
Dan air menyembur ke udara oleh bola api.
Aku mengenakan handuk lalu melarikan diri secepat yang aku bisa.
"Dia masih malu-malu."
"Bukannya kita terlalu berlebihan?"
"Lebih bagus seperti ini, ini menyenangkan."
__ADS_1