Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 510 : Pertemuan Yang Ditakdirkan


__ADS_3

Pulau-pulau yang melayang kini mulai berjatuhan kemudian hancur di udara menjadi serpihan kecil yang melayang ke segala arah.


Setelah mengalahkan banyak dewa-dewi, Nightmare mendaratkan kakinya di pulau paling atas dimana di sana ada sebuah jam raksasa dan di depannya tampak Amnesty duduk selagi menikmati tehnya, sampai Lion selesai Amnesty memiliki peran untuk menahan Nightmare sebisa yang dia lakukan.


Nightmare sekarang adalah seorang dewi kecuali dewi lagi sulit untuk bisa mengalahkannya.


"Selamat siang, mau duduk dan minum teh."


Nightmare jelas tidak datang untuk itu, dia menembak bola hitam dari tangannya yang mana itu menciptakan serangan semacam black hole yang mampu menghisap apapun di sekitarnya, Amnesty yang kehilangan tehnya berganti dengan senapan Musket dan satu tembakannya menghancurkan bola itu dalam sekejap mata.


Dia mengacungkan moncongnya ke arah Nightmare yang tersenyum kecil.


"Sepertinya akan sia-sia berbicara apapun padamu, maka dari itu aku harus mengalahkanmu."


"Itu juga yang ingin kukatakan," balas Nightmare menciptakan pedang di tangannya lalu melangkah maju dengan sebutan tebasan yang mampu ditahan Amnesty, keduanya melayang di udara sesaat sebelum mendarat untuk saling memberikan serangan terkuat.


Bagi Amnesty ini semua mengingatkannya dengan bagaimana dia bertarung melawan Rion.


Letupan dari musket menggema ke udara, dan Nightmare mengeluarkan satu tengkorak untuk menahan peluru tersebut, kecuali dirinya tengkorak itu hancur hingga meleleh setelahnya.

__ADS_1


Amnesty menyergap dari depan memberikan sebuah tendangan yang membuat Nightmare memuntahkan darah sebelum dia terhempas sejajar dengan tanah, dia melompat berdiri dan lalu menggunakan dosa kematian untuk membuat dirinya semakin banyak.


Amnesty kini telah dikelilingi Nightmare yang lain yang merupakan ilusi.


"Jika sulit menemukan yang asli aku hanya harus mengalahkan mereka semua."


Musket yang lain muncul di tangan Amnesty dan secara bergantian dia menembaki apapun yang mendekatinya, kepala Nightmare tertembus peluru hingga lenyap begitu saja, kekuatan musket Amnesty menghilangkan kekuatan apapun bagi yang terkena olehnya.


Kini semua Nightmare telah lenyap.


"Di mana dia?"


"Sihirku tidak aktif."


"Sayang sekali aku menghilangkan satu kemampuan musuhku yaitu kekuatanmu untuk menetralisir serangan."


Tubuh Amnesty dilempar dan itu menciptakan ledakan hingga dia berguling-guling di tanah, sebelum menghantam Pandalium, Amnesty memaksakan dirinya untuk berhenti sebelum menabraknya namun Nightmare telah berada di depannya memberikan beberapa pukulan sebelum menendang wajah Amnesty ke samping.


Amnesty segera bangkit untuk menembakkan senjatanya namun Nightmare menangkap senjatanya lalu mengarahkannya ke atas sebelum menendangnya ke depan dengan muntahan darah yang menyembur dari mulutnya.

__ADS_1


"Kenapa kau menjadi lemah, bukannya kau ini ratu dewi tak mungkin hanya ini saja kekuatanmu."


Amnesty tersenyum sebelum membalas.


"Kami ini para dewi dilarang untuk terlalu ikut campur dengan dunia manusia, kau bukan dewi karena itu aku tidak bisa bertarung denganmu dengan serius."


"Jangan bercanda kau jelas berbohong, aku sekarang sudah menjadi dewi."


Alasan sebenarnya Amnesty tidak terlalu mengeluarkan kemampuannya karena dia membuka pintu ke pohon Yggdrasil untuk Lion bisa masuk ke dalam sana, meski dia mencoba bertarung melawan Nightmare kekuatannya masih belum cukup untuk memenangkan pertarungan ini.


Dibanding memaksakan diri dia lebih mencoba membantu ramalan itu terjadi di depan matanya.


"Kalau begitu aku akan membunuhmu saja di sini."


Nightmare melesat dengan pedang yang terayun untuk memenggal kepala Amnesty, sebelum dia melakukannya tubuhnya lebih dulu terhempas ke belakang dengan darah menyembur dari mulutnya.


Di depannya Lion berdiri tanpa mengenakan topeng apapun.


"Maaf menunggu, akulah yang akan mengalahkanmu di sini."

__ADS_1


Nightmare tersenyum puas.


__ADS_2