Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 64 : Kesedihan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Sudut padang Nibela Cronil.


Beberapa hari setelah aku bergabung dengan kelompok Linda aku berlatih banyak hal khususnya dalam pertarungan.


Dia mengajarkanku bagaimana cara membunuh maupun banyak keahlian yang bisa digunakan untuk mencuri.


Sesekali merampok kereta pedagang yang melintasi hutan ini sesekali aku juga diajak olehnya untuk merampok sebuah rumah bangsawan.


Aku terus melakukan semua hal dalam kenyamanan.


Suatu hari Linda bahkan membelikan pakaian yang bagus dan kami bersenang-senang di markas, bagiku dia seperti seorang ibu yang tidak pernah aku miliki.


Aku hanya tahu bahwa aku adalah anak Dewa Titan dan Ibuku seorang dewi, saat perang Ragnarok pecah. Ayahku menyegelku ke dalam sebuah kristal.


Dan ayahku yang terbunuh di kota adalah orang yang selama ini merawatku, dia ayah angkatku meski begitu aku memperlakukannya sebagai ayah kandungku sendiri.


"Ada apa Nibela?"


"Tidak apa-apa, aku ingin bisa hidup damai seperti ini selamanya."


"Tentu saja, kita akan selalu seperti ini selamanya."


Kami saling berpelukan.


Dua hari berikutnya kami memutuskan untuk menjarah harta seorang bangsawan yang terkenal.


Kami mengawasi mereka di atas sebuah bukit tinggi yang seutuhnya tertutup pepohonan. Ada beberapa pengawal yang dikhususkan sebagai penjaga meski begitu mereka tetaplah bukan tandingan kami.


Linda selalu memegang prinsipnya untuk tidak membunuh siapapun, karena itu aku merasa nyaman di dekatnya.


Jack yang berada di seberang lain bersiul sebagai tanda untuk kami bergerak, ketika para pengawal kebingungan kami turun menyergap mereka.

__ADS_1


Hanya dalam hitungan detik kami menjatuhkan para pengawal beserta bangsawan tanpa membunuh mereka.


Linda mengambil satu kantong koin emas selagi menunjukannya padaku.


"Lihat ini Nibela, kita bisa belanja dengan uang ini?"


Aku hendak menjawabnya namun tiba-tiba saja tubuh Linda roboh ke samping karena sebuah pedang menembusnya dari belakang.


Para penjaga maupun bangsawan juga telah dibunuh.


"Apa-apaan ini Jack?"


Jack hanya menunjukkan pandangan hina selagi mengutuk keberadaan Linda.


"Kami sudah muak denganmu, semua orang di sini ingin mendapatkan uang lebih dan menyerang desa-desa untuk mengambil harta mereka serta para wanitanya."


"Tidak mungkin, hanya demi itu kau melukaiku."


"Kami juga sudah muak dengan kau yang meminta kami tidak membunuh siapapun, dengan begitu orang malah tahu wajah kita dan hasilnya poster kita ditempel di kota dengan harga tinggi."


Ucapan Linda hanya menjadi bahan ejekan.


"Kau sudah tidak dibutuhkan lagi."


Secara sadis Jack terus menusukan pedang di tangannya, tangan Linda terjulur ke arahku.


"Larilah Nibela... aku menyayangimu."


Aku hanya bisa diam membatu, kenapa semua orang yang dekat denganku harus mati. KENAPA?


Tanpa sadar aku berteriak selagi menarik belatiku, sebelum aku bisa menyerang Jack beberapa pria menahanku bersama wanita, mereka menjatuhkan belatiku tanpa kesulitan.

__ADS_1


"Jangan sakiti dia, dia bisa dijual dengan harga tinggi."


"Kalian semua, Linda sudah baik pada kalian bahkan merekrut kalian di jalanan tapi ini balasannya."


Jack menamparku tanpa ampun hingga darah mengucur dari hidung dan mulutku.


"Kami sudah bosan, di bawah pimpinanku kami akan jauh lebih berkuasa dan harta yang akan kami miliki jauh lebih banyak."


"Aku akan membunuh kalian, bunuh, bunuh."


Jack menampar kembali wajahku beberapa kali.


Semakin lama setiap tamparannya akan jauh lebih menyakitkan, akan tetapi ditamparan terakhir dia langsung berhenti melihat mataku yang berubah kuning emas.


Seluruh tubuhku mengeluarkan asap.


"Apa yang kau lakukan?"


"KUBUNUH KALIAN SEMUA."


Ledakan udara terjadi di sekelilingku orang-orang di sekelilingku terlempar ke segala arah menabrak pepohonan selagi berteriak-teriak ketakutan saat melihatku yang berubah menjadi Titan.


Berbeda dari Titan lainnya, tinggiku sekitar 80 meter dengan tubuh di selimuti zirah besi hitam. Wajahku juga tertutup helm meski begitu mereka bisa melihat mataku yang bersinar terang.


Titan bisa menggunakan sihir untuk membuat pakaiannya hanya saja dalam kasusku manaku melimpah hingga bisa menciptakan baju ini.


Aku telah melanggar janjiku pada ibuku untuk tidak berubah.


"Se-sebenarnya kau siapa? Tidak, jangan bunuh aku.. tidak."


Aku menangkap Jack yang ketakutan lalu menghancurkan tubuhnya di tanganku, tak lupa aku juga melakukan hal sama pada mereka semua.

__ADS_1


Menghantam mereka, menginjak mereka ataupun menepuk mereka seperti nyamuk hingga hanya menjadi seonggok daging segar tak berbentuk.


Hutan hancur begitu juga mereka semua, yang tersisa hanya aku yang menangis dengan teriakan menyakitkan dalam wujud anak kecil.


__ADS_2