Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 306 : Sebuah Kunjungan


__ADS_3

Wisteria mengutarakan pertanyaan.


"Jika orang bernama Solomon itu bisa pulang pergi antara dunia bawah dan dunia itu, bagaimana caranya?"


"Kurasa caranya seperti apa yang bisa dilakukan Hime," jawabku singkat.


"Tidak mungkin aku bisa membuat gerbang, aku yang bisa membawa semua rasku ke dunia ini juga malah terdengar mustahil."


Hime jelas tak percaya akan kemampuannya meski begitu kami hanya perlu menunggu sampai dia siap.


Di sisi lain aku dan Wisteria melanjutkan pencarian untuk menemukan buku yang sedikit bisa membantu, kami ingin mengubah langit menjadi biru namun sayangnya tidak ada apapun yang bisa membantu.


Siang harinya aku kembali ke kediamanku di rumah Wisteria, saat aku masuk ada seseorang yang tengah memakai futonku selagi menunjukan kaki mulusnya dibalik kimono pendek miliknya.


"Selamat datang kembali tuan, mau makan dulu, mandi atau wa-ta-shi."


Aku buru-buru menutup pintu supaya tidak ada yang mengetahui keberadaan orang ini.


"Kenapa ada dewi di dunia bawah?"


"Tidak sopan, aku ini ratu para dewi aku bisa pergi kemanapun yang kumau."


"Berhentilah memamerkan pahamu."

__ADS_1


"Kau lebih suka bagian atas, ini mengejutkan."


Aku memasang wajah bermasalah lalu beralih ke topik yang lebih utama.


"Jadi apa yang ratu dewi inginkan sehingga datang kemari?"


"Lion ingin mengubah langit ini menjadi biru bukan, aku bisa membantu loh... pada awalnya ini dunia kosong aku kagum bahwa semua iblis yang tinggal di sini mampu beradaptasi sejauh ini."


"Pasti ada syaratnya bukan?" aku balik bertanya hingga Amnesty tersenyum tipis.


"Sesuai yang diharapkan dari Lion, bukan hal hal sulit aku hanya ingin setelah menemukan Echidna ataupun Ringbel kau harus merawatnya dengan baik di tempatmu di Elfdian."


"Itulah yang akan kulakukan sejak awal, dengan kata lain apa yang kau tawarkan tanpa syarat apapun," kataku lemas sementara Amnesty masih tidak kehilangan senyuman di wajahnya.


Dia melanjutkan.


Dia menjentikkan jarinya sebelum melambaikan tangannya.


"Aku tidak bisa lama-lama, kau yakin tidak ingin menyentuhku aku tidak mengenakan pakaian apapun di balik kimonoku."


"Pergi sono."


"Bye bye."

__ADS_1


Sesaat setelah kepergiannya, Wisteria membuka pintu kamarku secara tergesa-gesa.


"Aoi, kau harus melihat ini."


Aku mengikutinya keluar perkarangan dan melihat langit yang sebelumnya berwarna oranye telah berubah menjadi langit biru cerah dengan awan putih menyelimutinya, matahari yang berwarna merah telah berubah menjadi warna kuning yang memberikan kehangatan seperti yang kuingat.


Para pelayan tampak takjub dengan pemandangan tersebut termasuk Wisteria yang terlihat menyeka air matanya yang jatuh melewati pipinya.


"Bagaimana bisa? Aku yakin kita tidak bisa melakukan apapun tentang langitnya, apa ini ulahmu Aoi?"


Bagaimana menjelaskannya? Aku tidak bisa bilang bahwa ratu dewi datang kemari dan mengabulkan keinginanku.


Mari anggap saja ini sebuah keajaiban tak terduga.


Selama ini orang-orang berusaha beradaptasi dengan keadaan tapi sekarang mereka sudah tidak perlu melakukannya lagi, dengan langit seperti itu entah pepohonan atau rerumputan akan tumbuh dalam waktu singkat, dunia ini juga tidak akan berbeda jauh dengan dunia lainnya.


Wisteria terus menatap langit bahkan ketika hari sudah sore, aku duduk di sampingnya dan berfikir ekpresinya sangat imut.


Dia melirik ke arahku lalu berkata.


"Aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan tapi terima kasih banyak."


"Aku tidak melakukan apapun."

__ADS_1


"Mungkin hanya dengan keberadaanmu di sini, itu bisa membuat langit berubah... aku senang."


Aku sebelumnya tidak pernah tahu ternyata dia juga bisa memiliki ekpresi senyuman bahagia seperti ini.


__ADS_2