Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 335 : Pertarungan Akhir Di Dunia Bawah Bagian Tiga


__ADS_3

Melihatku tak bereaksi Echidna mengerenyitkan alisnya.


"Kau cukup tenang dalam posisi terjepit seperti ini."


"Hal seperti ini sudah sering terjadi jadi aku sudah mempersiapkannya sejak awal," balasku demikian.


Aku mengeluarkan sebuah batu dari balik pakaianku, batu merah itu menembakan cahaya ke udara menabrak lingkaran sihir secara langsung kemudian menghancurkannya secara bertahap mirip sebuah kaca.


"Benda apa itu?"


"Di duniaku mereka menyebutkan batu bertuah."


Aku melesat maju dengan pedang terhunus padanya mengincar bagian leher, menyadari hal itu Echidna menahannya dengan satu tangan sementara tangan yang memegang pedang terulur padaku, aku menarik pedangku untuk memantulkannya ke samping lalu membalasnya dengan gaya tusukan.


Serangan cepatku tidak bisa diantisipasi olehnya hingga ujung pedangku menembus mulutnya sampai ke belakang kepala, Echidna menjatuhkan pedangnya begitu saja.


Dia menggunakan dua tangan kosongnya untuk mencengkeram pendangku lalu mematahkannya dengan mudah, pedang iblis yang dikatakan sangat kuat dan merupakan pedang terbaik di dunia ini telah dihancurkan.


Dia menendang perutku hingga aku menabrak tulang besar di punggungku. Dengan wajah santai Echidna menarik pedang yang tertancap di mulutnya lalu melemparkannya ke samping. Tanpa menunggu aku bangkit dia kembali menarik pedangnya untuk menyerangku tanpa jeda.

__ADS_1


Seluruh tulang di sekitarku tertebas pedangnya, saat aku sadari tangan kananku pun sudah tidak berada pada tempatnya melainkan jatuh begitu saja di sampingku, darah menyembur dari bekas potongan sehingga aku langsung menggunakan sihir penyembuhan.


Sebelum aku sempat mengambil tanganku, aku dipaksa untuk melompat mundur sementara itu Echidna mengambil tangan terpotong lalu memasukannya ke dalam mulut tanpa kesulitan di mana rahangnya bisa melebar dengan mudahnya.


"Ini adalah balasanmu yang telah menusuk mulutku."


Dia memaksaku untuk bertarung dengan satu tangan terlebih aku juga tidak bisa menggunakan sihir apapun padanya secara langsung.


Aku menciptakan tangan-tangan dari tanaman melepaskan apapun padanya seolah seperti sebuah meriam, Echidna memotong mereka dengan mudah sebelum berlari padaku.


Aku mengambil pedang dari sihir penyimpanan untuk mengahadapinya.


Dentrang.


Secepat apapun melesatkan serangan Echidna mampu menahannya meskipun tiga jarinya terpotong ke udara, aku muncul di belakangnya dengan tiba-tiba dan pedang yang ditangannya mampu menahannya juga.


"Pedangmu itu memiliki pikirannya sendiri."


Terlihat bagaimana saat Echidna melihat ke arah lain pedangnya terus mengikutiku.

__ADS_1


"Tepat sekali," balasnya menyeringai.


Aku menjatuhkan hantaman keras menghancurkan pijakan milik Echidna sementara dirinya telah bersalto beberapa meter ke belakang.


"Waktumu hanya satu menit lagi sebelum tanganmu dicerna, sampai saat itu apa kau bisa mengambilnya."


"Hell Fire."


Api keluar dari lingkaran sihir yang kubuat, hanya berada jarak beberapa inci dengan Echidna, sihir tersebut lenyap.


Aku merubah diriku ke dalam bentuk sempurna dosa mematikan dimana telingaku meruncing sementara kedua mataku berubah gelap gulita, meski sihir tidak bisa mengenainya paling tidak dengan ini kekuatanku telah ditambahkan beberapa kali lipat.


Tanduk di kepala Echidna juga terlihat mulai membesar bersamaan itu sepasang sayap lebar menyeruak dari tubuhnya sementara kulitnya dipenuhi bercak hitam, gerbang iblis pertama kemudian gerbang iblis ke dua hingga tubuhnya benar-benar berubah.


Dia menyelimuti pedangnya dengan semua kekuatannya begitu juga denganku, kami akan mengakhiri pertarungan ini dengan satu serangan terakhir.


Setiap tulang yang diciptakannya sebagai hutan mulai terkikis udara.


"Aaaaaaaa," bersama teriakanku kami berdua mempersempit jarak.

__ADS_1


__ADS_2