
Thomas melompat masuk sementara orang bernama Ginny sedang asyik mengaitkan bra-nya kembali kemudian mengenai pakaian pelayan seperti yang sebelum-sebelumnya dia kenakan.
Apa dia tidak mengenakan bawahan?
Lumrahnya orang akan berfikir mereka adalah sindikat yang mencoba menipumu lalu mengambil hartamu saat kau setengah sadar, namun sesungguhnya mereka terlihat bukan orang jahat.
Pertama aku menutut penjelasan dari keadaan ini. Terlebih ada wanita yang sedang berganti pakaian di sana tapi Thomas tidak tertarik padanya.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan, aku dan Ginny sudah seperti rekan, kami tidak berniat menyentuh satu sama lain... tentu aku masih normal."
Aku tanpa sadar menarik nafas lega saat dia melanjutkan.
"Kami sebenarnya adalah pasukan dari anti kekaisaran yang menolak invasi secara besar-besaran seperti ini, kudengar dari sekian negara hanya negara ini yang masih belum berhasil ditaklukan... diam-diam kami menyelidikinya dan tanpa sengaja kami mendengar rumor tentangmu, iblis Titan dan seorang yang mengalahkannya."
Semua peristiwa itu jelas terikat denganku.
Ginny menyela setelah duduk di meja selagi menyilangkan kakinya.
"Pasukan kami ingin mengembalikan benua ini ke sedia mungkin, kurasa kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk beraliansi... jumlah pasukan kami sekitar 5000 orang dan siap berperang jika dibutuhkan."
Ini jelas sesuatu yang dibutuhkan pihak kami, meski begitu.
Apa aku bisa mempercayai mereka?
"Soal ras rubah, bisakah aku mendengarnya lebih rinci?"
"Tentu saja, aku akan mengatakannya saat ada waktu senggang."
__ADS_1
Thomas mengangguk mengiyakan.
Jika dia berfikir untuk beraliansi aku tidak bisa memutuskan sendiri jadi aku mengatakan bahwa besok kita bisa bertemu kembali dengan ratu dan membicarakan semuanya.
Tepat saat aku keluar dari kafe mereka masih mengikutiku.
"Kalian, apa kalian tidak memiliki tempat lain untuk dikunjungi?"
Keduanya mengalihkan pandangan ke samping, yang mana memperjelas situasinya.
Sepertinya aku terlibat hal merepotkan.
Aku meminta Harty, Clarisa dan juga Valentine untuk kembali ke negaraku di Elfdian selagi melaporkan hal terjadi.
Mereka telah banyak membantuku, aku tidak bisa melibatkan mereka terlalu jauh dalam hal yang berbahaya atau lebih tepatnya dari sini aku akan bertarung sendirian agar mereka tidak terluka.
Jika dia yang melakukannya para Dark Elf akan lebih menyukainya.
Begitu juga Harty dan Valentine sangat dibutuhkan dalam pembangunan negara, dalam beberapa waktu aku tidak bisa kembali.. aku bisa melihat Rosvalia yang akan mengomel padaku nanti.
"Kalau begitu jaga dirimu," ucap Harty seolah tanpa beban.
Aku melambaikan tangan ke arah mereka yang telah menghilang melewati Teleportasi Gate, semenjak aku datang ke dunia ini hal seperti bersantai memang belum pernah aku alami.
Aku berbalik dengan Rion dan Aira dalam bentuk pedang di pinggangku, sementara Glory, Thomas dan Ginny berdiri di belakangku menunggu aba-aba.
Seharusnya ketiganya tidak perlu ikut akan tetapi mereka menolak dan lebih memilih untuk mengikutiku pergi ke penjara di kawasan kerajaan Borman.
__ADS_1
Aku menciptakan Teleportasi Gate.
"Mari pergi."
"Aku tidak sabar untuk mengalahkan mereka," ucap Ginny tanpa mendapatkan jawaban dari siapapun.
Karena aku belum pernah datang kemari teleportasiku malah memindahkan kami di bawah kaki gunung.
Dengan ini kita harus mendaki ke atas sana.
Aku merencanakan untuk menyusup pada malam hari. Sebelum waktu itu tiba, kami harus sampai di sana.
"Bagaimana kalian Rion, Aira?"
"Kami baik-baik saja Lion, dalam wujud pedang kami tidak merasa kedinginan."
"Aku juga, tapi aku masih perlu pelukan hangat yang menggairahkan nanti."
Seperti biasa Rion tidak berubah.
"Hey, hey, Thomas aku lelah tolong gendong ke atas."
"Aku akan melemparmu dari sini."
"Itu berlebihan."
Thomas yang ini terlalu sedikit bicara, sayang sekali bahwa yang kutemui di kafe hanya sosok samaran.
__ADS_1
Glory melirik ke arahku lalu mengangguk mengiyakan sebelum akhirnya kami memulai pendakian ini.