
Menggunakan Teleportasi Gate aku telah sampai di bagian luar ibukota Ortodok suci, dengan menyembunyikan identitasku sebagai perempuan aku tidak perlu takut dengan situasi saat ini.
Aku memiliki rambut panjang dengan wajah imut seperti saat aku dipanggil ke dunia ini, walaupun aku berubah sejujurnya tidak ada elemen kewanitaan di dalam tubuhku semuanya masih untuk pria.
Skill tujuh dosa kecemburuan memang bisa digunakan untuk menyamar, Rion dan Aira dalam wujud pedang jadi mereka tetap aman.
Pertama aku harus memastikan bahwa Venus memang berada di sini, di mana aku memulai informasi kurasa jawabannya sudah jelas.
Aku mengambil sebuah bar yang dijalankan guild ibukota, tidak ada siapapun di sini kecuali pria paruh baya yang duduk dengan frustasi.
"Apa yang kau butuhkan gadis cantik, cepat pergi dari sini."
"Kukira aku bisa mendapatkan pekerjaan di sini."
"Lupakan saja setiap petualang hanya menerima satu permintaan sekarang."
"Dan apa itu?" tanyaku membalas.
"Membunuh Titan."
Sesuai dugaanku banyak manusia dirubah menjadi raksasa karena itu petualang sudah jelas akan ambil bagian dari masalah ini.
__ADS_1
Karena tidak ada yang bisa kukatakan lagi aku akan mengambil resiko untuk segera masuk ke dalam istana, melalui jalan sunyi dan cukup sulit aku telah menembus blokade para penjaga.
Aira berkata.
"Akan lebih cepat jika kita naik ke atas," seperti itulah, dan aku menggunakan kemampuanku untuk berjalan secara Vertikal lalu masuk melalui lubang jendela.
"Di depan belok kiri."
Arahan Rion cukuplah tepat, ada ruangan besar di sana dan kulihat Venus sedang tertidur di kursinya selagi menyilangkan kakinya.
Venus yang asli tidak memakai pakaian karenanya aku bisa menyimpulkan bahwa yang ini benar-benar asli, hampir seluruh tubuhnya berwarna putih bersih dengan rambut berwarna pucat.
Ia membuka matanya dan menyadari bahwa aku telah menyamar sebagai gadis, bagi dirinya yang merupakan dewi waktu mengenali bukan sesuatu yang sulit.
"Apa itu hobi barumu, aku tidak tahu kau suka sekali berpenampilan seperti gadis."
"Kotamu sangat ketat, sulit untuk bisa datang kemari... dan juga istana ini terlindungi oleh mekanisme sihir anti teleportasi dari luar."
"Seperti itulah, jika kau ingin bertarung... pergilah aku terlalu lelah untuk melakukannya."
Rion dan Aira menimpali.
__ADS_1
"Sejauh ini kau tidak melakukan apapun, apa yang membuatmu lelah Venus?"
"Benar sekali, meski kau seperti membela manusia namun kau tidak melakukan hal bagus sejauh ini kecuali duduk di sini dengan santai."
"Aku tidak perlu terlibat sejauh itu, aku hanya bergerak jika dibutuhkan, seperti sekarang."
Dua venus dari takdir berbeda muncul dari kiri kananku selagi mencoba menyerangku, aku menggunakan kedua pedang untuk melukai mereka hingga hancur.
"Perang ini tidak akan berhenti sampai kapanpun, mari selesaikan ini dengan membuat sebuah perjanjian aliansi," kataku.
"Aku mendengarkan."
"Kita kalahkan Ranger dan Nightmare dan buat dunia yang damai."
"Kenapa kau yakin bahwa aku tidak akan berkhianat."
"Tidak masalah, aku ingin membuat perjanjian dengan cara menjadikan salah satu dari kita sebagai budak yang lain."
"Kau cukup berani berkata itu pada seorang dewi... tapi biarlah, jika aku menang kau yang akan menjadi budakku ataupun sebaliknya," atas pernyataan Venus aku mengangguk mengiyakan hingga dia melanjutkan.
"Aku yang akan memilih tempatnya."
__ADS_1
Saat Venus menjentikkan jarinya kami berdua telah berada di sebuah padang rumput yang indah. Penampilanku juga telah dirubah kembali.