
Beberapa menit sebelumnya.
Sudut pandang Lion.
Aku berada di dalam ruanganku saat Livia muncul dengan segunung kertas untuk aku tandatangani.
"Silahkan tuan."
"Bukannya setiap hari pekerjaanku malah semakin banyak."
"Anda tidak mengangkat bangsawan manapun untuk mengelola setiap wilayah yang sudah ada sekarang jadi semua pekerjaan di serahkan pada tuan."
"Sepertinya begitu ini keputusanku jadi aku akan bertanggung jawab."
"Tuan masih tidak ingin mengangkat bangsawan atau hal lainnya seperti yang dilakukan kerajaan lain."
"Tidak, jika segini aku masih sanggup lagipula semua penduduk kita memiliki kenangan buruk terhadap bangsawan lebih baik seperti ini saja."
"Aku mengerti."
Tepat saat aku mengatakan itu, tiba-tiba saja Alteira meluncur ke depanku yang mana menghancurkan tumpukan kertas yang ada di atas meja sebelum akhirnya Livia membantunya.
"Kau baik-baik saja Alteira."
"A-ada musuh," katanya singkat sebelum tak sadarkan diri.
Aku segera keluar lewat jendela, dengan dua pedang di pinggangku.
"Livia kerahkan semua penjaga untuk melindungi kota, biar aku sendiri yang mengatasinya."
"Dimengerti, tolong berhati-hati."
__ADS_1
"Iya."
Aku melesat ke arah di mana Alteira di terbangkan, biasanya aku bisa merasakan keberadaan musuh melalui mana tapi anehnya aku sama sekali tidak merasakannya.
Apa sebenarnya yang telah muncul di kerajaanku, firasatku sangat buruk. Tepat saat aku mendaratkan kakiku sebuah tendangan menghantam wajahku membuatku terlempar beberapa puluh meter sebelum menumbangkan beberapa pohon yang kulewati.
Aku menyadari bahwa seorang yang barusan menyerangku adalah Ringbel hanya saja penampilannya sedikit berbeda seolah dia sedang kerasukan sesuatu.
Aku menebaskan bilah air dan Ringbel melenyapkannya dengan mudah sebelum melemparkanku kembali, kekuatannya benar-benar kuat, kurasa aku akan membentur sesuatu lagi di belakangku tapi yang kurasakan sekarang adalah sesuatu yang lembut.
Ini adalah dada Venus.
Dia muncul darimana.
Kupikir sulit untuk merasakan keberadaan seorang dewi, dia menceritakan banyak hal soal kutukan dan kupikir aku tahu cara mengembalikan Ringbel sedia kala.
"Dua belas lingkaran suci Algoritma," ucap Venus dan aku mengangguk mengiyakan.
Dia hendak ingin menggunakan tongkatnya namun aku segera mengikatnya agar suara bel darinya tidak bersuara.
"Bagus Lion, sekarang waktunya."
Aku mengulurkan tanganku dan di atas Ringbel 12 lingkaran sihir suci muncul tumpah tindih. Aku sudah melihatnya beberapa kali jadi tidak sulit untuk menirunya.
"Sekarang jatuhlah," bersamaan teriakkanku sebuah sinar cahaya dijatuhkan mirip sebuah pilar yang mampu menelan keberadaan Ringbel seutuhnya.
Yang tersisa darinya adalah kawah raksasa dengan bagian pusat Ringbel yang tak sadarkan diri.
"Kenapa kau berteriak sekeras itu?" tanya Venus datar.
"Agar terdengar dramatis saja, mari kita cek keadaan Ringbel."
__ADS_1
Kami menemukan dia baik-baik saja, aku sedikit menggunakan sihir penyembuhan padanya yang mana membuat dia membuka mata.
"Venus?"
"Ringbel, kau tak apa?"
"Um aku seharusnya yang mengatakan itu."
Mereka saling berpelukan dan sekilas efek dari bunga berterbangan di antara keduanya. Mungkin cuma perasaanku saja.
"Yuri kah?"
"Ada apa Lion?"
"Bukan apa-apa, pokoknya tolong jelaskan apa yang terjadi sampai jadi seperti ini."
Aku duduk di atas pohon tumbang selagi mendengarkan penjelasan mereka, soal Nightmare aku tidak heran lagi namun jika menyangkut buku dari menara Babel adalah sesuatu yang baru.
"Jadi Nightmare menggunakan kemampuan seperti itu, jika dia sudah bergerak menyerang pulau naga maka Harty pasti sudah pergi ke sana juga, aku harus segera mengejarnya."
"Itu tidak berguna, kau tidak akan bisa mengalahkan Nightmare dengan kemampuanmu yang sekarang."
"Kau pasti bercanda?" Venus menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan.
"Nightmare telah menyerap kemampuanku dan tidak aneh jika dia juga menyerap kemampuan dewa-dewi lainnya, satu hal yang harus kau lakukan hanyalah memiliki kekuatan yang setara dengannya."
"Venus, bukannya itu?"
"Tak masalah Ringbel... Lion hanya akan menggunakannya sementara waktu saja, setelah itu kekuatannya akan hilang kembali."
"Apa yang sedang kalian katakan?" aku jelas tidak mengerti.
__ADS_1
"Kita akan pergi ke pohon dunia Yggdrasil, apapun yang kau lihat nanti kuharap kau tidak mengatakan apapun pada siapapun."